Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa
Bab 6 ( Istri durhaka )


__ADS_3

Tuan Dirga terlihat berpikir ketika mendengar pertanyaan Mawar, karena Tuan Dirga tidak percaya jika Anak yang berada dalam kandungan Mawar adalah Anaknya.


"Maaf Mawar, tapi Om tidak yakin jika Anak yang saat ini berada dalam kandungan kamu adalah Anak Om. Bukannya sekarang kamu sudah menikah dengan Kakak ipar kamu?"


"Iya, tapi Mawar yakin jika bayi ini adalah Anak Om, karena Mawar hamil setelah melakukannya dengan Om."


"Mawar, Om harap tidak ada satu pun orang yang tau tentang hubungan kita, karena Om tidak mau kalau sampai istri Om mengetahuinya, Om takut kalau depresinya sampai kambuh lagi."


"Om tenang saja, Mawar akan menjamin tidak ada satu orang pun yang tau tentang hubungan kita, yang penting Om tetap memberikan uang bulanan untuk Mawar," ujar Mawar dengan bergelayut Manja, dan Nisa Adiknya Rahman yang juga sedang berada di Restoran tempat Mawar dan Tuan Dirga makan, tidak sengaja melihat Mawar dan Tuan Dirga, sehingga Nisa memotretnya kemudian mengirimkannya kepada Rahman.


"Dasar perempuan ja*lang, Mas Rahman harus tau kelakuan Istrinya di luar rumah," gumam Nisa dengan mengepalkan tangannya.


Tuan Dirga berjanji akan tetap memberikan uang bulanan untuk Mawar, tapi Mawar harus tutup mulut tentang hubungan mereka, tentu saja Mawar yang licik dengan senang hati melakukannya.


Aku sendiri tidak tau bayi yang berada dalam kandunganku ini anak Mas Rahman atau Anak Om Dirga, yang penting aku sudah berhasil menikah dengan lelaki yang aku cintai yaitu Mas Rahman, dan tetap mendapatkan uang dari Om Dirga, ucap Mawar dalam hati dengan tersenyum licik.


"Mawar, kamu jujur sama Om, sebenarnya siapa perempuan bernama Laras tadi? kenapa kamu memanggil dia dengan sebutan Kakak?"


"Kenapa sih Om terus saja nanyain dia? jangan bilang Om naksir sama Dia?" tanya Mawar.


"Om hanya penasaran saja dengan Laras, karena wajahnya mirip dengan seseorang."


"Iya benar, Laras adalah Kakaknya Mawar, dan dia adalah mantan istrinya Mas Rahman," jawab Mawar dengan cemberut.


"Sayang, kamu jangan cemberut, sebagai bonusnya Om akan membelikan handphone baru untuk kamu," ujar Tuan Dirga, dan saking bahagianya Mawar langsung memeluk tubuh Tuan Dirga.

__ADS_1


......................


Setelah puas berbelanja, Mawar di antar Tuan Dirga pulang, dan Rahman sudah terlihat menunggu Mawar di depan rumah.


"Darimana saja kamu Mawar? kenapa jam segini kamu baru pulang? apa kamu sudah puas jalan-jalan sama pacar kamu?" sindir Rahman.


"Apa maksud kamu Mas? aku itu baru pulang kuliah."


"Lalu apa yang kamu bawa? itu pasti dari selingkuhan kamu kan? kamu lihat sendiri ini," ujar Rahman dengan memperlihatkan fhoto Mawar dalam handphonenya, dan di sana Mawar terlihat sedang berpelukan dengan Tuan Dirga.


"Ternyata selama ini kamu masih berhubungan dengan kak Laras, aku tidak menyangka jika Kak Laras tega memfitnahku," ujar Mawar.


"Kamu salah Mawar, karena yang mengirimkan fhoto ini bukan Laras, tapi Nisa Adikku," ujar Rahman, dan Mawar terkejut mendengarnya.


Si Nisa kan mulutnya ember, dia pasti menggosipkan aku dan menyebarkan fhoto aku dengan Om Dirga, aku harus mencari cara untuk menutup mulutnya, ucap Mawar dalam hati.


"Mawar, tapi Nisa mempunyai bukti, dan kamu tidak bisa menyangkalnya."


