Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa
Bab 60 ( Memergoki Rahman dan Anya )


__ADS_3

Abi sadar jika saat ini dirinya berada di bawah pengaruh obat perangsang, dan Abi terus mencoba menghindari Mawar, sampai akhirnya Abi melihat pisau cutter yang berada di atas meja kerjanya.


"Jangan mendekat Mawar, karena kalau kamu berani mendekati saya, saya tidak akan segan-segan menyakiti kamu," ancam Abi.


"Tidak usah munafik Abi, kamu sebenarnya terpesona kan melihat keindahan tubuhku," ujar Mawar yang hendak membuka bajunya.


"Kamu benar-benar perempuan tidak punya harga diri. Seharusnya kamu lihat keadaan kamu saat ini, kamu sedang hamil, bisa-bisanya kamu merencanakan suatu kejahatan. Jangan kamu pikir aku tidak bisa berbuat nekad terhadap kamu."


Abi bergegas mengambil handphonenya untuk menelpon Manager.


📞"Pak, tolong segera masuk ke dalam ruangan saya," ujar Abi, dan saat ini Mawar sudah terlihat ketakutan.


Beberapa saat kemudian, terdengar pintu ruang kerja Abi yang di dobrak secara paksa dari luar, karena sebelumnya Mawar telah menguncinya.


Mawar yang sudah ketakutan perbuatannya diketahui oleh orang lain, tiba-tiba merobek bajunya, kemudian Mawar pura-pura menangis untuk memfitnah Abi, kalau Abi hendak menodainya.


"Pak Manager tolong saya, Tuan Abi mau menodai saya," ujar Mawar dengan menangis histeris supaya menjadi pusat perhatian banyak orang, dan saat ini Manager terlihat bingung, apalagi banyak Karyawan lain yang ikut masuk ke dalam ruang kerja Abi karena mendengar teriakan Mawar.


"Semuanya tolong jangan percaya kata-kata perempuan licik ini, saya akan membuktikan kalau saya tidak bersalah. Sekarang tolong panggil Dokter ke sini, dan jangan biarkan Mawar kabur," ujar Abi, kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya supaya bisa menghilangkan pengaruh obat perangsang.


Beberapa saat kemudian, Abi ke luar dari dalam kamar mandi dengan keadaan basah kuyup, dan Abi meminta kepada Dokter supaya menyuntikkan obat untuk menghilangkan pengaruh obat perangsang.


"Tuan, apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanya Dokter.


"Setelah saya meminum jus ini, tubuh saya tiba-tiba terasa panas Dok, dan saya curiga jika ada orang yang sengaja ingin mencelakai saya dengan memasukan obat perangsang," ujar Abi.


"Kalau begitu saya akan menyuntikkan obat untuk menetralisir pengaruh dari obat perangsang yang ada pada tubuh Tuan," ujar Dokter dengan menyuntikan obat pada tangan Abi.


"Dok, tolong periksa jus yang saya minum ke laboratorium, dan Pak Manager tolong panggil OB yang tadi mengantarkan minuman ini, periksa juga rekaman CCTV di semua ruangan, karena saya akan membuktikan kalau saya bukan lelaki bejat, dan saya tidak mungkin melakukan perbuatan rendah seperti itu kepada Karyawati saya," ujar Abi yang ingin membersihkan nama baiknya.

__ADS_1


Mawar sudah ketakutan dengan perkataan Abi, apalagi ketika melihat OB yang dia suruh untuk mengambilkan air minum untuknya sudah terlihat datang ke ruangan Abi.


"Tuan saya benar-benar tidak memasukan apa pun pada minuman Tuan," ujar OB dengan menangis dan berlutut di depan Abi.


"Bangun Bu, jangan seperti ini, saya juga tidak menuduh Ibu melakukan kejahatan terhadap saya, tapi saya hanya ingin bertanya kepada Ibu, apa Ibu tau siapa yang sudah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman saya?" tanya Abi.


"Tadi sebelum saya mengantarkan minuman ke dalam ruang kerja Tuan, saya bertemu dengan seorang perempuan hamil yang meminta saya untuk membawakan air minum untuknya, dia bilang dia ingin minum obat, tapi air minumnya habis. Saya menitipkan minuman untuk Tuan kepadanya, dan saya tidak tau apa dia yang sudah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Tuan," jawab OB.


"Apa perempuan hamil itu adalah perempuan ini?" tanya Abi dengan menunjuk Mawar.


"Iya benar Tuan, dia orangnya, Tuan bisa melihat rekaman CCTV untuk membuktikannya kalau saya tidak berbohong," ujar OB.


