
"Gimana apa kalian sudah berhasil mengambil surat- suratnya?"Tanya Sulis pada anaknya Edi.
Yang ditanya malah diam saja,Edi dan istrinya hanya menggelengkan kepalanya.Menarik nafas dan melepaskannya secara kasar.
"Richads sudah menjual rumah itu Bu kepada sepasang suami istri,"Sahut Edi dengan pelan.
"Apa kau bicara benar,dan tidak membodohiku, Richads saja sudah lama mati,"ketus Sulis kesal yang merasa gagal dalam memenuhi hasratnya menjadi orang Kaya.
"Darimana Ibu tahu kalau,Richads sudah mati,apa hilangnya Richads ada hubungannya dengan Ibu,"Selidik Edi menatap raut wajah Ibunya.
"Ng..nggak ada hubungannya dengan ibu",jawab Bu Sulis terbata bata.
Edi dan Istrinya langsung pergi pulang ke rumah mereka yang Tak jauh dari rumah ibunya.Begitu sampai di dalam rumah,"Mas aku rasa Ibu sudah melakukan sesuatu kepada adik iparmu yang sangat Fatal",ucap istri Edi panjang lebar.
Seperti menyetujui ucapan sang Istri Edi hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Sementara di kediaman Richads,Raya, Reyhan dan Kedua orang tua angkat Raya,merayakan kebebasan Ayah kandungnya.Disaat kesenangan mereka orang yang di nanti pun datang.Drap drap drap,suara langkah sepatu terdengar dari arah luar rumah.
"Wah wah,kalian keterlaluan merayakan sesuatu tanpa kehadiran ku,"suara seorang pria yang menatap mereka tidak jauh dari meja makan dimana mereka semua berada.
Raya hanya melihat sekilas karena ia memang tidak kenal,siapa pria yang berbicara tadi.Lain hal dengan Pak Gordon Bu Siti,Tuan Richads dan Reyhan yang terpaku melihat pria tersebut.
Raya yang kembali asyik makan,tidak perduli dengan pria yang tak lain adalah kakak Raya.
Sandy nama pria tersebut,Walau pun Raya tidak tahu menahu tentang Sandy,tapi Sandy mengetahui semua tentang Raya.
"Selamat datang kembali nak,"sahut Tuan Richads kepada putra sulungnya.
Sandy melangkah ke arah Raya duduk dan mengambil sepotong pizza yang ada di depan Raya.
Raya dengan sigap langsung memukul tangan Sandy memakai gelas yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Au..,sakit banget,"ringis Sandy yang melihat tangannya sedikit memerah karena pukulan Raya.
"Makanya jangan asal main comot aja,lihat-lihat dulu"ketus Raya kesal karena pizza yang ada dihadapannya sudah habis,dan itu yang diambil Kakaknya itu adalah potongan terakhir.
"Paman apa Kau,mengajarkan adikku sebagai seorang preman juga,"ucap Sandy yang melirik Raya yang lagi kesal.
Pak Gordon,yang melihat putrinya kesal segera berkata,"Raya ayo salam Kakakmu sayang,ayah tidak pernah mengajari kamu seperti itu, dan minta maaf sekarang."
Raya melihat ke arah Sandy," Ogah,siapa suruh dia ambil pizzaku,"omel Raya yang mendelik dengan kesal.
Tuan Richads melihat sikap putri bungsunya hanya bisa tersenyum.Kini putra dan Putrinya sudah besar,dan Raya sudah menikah dan sebentara lagi akan memberikan dia cucu.
"Ayah,Ibu dan Dady,Reyhan titip Raya ya,karena Reyhan sebentar lagi akan berangkat bekerja," sahut Reyhan tanpa jeda.
"Kakak Rey,awas ya jangan coba- coba kalau tidak ada aku,aku buat jadi sambel mata biar tahu rasa," sungut Raya yang kesal karena tidak di ajak sang suami.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak.