Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa
Bab 59 ( Jebakan Mawar )


__ADS_3

Sejak Papa Dirga meninggal dunia, Dirgantara Grup dikelola oleh Abi, meski pun pada awalnya Abi merasa keberatan jika harus menggantikan posisi sebagai Presdir, tapi Laras dan Mama Lasmi terus memaksa Abi, karena baik Laras mau pun Mama Lasmi tidak mungkin meneruskan perusahaan mengingat latar belakang mereka yang tidak mengerti sama sekali tentang bisnis.


"Bunda, sebaiknya setelah nanti Bunda melahirkan, Bunda melanjutkan Sekolah ya, supaya Bunda bisa mengelola perusahaan mendiang Papa," ujar Abi.


"Yah, setelah melahirkan Bunda akan sibuk mengurus Anak kita, dan cita-cita Bunda sekarang hanya ingin menjadi istri dan Ibu yang baik untuk Anak-anak kita. Memangnya kenapa kalau Ayah yang memegang Perusahaan?"


"Ayah hanyalah Anak angkat mendiang Papa, dan Ayah sering mendengar suara sumbang dari para Karyawan jika seharusnya Anak kandung yang meneruskan perusahaan."


"Apa Ayah lupa kalau Ayah adalah Menantu Papa juga? Yah, apa pun perkataan oranglain di luar sana, kita tidak boleh terpengaruh, yang penting kita tidak seperti yang mereka pikirkan. Seandainya mereka tau kalau Bunda dan Mama yang memaksa Ayah, pasti mereka akan malu, bahkan Ayah meminta kepada Pengacara supaya semua aset perusahaan dibalik nama atas nama Bunda, karena Ayah tidak mau mengambil sedikit pun aset peninggalan mendiang Papa, padahal Ayah dan Anya mendapatkan saham perusahaan juga."


Saat Laras dan Mama Lasmi memaksa Abi supaya mau menduduki posisi Presdir, Abi memberikan syarat jika semua aset perusahaan harus dibalik nama atas nama Laras terlebih dahulu, karena Abi sama sekali tidak ingin mengambil hak Laras, meski pun dalam surat wasiat, Abi dan Anya mendapatkan saham Dirgantara Grup sebesar dua puluh persen.


"Yah, apa sudah ada kabar tentang Anya?"


"Belum Bunda, handphone Anya masih belum dapat di hubungi, begitu juga dengan Rahman, tapi saat bagian HRD menanyakan kepada Mawar tentang keberadaan Rahman, Mawar bilang Anya dan Rahman sedang mendiang Papa suruh melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, tapi saat Ayah mengkonfirmasi perusahaan Papa yang berada di Singapura, mereka bilang Rahman dan Anya tidak datang ke sana."


"Lho, kenapa bisa Anya dan Mas Rahman bisa hilang secara bersamaan, bukannya dulu Anya pernah bilang jika dia akan pergi ke Bali dengan pacar barunya?"


"Mawar juga bilang kalau Rahman dan Anya pergi dari Bali, karena sebelumnya, Rahman, Anya dan Mawar liburan bersama di Vila Papa yang berada di Bali. Apa mungkin kalau pacar baru Anya adalah Rahman?"


"Entahlah Yah, kita tidak boleh berburuk sangka dulu, yang penting dimana pun mereka berada, mereka dalam keadaan baik-baik saja."


"Iya Amin, tapi dulu saja Rahman selingkuh sama Mawar ketika Rahman masih menikah dengan Bunda. Bisa saja kan kalau Rahman selingkuh dengan Anya di belakang Mawar, biasanya hasil merebut akan direbut juga."


"Iya juga sih. Kok kita jadi ngomongin oranglain ya? ya sudahlah bukan urusan kita juga. Oh iya, Apa jadi besok Ayah pulang ke Bogor dulu?" tanya Laras.


"Jadi Bunda, soalnya sudah hampir dua bulan Ayah tidak mengecek keuangan Pabrik, Bunda tidak apa-apa kan tinggal di sini menemani Mama? Ayah juga paling lama cuma tiga hari."


"Tidak apa-apa Yah, kasihan Mama kalau kita tinggalin sendirian, yang penting Ayah hati-hati saja di jalan, bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut."


"Iya siap Ratuku, ya sudah kalau begitu sekarang kita tidur," ujar Abi dengan membawa Laras ke dalam pelukannya, sedangkan Daffa, sejak tinggal di kediaman Dirgantara, Daffa selalu tidur dengan Mama Lasmi.

__ADS_1


......................


Kondisi kesehatan Anya sudah mulai membaik, meski pun terkadang Anya masih sering berteriak histeris ketika mengingat kejadian buruk yang menimpanya.