"Kamu tau siapa orang dalam fhoto tersebut? dia adalah Tuan Dirgantara, pengusaha sukses di Indonesia sekaligus Ayah dari teman kuliahku. Tadi kami jalan bertiga dengan Anya, tapi Anya sedang ke kamar mandi, dan Tuan Dirga sudah menganggapku sebagai Anaknya, karena Tuan Dirga sudah kehilangan Anak kandungnya. Kamu puas nuduh aku Mas?" ujar Mawar dengan berakting menangis, sehingga Rahman merasa bersalah.


"Maafkan aku sayang, aku sudah menuduh kamu yang tidak-tidak," ujar Rahman dengan memeluk tubuh Mawar.


"Sayang, ini aku ada uang, kamu simpan ya untuk kebutuhan kita sehari-hari," ujar Rahman dengan memberikan uang lima ratus ribu kepada Mawar.


"Tidak perlu Mas, kebetulan hari ini aku dapat arisan, jadi uangnya pegang saja sama Mas Rahman untuk kebutuhan kita sehari-hari, lagian yang masak sama ngurus rumah kan Mas Rahman," ujar Mawar, karena tadi Mawar sudah mendapatkan uang sepuluh juta dari Tuan Dirga, belum lagi Mawar dibelikan perhiasan dan juga handphone baru.

__ADS_1


Kalau saja aku tidak cinta sama Mas Rahman, aku juga tidak sudi menikah dengan lelaki kere seperti dia, tapi lumayan lah aku punya pembantu gratis, sekaligus pemuas hasratku, ucap Mawar dalam hati.


Sejak kepergian Laras dari rumah, Rahman yang mengerjakan semua pekerjaan rumah termasuk memasak, dengan alasan kalau Mawar suka mual kalau mencium aroma masakan, padahal yang sebenarnya Mawar malas dan tidak pernah mau belajar saat dulu Laras menyuruhnya untuk belajar memasak.


"Mas, udah matang belum masakannya?" teriak Mawar yang saat ini sedang menonton televisi dengan memakan cemilan.


"Belum sayang, sebentar lagi," teriak Rahman dari dapur.


"Cepetan masaknya Mas, Anak kamu sudah kelaparan," teriak Mawar lagi.


Bu Ida dan Nisa yang sengaja datang ke rumah Rahman untuk menanyakan tentang fhoto Mawar dan Tuan Dirga, semakin geram ketika mendengar Mawar yang memperlakukan Rahman seperti pembantu.


"Dasar Istri durhaka kamu Mawar, bisa-bisanya kamu menjadikan Anakku sebagai pembantu di rumahnya sendiri," teriak Bu Ida dengan menjambak rambut Mawar, sehingga membuat Mawar berteriak kesakitan.


Rahman yang mendengar teriak Mawar langsung berlari menuju ruang keluarga, apalagi Rahman mendengar keributan.


"Ibu, apa yang Ibu lakukan? lepasin rambut Mawar, Bu." ujar Rahman dengan mendorong tubuh Bu Ida sampai terjatuh.


"Rahman, tega sekali kamu mendorong Ibu hanya demi istri kamu yang durhaka ini. Apa kamu tidak tau kelakuan istri kamu di luar sana? dan tadi Ibu dengar sendiri kalau Mawar sudah memperlakukan kamu seperti pembantu. Ibu tidak rela Rahman, karena sejak kecil, Ibu tidak pernah menyuruh kamu mengerjakan pekerjaan rumah," teriak Bu Ida.


"Bu, sepertinya Ibu sudah salah paham, karena Rahman sendiri yang mau mengerjakan semuanya. Kasihan Mawar, saat ini Mawar sedang hamil muda," ujar Rahman.


"Rahman, Ibu masih bisa menerima alasan jika Mawar saat ini sedang hamil muda, tapi apa kamu bisa menjelaskan tentang fhoto Mawar yang sedang berpelukan dengan lelaki lain?"


"Bu, semuanya hanya salah paham, karena laki-laki dalam fhoto tersebut adalah Ayah dari teman Mawar, bahkan Mawar sudah di anggap sebagai Anak kandungnya sendiri."

__ADS_1


"Rahman, apa mata kamu sudah buta sehingga kamu tidak bisa membedakan mana pelukan mesra dan mana pelukan seorang Ayah dan Anak? sudah jelas-jelas Mawar berselingkuh, tapi kamu masih tetap saja membelanya."


"Ibu pengen tau siapa sebenarnya Menantu Ibu yang sudah berselingkuh? Mawar kasih tau ya Bu, sebenarnya yang selama ini sudah berselingkuh adalah Suami Nisa," ujar Mawar dan semuanya terkejut mendengar perkataan Mawar.


__ADS_2