Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa
Bab 32 ( Selingkuh )


__ADS_3

Rahman dan Anya sibuk dengan pemikirannya masing-masing, karena Anya takut jika dirinya hanya berhalusinasi saja, makanya Anya tidak berani bertanya kepada Rahman tentang yang tadi Rahman katakan, sedangkan Rahman mengira jika Anya marah kepadanya karena telah lancang mengungkapkan perasaan yang ia miliki.


Rahman memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada Anya, karena jika Rahman berbicara langsung saat jam kerja, Rahman takut jika sampai ada yang mendengarnya.


📤"Anya, apa kamu marah sama aku karena kejadian tadi?"


📥"Aku juga salah Mas, karena aku tidak menolaknya," balas Anya.


📤"Maaf jika aku telah lancang mengungkapkan perasaanku, padahal aku tau kalau kamu adalah teman Mawar, dan tidak seharusnya aku mengatakan semua itu, karena aku juga adalah seorang pria beristri," ujar Rahman.


📥"Sebaiknya nanti kita bicarakan semuanya setelah jam kerja selesai," balas Anya, dan Rahman menganggukkan kepalanya sebagai jawaban ketika Anya melihat ke arahnya.


......................


Jam kerja pun kini telah selesai, semua teman satu ruangan Rahman dan Anya sudah pulang terlebih dahulu, tapi Rahman mengirim pesan kepada Mawar jika dirinya hari ini akan lembur, jadi Rahman menyuruh Mawar untuk pulang duluan.


Rahman duduk di samping kursi Anya, kemudian Rahman menggenggam erat tangan Anya.


"Anya, semoga saja yang tadi aku katakan tidak sampai merusak persahabatan kita," ujar Rahman.


"Mas, sebenarnya lelaki yang Anya cintai adalah Mas Rahman," ucap Anya dengan lirih, dan Rahman begitu terkejut mendengar perkataan Anya.


"Jadi selama ini cintaku tidak bertepuk sebelah tangan?" tanya Rahman.


"Tidak Mas, karena kenyataannya kita berdua saling mencintai. Akan tetapi, Anya takut jika Mawar sampai mengetahui tentang perasaan kita, karena Mawar pasti akan sangat marah."


Rahman terlihat berpikir, sampai akhirnya Rahman memiliki ide untuk backstreet.


"Bagaimana kalau kita merahasiakan hubungan kita dari semua orang?"


"Maksud Mas Rahman kita backstreet?"


"Iya benar, aku sangat mencintai kamu Anya, dan aku ingin memilikimu."


"Aku juga begitu Mas, tapi aku ta_" perkataan Anya terhenti karena Rahman membungkamnya dengan ciuman.


"Apa pun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama," ujar Rahman dengan memeluk tubuh Anya.


Maafkan aku Mawar, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku, karena ternyata Mas Rahman yang sudah membuat aku move on dari Kak Abi, ucap Anya dalam hati.

__ADS_1


Rahman memutuskan untuk selingkuh dari Mawar, apalagi semakin ke sini sikap Mawar semakin membuat Rahman merasa jengkel, makanya saat bertemu sosok Anya yang perhatian dan juga mengerti dirinya, Rahman akhirnya berpaling hati.


Rahman ingin sekali mengajak Anya untuk jalan berdua, tapi untuk saat ini semua itu tidak mungkin mereka lakukan, karena mereka takut ketahuan selingkuh oleh Mawar, dan akhirnya Rahman memilih untuk pulang setelah puas berbincang bersama Anya.


"Sayang, aku pulang dulu ya," ucap Rahman.


Anya begitu bahagia ketika mendengar Rahman memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Hati-hati ya Mas, kalau udah sampai rumah jangan lupa kasih kabar," ujar Anya dengan tersenyum.


Rahman mendekati Anya, kemudian memeluk serta mencium keningnya dengan waktu yang cukup lama.


"Aku mencintaimu," ucap Rahman.


"Aku juga mencintaimu Mas," ucap Anya, dan Rahman dengan berat hati melepas pelukannya terhadap Anya, kemudian melangkahkan kaki ke luar dari kantor, begitu juga dengan Anya yang pulang ke rumah Abi dan Laras.


Anya yang merasa bahagia setelah jadian dengan Rahman terus saja menyunggingkan senyuman sehingga membuat Abi dan Laras yang saat ini sedang duduk di meja makan merasa heran.


Bi Surti yang merasa takut dengan tingkah Anya akhirnya angkat suara.


