
"Ada apa,tumben kamu keluar,tapi siapa nanti yang akan menemanimu?" tanya Reyhan yang risau dengan keadaan Raya yang saat ini berbadan dua.
"Kak Sandy,Raya yakin dia pasti mau menemani aku,"ucap Raya sekenanya.
Sandy yang berniat keluar sebentar,akhirnya mengurungkan niatnya,karena Reyhan meminta Sandy menemani adikny keluar sebentar menemui kedua sahabatnya.
"Sandy,apa bisa saya minta tolong supaya kamu bisa menemani Raya jalan jalan," pinta Reyhan dengan sopan pada Sandy.
Sandy sangat senang akhirnya ia bisa diberi kesempatan untuk meluangkan waktu bersama adik satu satunya.
"Kak kami pergi dulu ya,"ucap Raya sambil mencium tangan suaminya.
"Sand aku titip istriku,jangan sampai nanti ia melukai orang," ucap Reyhan yang dibalas dengan wajah kebingungan Sandy.
"Aneh-aneh aja suamimu dek," ucap Sandy yang sudah menyetir mobil milik Reyhan.
Tak butuh waktu lama akhirnya Sandy dan Raya sudah tiba di cafe yang biasa mereka singgahi.
"Hai Vin dah lama kalian berdua sampai,"ucap Raya kepada kedua sahabatnya.
"Nggak baru 5 menit yang lalu bumil,"jawab Lila yang baru datang dari toliet.
__ADS_1
"Sekarang katakan apa kalian merindukanku wahai pengantin baru stok lama," ucap Raya dengan percaya diri yang tinggi.
"Siapa dia Aya,apa selingkuhanmu," ucap Lila yang melihat ke arah Sandy.
Raya yang mendengar perkataan Lila segera menjitak kepala sahabatnya yang satu itu.
"Huss kalau ngomong itu harus di pikir dulu," ucap Raya kesal.
"Ckckck ternyata sekarang bumil satu ini bisa sensi juga," ucap Alvin dengan senyum khasnya.
"Kenalin ini Kakak kandung gue,Sandy," ucap Raya dengan perlahan.
"Ah bohong loe,kita berdua nggak percaya,"ucap Lila spontan.
"By the way ngapain loe ajak gue ketemuan di sore hari yang indah ini?" tanya Raya dengan wajah berkerut sambil meminum capuccinonya
"Kita sengaja mau ajak loe ketemuan,soalnya minggu depan kita bakal jadi pergi ke negara A," ucap Alvin yang disambut tatapan heran dari Raya.
"Serius loe pada,"ucap Raya dengan pandangan menyelidik.
"Mbak ,"panggil Raya pada seorang pelayan yang tak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Mbak ayam krispynya satu set ya," pesan Raya pada Pelayan tersebut.
Tak butuh waktu lama pesan Raya pun datang.Namun pada saat makan, Edi dan istrinya masuk ke cafe dimana Raya,Sandy dan kedua sahabatnya datang.
Edi yang melihat Sandy ada di cafe tersebut berniat menghampiri Sandy.
"Sandy...,Kamu Sandykan,aku pamanmu," ucap Edi yang mengingatkan Sandy.
Sandy yang melihat ke arah Edi hanya bisa mengkerutkan Dahinya.Sementara dari jauh istri Edi memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.Lila dan Alvin hanya bisa diam sambil memperhatikannya.
Edi yang melihat Raya pun ada situ,seketika membuat ia emosi.
"Hei penipu,kembalikan rumah keponakanku Sandy,"ucap Edi sembari mendorong Raya yang sedang makan.
Raya yang hampir jatuh seketika emosi, tak ayal Raya langsung memberi bogem mentah pada Edi tak hanya itu Raya juga hampir mematahkan tangan Edi,Sandy yang melihat Aksi Raya hanya bisa terbengong.
"Hei tua bangka,jangan coba berani berani kau menyentuhku kalau tidak habis kau ku buat,"geram Raya yang langsung pergi begitu saja.
"Sayang ayo kita pergi," ajak Alvin pada Lila istrinya.
Sedangkan Sandy hanya bisa diam dan tak berani berkomentar.
__ADS_1
bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya