
Abi ke luar dari dalam ruang Manager untuk kembali bekerja, tapi saat Abi membuka pintu, Abi begitu terkejut, karena saat ini Anya sudah berada di hadapannya.
"Surprise," ujar Anya, kemudian memeluk Abi.
Laras yang tidak sengaja melihat Abi berpelukan dengan perempuan lain, merasakan sesak dalam dadanya, tapi Laras masih mencoba untuk bersikap profesional dengan terus bekerja.
Apa aku sudah mulai jatuh cinta kepada Mas Abi? kenapa hatiku terasa sakit ketika melihat Mas Abi berpelukan dengan perempuan lain? kamu tidak boleh berprasangka buruk dulu kepada Suami kamu Laras, bisa saja itu adalah saudara Mas Abi, batin Laras.
"Anya, kenapa kamu datang ke sini?" tanya Abi dengan melepas pelukan Anya, kemudian Abi menarik Anya untuk masuk ke dalam ruangan Manager sebelum ada Karyawan lain yang melihatnya, apalagi Laras, karena Abi tidak ingin sampai Laras salah paham.
"Kak Abi kenapa berkata seperti itu kepada Anya? apa Kakak tidak kangen sama Anya?"
"Anya, sekarang Kakak sudah menikah, jadi jangan pernah mengharapkan cinta Kakak lagi."
Anya yang mendengar Abi sudah menikah, langsung saja menangis, karena Anya tidak rela jika Abi menikah dengan perempuan lain.
"Kenapa Kak Abi tega sekali kepada Anya? padahal Kakak tau kalau Anya sangat mencintai Kakak."
"Anya, aku sudah menganggap kamu sebagai Adik kandungku sendiri. Berhenti mengharapkan cintaku, karena selamanya aku tidak akan pernah bisa mencintaimu."
"Siapa perempuan yang sudah merebut Kak Abi dari Anya? sekarang juga Anya akan menghampirinya."
"Anya, kamu jangan membuat keributan. Sebaiknya sekarang juga kamu pergi dari sini, karena kalau kamu berani mengusik istriku, aku tidak akan tinggal diam saja, bahkan aku tidak akan menganggap kamu sebagai Adikku lagi."
Anya terlihat berpikir, karena Anya dari dulu sudah berambisi untuk mendapatkan Abi, sampai akhirnya Anya memikirkan sebuah rencana supaya berhasil mendapatkan Abi.
Kalau aku bersikeras melawan Kak Abi, yang ada Kak Abi akan semakin menjauh dariku. Sebaiknya sekarang aku pura-pura menerima pernikahannya, dan aku harus bekerja dan tinggal di sini juga supaya selalu dekat dengannya. Aku akan berusaha memisahkan Kak Abi dari istrinya, dan akan aku pastikan Kak Abi selamanya hanya akan menjadi milikku, ucap Anya dalam hati.
"Kak, kalau Kakak tidak bisa menikahi Anya, setidaknya Kakak ijinkan Anya untuk selalu dekat dengan Kakak."
__ADS_1
"Tidak Anya, kamu pasti akan sakit hati jika terus melihat aku bersama dengan Laras. Jadi, sebaiknya kamu pulang lagi ke Jakarta. Tolong hargai keputusan Kakak."
"Kak, Anya janji tidak akan mengganggu istri Kakak, dan Anya akan membantu Kakak mengurus Pabrik. Boleh ya Kak."
"Maaf Anya, aku harus menanyakan semuanya terlebih dahulu kepada Laras. Jika Laras mengijinkan kamu untuk tinggal bersama kami, dan memperbolehkan kamu bekerja di sini, Kakak baru akan menyetujuinya."
Sepertinya Kak Abi sangat mencintai istrinya, bahkan Kak Abi harus meminta persetujuan istrinya terlebih dahulu. Lihat saja Laras, aku pasti akan merebut Kak Abi, karena Kak Abi hanya milikku, batin Anya.
"Anya, sebaiknya sekarang kamu ke rumah kami dulu, dan Kakak harap, kamu tidak mengatakan kepada siapa pun tentang identitas Kakak sebagai pemilik Pabrik."
"Kenapa seperti itu Kak?"
"Saat ini Kakak masih berpura-pura sebagai teknisi, karena Kakak ingin menilai sendiri kinerja Karyawan di sini," ujar Abi yang tidak mengatakan alasan yang sebenarnya kepada Anya.