"Tuh Neng, lihat sendiri kan kelakuan Non Anya? semakin ke sini semakin menjadi-jadi. Bibi takut kalau Non Anya kesurupan," ujar Bi Surti kepada Laras.


"Eh Kakak ipar, kalian kapan pulang?" tanya Anya.


Abi dan Laras saling berpandangan karena tidak biasanya Anya bersikap ramah terhadap Laras, apalagi sampai memanggil Laras dengan sebutan Kakak ipar.


"Kami baru pulang tadi siang. Anya, kamu sehat kan?" tanya Laras lagi.


"Aku baik-baik saja kok, malah sekarang aku merasa jauh lebih baik, dan sangat bahagia," jawab Anya.


"Kalau begitu sebaiknya kita makan dulu, kamu pasti belum makan kan?"


"Nanti saja Kak, Anya lagi nunggu kabar dari seseorang. Kalau begitu Anya ke kamar dulu ya," ujar Anya, kemudian melangkahkan kaki ke dalam kamarnya dengan bersenandung ria dan terus tersenyum bahagia.


"Sepertinya Anya beneran sedang jatuh cinta deh Mas," ujar Laras.


"Alhamdulillah, semoga saja begitu, Mas bahagia sekali karena setelah sekian lama Anya terus mengejar-ngejar Mas, baru kali ini Anya terlihat acuh kepada Mas. Sayang, sepertinya kita harus mengadakan syukuran," ujar Abi.


"Mas Abi ada-ada aja, memangnya Mas menang undian berhadiah sampai mau ngadain acara syukuran segala?" ujar Laras.

__ADS_1


"Sayang, ini lebih dari sekedar dapat hadiah, karena bagi Mas, ini adalah sebuah anugerah yang luar biasa," ujar Abi dengan terkekeh, dan semua yang berada di sana ikut menertawakan perkataan konyol Abi.


"Laras jadi penasaran, siapa yang sudah berhasil membuat Anya move on dari Mas Abi."


"Nanti juga kita bakalan tau, Anya pasti bakalan ngenalin calon Suaminya sama kita," ujar Abi.


......................


Anya menunggu kabar dari Rahman dengan gelisah, karena sudah satu jam dari semenjak pulang dari Pabrik, Rahman masih belum juga memberikan kabar.


Beberapa saat kemudian handphone Anya berbunyi, dan saking terburu-buru mengangkat telpon, Anya sampai tidak melihat nama orang yang menelpon, karena Anya mengira jika itu adalah telpon dari Rahman.


📞"Sayang, Mas kemana aja? kenapa baru telpon sekarang, aku kangen banget tau," ucap Anya saat mengangkat telpon.


📞"Anya, kamu lagi menunggu telpon dari seseorang ya?" tanya sang penelepon yang ternyata itu adalah Mawar.


Semoga saja Mawar tidak curiga jika aku menunggu telpon dari Suaminya, ucap Anya dalam hati.


📞"Eh iya Mawar, aku lagi nunggu telpon dari seseorang, makanya aku kira kamu adalah orang itu," jawab Anya.


📞"Aku jadi penasaran sama orangnya. Apa dia pacar baru kamu?" tanya Mawar yang merasa sangat penasaran.


📞"I_iya Mawar," jawab Anya dengan tergagap.


📞"Terus bagaimana rencana kita untuk memisahkan Kak Abi dari istrinya?"


📞"Sepertinya kita harus membatalkan rencananya, karena sekarang aku sudah bisa move on dari Kak Abi."


📞"Yaaah, aku gak jadi dapet bonus dong."


📞"Memangnya kamu pengen apa?"


📞"Tadinya aku pengen baby moon ke Bali, dari dulu aku pengen banget ke sana. Lumayan kan minggu depan ada liburan tahun baru selama satu minggu," jawab Mawar.


Anya terlihat berpikir, karena Anya juga ingin terus dekat dengan Rahman, apalagi Rahman dan Anya saat ini tengah dimabuk cinta.


📞"Jadi kamu pengen liburan ke Bali? kebetulan aku juga rencananya mau liburan ke sana, bagaimana kalau kamu dan Mas Rahman liburan bareng sama aku aja? nanti kita bisa memakai jet pribadi milik Dirgantara Grup."


📞"Boleh juga tuh, tapi uangku takut gak cukup untuk sewa hotel dan biaya lainnya," ujar Mawar.

__ADS_1


📞"Kamu tenang saja, nanti aku yang akan menanggung semua biaya kita selama liburan," karena nanti aku akan bersenang-senang dengan Suami kamu Mawar, lanjut Anya dalam hati.


__ADS_2