Sial, kenapa aku tidak ingat dengan CCTV, bagaimana ini, aku tidak mau masuk penjara, batin Mawar.


Mawar nekad untuk kabur, karena dia tidak ingin masuk ke dalam penjara. Setelah menginjak kaki petugas keamanan, Mawar berlari ke luar dari Pabrik, tapi ketika semua orang ingin mengejar Mawar, Abi menghentikannya.


"Biarkan dia pergi, karena setelah semua bukti terkumpul, saya akan melaporkannya kepada pihak berwajib. Saya hanya ingin membersihkan nama baik saya saja di hadapan kalian semua, dan sekarang kalian bisa melanjutkan pekerjaan kalian," ujar Abi kepada semua Karyawannya, kemudian Abi memutuskan untuk pulang ke rumahnya supaya bisa mengganti pakaiannya yang basah.


......................


Saat ini Anya dan Rahman sudah tiba di Bogor, dan Rahman mengajak Anya supaya ke rumahnya terlebih dahulu sebelum ke rumah orangtuanya.


"Sayang, kita sebaiknya ke rumah dulu ya buat mandi sama ganti baju, badanku juga rasanya lengket sekali," ujar Rahman.


"Tapi Mas, bagaimana kalau nanti ada Mawar di rumah Mas Rahman?" tanya Anya.


"Tidak mungkin Mawar ada di rumah, karena sekarang kan masih siang, jadi Mawar masih bekerja," ujar Rahman.


Setibanya di rumah Rahman, Anya dan Rahman masuk ke dalam rumah, dan Rahman yang sudah merasa gerah langsung masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, sedangkan Anya memutuskan untuk tiduran di atas ranjang tempat tidur Rahman dan Mawar.

__ADS_1


"Sayang, aku lupa bawa handuk, bisa ambilin handuk gak," teriak Rahman dari dalam kamar mandi.


Anya mencari handuk ke sana ke mari, tapi tidak berhasil menemukannya.


"Mas, aku gak nemuin handuknya, Mas ke luar aja gak usah pake apa-apa, lagian kita kan Suami istri, jadi Mas gak perlu malu," ujar Anya.


Beberapa saat kemudian, Rahman terpaksa ke luar dengan tubuh polosnya, dan Anya yang melihat tubuh polos Rahman merasa tergoda, sehingga secara perlahan Anya mulai mendekatinya, padahal semenjak kejadian pe*merkosaan yang dialami oleh Anya, Anya dan Rahman belum pernah melakukan hubungan Suami Istri lagi karena Anya selalu takut jika Rahman memintanya.


"Kenapa mendekat? apa kamu menginginkan sesuatu?" bisik Rahman pada telinga Anya, dan Anya hanya tersipu malu mendengar pertanyaan Rahman.


Rahman yang juga sudah tidak kuat menahan hasratnya, langsung mengangkat tubuh Anya dan membawanya ke atas ranjang, kemudian secara perlahan Rahman melucuti satu persatu pakaian Anya.


Rahman menyusuri setiap jengkal tubuh Anya untuk melakukan pemanasan, sebelum akhirnya mereka melakukan hubungan Suami istri di atas tempat tidur Mawar dan Rahman.


......................


Mawar yang saat ini kabur dari Pabrik, langsung mencegat ojek untuk mengantarkannya pulang.


"Untung saja Abi tidak menyuruh orang untuk mengejar ku. Sepertinya dia kasihan dengan keadaanku yang tengah hamil," gumam Mawar dengan tersenyum licik.


Setelah sampai di depan rumahnya, Mawar terkejut karena melihat sandal Rahman dan Anya berada di depan rumah, dan Mawar bergegas masuk karena sudah kangen terhadap Rahman.


"Mas Rahman pasti mau ngasih kejutan dengan kepulangannya," gumam Mawar dengan mengembangkan senyuman.


Mawar terlihat heran karena di ruang tamu atau pun ruang keluarga, dia tidak melihat keberadaan Anya dan Rahman, sampai akhirnya Mawar mendengar suara dessahan dan lengnguhan bersahutan dari dalam kamarnya.


Degg


Jantung Mawar berdetak kencang karena dia merasa takut jika Anya dan Rahman sedang melakukan tindakan tidak senonoh di dalam kamarnya, sampai akhirnya Mawar memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Mas Rahman, Anya," teriak Mawar yang begitu syok ketika melihat pemandangan di atas ranjang tidurnya.


__ADS_2