"Baiklah kalau seperti itu, kalau begitu Anya tunggu di rumah Kakak," ujar Anya yang hendak kembali memeluk Abi, tapi Abi langsung menghindari Anya.
"Anya, sekarang kamu sudah besar, jangan asal main peluk Kakak, apalagi di depan Laras. Kakak tidak mau kalau sampai Laras salah paham, karena sekarang ada hati yang harus Kakak jaga," ujar Abi dengan melangkahkan kaki menuju line Laras, dan Anya semakin merasa geram dengan sikap Abi terhadapnya.
......................
Abi saat ini berdiri di dekat line Laras, tapi Laras terlihat enggan melihat Abi, bahkan Laras terus saja memalingkan wajahnya dan saat ini Laras terlihat cemberut.
Kenapa dengan Laras? apa dia sedang mempunyai masalah? biasanya Laras selalu terlihat ceria, tapi sekarang wajah Laras terus saja ditekuk, bahkan Laras terlihat enggan melihat ke arahku, batin Abi kini bertanya-tanya.
Setelah jam istirahat tiba, Abi bergegas menghampiri Laras, kemudian Abi menggenggam erat tangan Laras.
"Sayang, kamu kenapa cemberut terus?" tanya Abi.
"Aku hanya cape saja Mas."
__ADS_1
"Kalau kamu cape, sebaiknya kamu berhenti kerja saja sayang, supaya kamu bisa fokus mengurus Daffa, dan juga calon bayi kita," ujar Abi dengan tersenyum, tapi Laras terlihat enggan untuk bicara.
"Sebaiknya kita pulang dulu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," sambung Abi dengan menggandeng Laras untuk pulang menuju rumahnya.
Rahman yang tidak sengaja melihat Abi dan Laras berpegangan tangan, kembali merasakan sesak dalam dadanya, dan Rahman semakin menyesal karena telah mengkhianati Laras.
Laras, aku merindukanmu. Kenapa aku baru menyadarinya setelah kamu menjadi milik lelaki lain? aku menyesal Laras, aku sangat menyesali semuanya. Seandainya waktu bisa di ulang kembali, aku tidak akan menyia-nyiakan kamu dan Daffa, dan sekarang pasti kita bertiga sudah hidup bahagia, ucap Rahman dalam hati.
......................
Setelah sampai rumah, Laras begitu terkejut ketika melihat Anya.
"Bukannya perempuan itu adalah perempuan yang tadi berpelukan dengan Mas Abi?" tanya Laras kepada Abi.
"Oh, jadi dari tadi kamu cemberut karena merasa cemburu ya melihat Anya memelukku? kamu tenang saja sayang, Anya adalah Adikku," ujar Abi, dan Laras akhirnya bisa bernapas lega, bahkan Laras kembali tersenyum setelah mengetahui yang sebenarnya.
"Kenapa gak bilang dari tadi kalau istri Mas yang cantik ini merasa cemburu?" goda Abi dengan terus memeluk erat tubuh Laras.
"Ekhem, apa kalian lupa kalau di sini ada aku?" sindir Anya.
"Maaf Anya, Kakak sampai lupa ngenalin Laras sama kamu. Sayang, kenalin ini Anya, dan Anya, kenalin ini Kakak ipar kamu."
"Kenalin, aku Anya, dan aku hanya Adik angkat Kak Abi, bahkan kami tidak memiliki hubungan darah, karena kami sama-sama Anak angkat," ujar Anya dengan menjabat tangan Laras, dan Abi langsung menatap tajam Anya.
Kenapa Anya berkata seperti itu? Anya juga terlihat cemburu kepadaku. Apa itu hanya pikiranku saja ya? batin Laras.
"Sayang, ada yang ingin aku bicarakan, sebaiknya kita ke kamar dulu," ujar Abi yang akan berkata jujur kepada Laras tentang identitas dirinya, dan Abi sudah siap apabila Laras marah kepadanya.
"Anya, maaf ya, kami tinggal dulu," ujar Laras yang sebenarnya merasa tidak enak kepada Anya karena Anya terlihat cemberut saat Abi mengajak Laras untuk bicara berdua saja.
__ADS_1
Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini? apa yang sebenarnya ingin Mas Abi katakan kepadaku? batin Laras kini bertanya-tanya.