"Sayang, kita pulang ke Jakarta saja ya, Anya udah sehat kok, Anya juga udah kangen banget sama Papa."


Bagaimana kalau Anya sampai tau jika Papa sudah meninggal dunia? aku takut kalau kondisi kesehatannya akan kembali memburuk, batin Rahman.


"Ya sudah, kalau begitu besok kita ke Bogor dulu ya, nanti setelah kita ketemu sama Bapak dan Ibu, Mas bakalan antar Anya ke Jakarta," ujar Rahman yang mencoba mengulur waktu supaya Anya tidak mengetahui tentang kebenaran meninggalnya Papa Dirga.


......................


Keesokan paginya, Rahman dan Anya pulang dari Bali menuju Bogor, begitu juga dengan Abi yang berangkat dari Jakarta menuju Bogor.


Abi yang hanya memerlukan waktu dua jam perjalanan, akhirnya sampai juga di Pabrik, dan Abi langsung menuju ruangannya supaya pengecekan keuangan segera selesai dan Abi bisa segera kembali ke Jakarta.


"Aku harus segera menyelesaikan pengecekan administrasi keuangan, karena aku tidak bisa jika harus berjauhan dari Anak dan istriku," gumam Abi dengan bersemangat ketika memeriksa satu persatu laporan keuangan.


"Mbak mau mengantarkan minuman ke ruangan Tuan Abi ya?"


"Iya Mbak, memangnya ada apa ya?"


"Perut saya mulas Mbak, saya mau minum obat, tapi air minum saya habis. Apa Mbak bisa tolong ambilkan saya air minum dulu, soalnya saya udah gak kuat buat berjalan," ujar Mawar dengan berpura-pura meringis kesakitan memegangi perutnya, dan OB yang tidak tega melihat Mawar yang sedang dalam keadaan hamil, memutuskan untuk mengambil air minum dulu untuk Mawar sebelum ke ruangan Abi.


"Mbak, minumannya biar saya bantu pegangin dulu," ujar Mawar dengan mengambil minuman untuk Abi dari tangan OB.


Ketika OB kembali ke pantry untuk mengambil air minum untuk Mawar, Mawar bergegas memasukan obat perangsang ke dalam minuman Abi.


"Sebentar lagi aku akan mendapatkan kamu Abi, jika aku tidak bisa menggoda kamu dalam keadaan sadar, aku bisa menggoda kamu di bawah pengaruh obat perangsang," gumam Mawar dengan tersenyum licik.


Beberapa saat kemudian, OB kembali menghampiri Mawar dengan memberikan sebotol air mineral.

__ADS_1


"Makasih banyak ya Mbak, kalau begitu saya kembali ke tempat kerja saya," ujar Mawar yang sebenarnya sudah berencana untuk masuk ke dalam ruang kerja Abi.


Setengah jam kemudian, Mawar berencana untuk masuk ke dalam ruang kerja Abi, setelah sebelumnya berdandan cantik dan memakai pakaian seksi dengan belahan dada yang terbuka.


"Pasti sekarang obatnya sudah mulai bereaksi, aku harus segera masuk ke dalam ruang kerja Abi sebelum ada oranglain yang masuk," gumam Mawar dengan tersenyum licik.


Saat ini Abi terlihat gelisah, karena tiba-tiba Abi merasakan hawa panas pada tubuhnya setelah meminum jus jeruk yang dibawakan oleh OB.


"Kenapa dengan tubuhku? kenapa rasanya panas sekali?" gumam Abi dengan mengipasi tubuhnya.


Tok..tok..tok.


Mawar mengetuk pintu ruang kerja Abi sebelum masuk.


"Masuk," ujar Abi.


"Selamat siang Tuan Abi," ucap Mawar dengan suara manja.


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Abi yang merasa geram ketika melihat Mawar.


"Apa ada yang bisa saya bantu? sepertinya Tuan Abi membutuhkan bantuan?" rayu Mawar dengan mendekati tubuh Abi.


......................


Terimakasih banyak bagi teman-teman yang sudah berkenan membaca karya receh saya, 🙏


Saya sebenarnya sedih karena tiba-tiba ada yang komen kalau saya plagiat karya orang lain dengan judul dan cerita yang sama, tapi setelah saya melakukan pencarian di aplikasi Noveltoon, saya tidak menemukan judul yang sama dengan karya yang saya tulis, dan jujur dia sudah berhasil membuat semangat nulis saya menurun.


Meski pun seperti itu, saya akan berusaha menyelesaikan cerita receh saya, karena mungkin ini adalah ujian untuk saya, yang penting Allah SWT tau kalau saya tidak melakukan semua itu.


Mohon dukungannya terus ya Kakak-kakak, sehat & sukses selalu untuk semuanya, 🤲🙏

__ADS_1


__ADS_2