Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Sandra belanja


__ADS_3

"Gimana,sayang enak nggak?"rasa penasaran terpampang di wajah Toni.


"Sebentar Ya aku rasa cicip dulu," sahut Sandra memasukan dengan perlahan sesendok ke dalam mulutnya


Melihat ke arah Toni,"Enak, rasanya pintar juga sayang masak,"ucap Sandra penuh senyuman.


Sementara di tempat Raya,sang Kakak yang baru pertama kalinya berjumpa tak henti hentinya menganggu adiknya yang sedang hamil.


"Sandy, sudah jangan ganggu lagi adikmu, sebaiknya kau istirahat saja," ucap Tuan Richads pada anak sulungnya.


"Iya, Ayah,"berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Tak berapa lama Seorang pelayan datang tergesa gesa,menemui Raya," Non Orang tua nyonya Merly datang,"ucap pelayan tersebut.


"Ibu tolong bawa Dady masuk," sahut Raya pada Bu siti.


Sementara, Pak Gordon dan Raya menemui tamu mereka.


" Ibu ini siapa dan ada perlu apa," melihat ke arah Tamunya.


"Saya mau menemui cucu saya,Sandy,"sahut Bu Sulis dengan senyum yang dibuat seramah mungkin.


"Sandy,yang mana di Rumah ini tidak ada namanya Sandy," sahut Raya.

__ADS_1


Melihat ke segala penjuru ruangan,Bu Sulis sangat berhati hati,apa lagi ketika ia melihat Gordon ada di samping Raya.


Sementara di tempat ,Sandra kedua pasangan itu tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu buat calon baby mereka.


" Mas kita ke mall sekarang Ya,"ucap Sandra pada Toni.


"Ngapain harus ke mall,kamukan bisa belanja online,"sahut Toni yang sedang malas keluar dari Rumah.


Melihat ke arah Toni yang lagi sedang asying menonton pertandingan Bola grup kesayangannya.


"Aku mau lihat langsung barangnya,Mas sepertinya lebih seru, ini sudah masuk bulan ke 8, tapi masih belum ada apa-apa,"omel Sandra pada Suaminya.


Toni yang memang tidak tahan akan mulut bising istrinya terpaksa menurutinya dan meninggalkan pertandingan Bola kesayangannya.


Kesibukan Toni dan Sandra memilih baju untuk bayi mereka.


" Sayang ini lucu,kita belikan ini aja buat babynya,Ini bisa dibuka buka loh," sahut Toni yang menunjukkan tempat tidur untuk Baby mereka.


Karena sibuknya dengan memilih perlengkapan bayi tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dari Jauh..


"Sandra...," Panggil seorang Yang kini sudah berada dekat dengannya.


"Hei kamu ada apa datang kekota ini, masih mencari seseorang yang tidak pernah ketemu,"ucap Sandra sinis melihat Edi yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Siapa dia sayang?"tanya Toni melihat kearah pria tersebut.


"Bukan,siapa-siapa mas,ayo kita jalan aja aku sudah lapar,"ucap Sandra pada Toni.


Edi yang melihat Sandra pergi hanya bisa mengepalkan tangannya.Bagaimana tidak perempuan yang selama ini selalu menjadi ATM berjalannya sudah tidak ada,sejak Sandra menangkap basah Edi ketika mau menjalankan aksi jahatnya pada saudaranya sendiri.


"Maaf anak ini siapa kenapa anda,bisa berada di rumah cucu saya?" tanya Bu Sulis masih dengan nada yang di buat buat sedih.


"Bu,saya tidak kenal siapa yang ibu maksud cucu ibu,tapi satu yang Ibu perlu tahu rumah ini dibeli suami saya buat diberikan kepada saya,dan di rumah ini tidak ada namanya Sandy,"cerocos Raya dengan nada tegas.


Sulis yang tidak habis akal,mencoba untuk bertahan di rumah itu,dengan cara apa pun.


Pada waktu itu Sandy keluar dari kamar,dari Jauh ia melihat Nenek dari Mumynya berada di rumah itu.Raya yang melihat Kakaknya baru datang dari arah kamar segera memanggilnya.


"Anton, bersihkan taman sekarang juga,dan satu tata semua bunga-bunga yang ada di taman sekarang,"ucap Raya tanpa melihat ke arah Sandy.


"Baik,Nona," ucap Sandy pada Raya, Bu Sulis yang mendengarnya hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.


Bu Sulis gagal mendapatkan uang dari cucunya, Sulis pun langsung pergi ke luar dari rumah tersebut.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya teman teman.

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2