Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Menyusuri Kota Tanjung


__ADS_3

Kabupaten Tabalong merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Dan mengajak istri yang tidak pernah menjajaki Kabupaten ini, tentunya pengalaman baru untuknya. "Sudah siap belum?", sapa Yahya. Yahya sudah 30 menit menunggu istrinya bersiap-siap. " Wanita memang lama berdandan, padahal ya gitu-gitu aja", gumam Yahya didalam hati. "Mas, aku sudah siap", kata Susi. " Jadi kan berangkatnya?", tanyanya lagi. "Iya", jawab Yahya singkat. Melihat penampilan istrinya itu, ia menyadari memang pilihannya tidak salah. Susi wanita yang menawan hatinya sejak awal sebelum mereka bertemu.

__ADS_1


Saat di dalam mobil, Susi bertanya lagi. " Kemana kita mas?", tanyanya dengan penuh semangat. Pertama kali diajak berkeliling setelah seminggu tinggal di Tanjung terasa menyenangkan. Membayangkan akan pergi kemana saja sudah membuat hatinya senang. Yahya tersenyum. "Kamu diam dan lihat saja kemana kita", jawab Yahya. Susi merasa suaminya merencanakan sesuatu. " Jangan berbuat yang aneh-aneh ya", kata Susi memperingatkan karena merasa akan ada firasat buruk. Yahya tertawa melihat tingkah istrinya itu.

__ADS_1


Akhirnya beberapa menit kemudian sampailah di lokasi pertama. Yahya mengajak istrinya turun. "Ini dimana mas?", tanya Susi. " Tuh ada namanya", jawab Yahya. "Tanjung Bersinar Park", kata Susi membaca nama yang terpampang. Sebuah taman yang luas dengan aneka permainan buat anak-anak. Memang lokasi yang pas untuk rehat sejenak bersama keluarga. " Tanjung Bersinar Park ini adalah Ruang Terbuka Hijau atau RTH terlengkap di Kabupaten Tabalong. Biasanya di akhir pekan rame sekali", jelas Yahya. Susi masih melihat-lihat sekeliling, dirinya menikmati perjalanan bersama Yahya. "Mirip seperti taman-taman yang ada di Banjarmasin", kata Susi lagi. " Iya, taman milik pemerintah seperti ini sekarang disebut RTH, dimana tidak akan dibangun lagi gedung-gedung atau perumahan", kata Yahya. Susi mengangguk. "Suasananya adem, walaupun terasa panas", kata Susi. " iya, karena tanamannya belum besar, jadi belum rindang. Dengan lahan seluas ini wajar kalau disiang hari panas", kata Yahya lagi. "Tuh lihat, banyak keluarga yang membawa anak-anak mereka kesini untuk bermain", kata Yahya sambil menunjuk anak-anak yang asyik bergantian main perosotan. " Itu kalau anak-anak mereka masih kecil mas, anak-anak kita kan sudah besar", kata Susi. "Makanya, kita buat satu yuk", kata Yahya. Susi terdiam. " Punya anak lagi kan seru", kata Yahya lagi. "Nanti-nanti dulu lah", jawab Susi. " Kita baru menikah dan masing-masing kita mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya. Perlu juga untuk menguatkan ikatan kita dengan hadirnya satu anak dari pernikahan kita", kata Yahya. "Mas tahu kan, kalau Susi dulunya melahirkan dengan proses cesar", kata Susi. " Masih bisa satu anak lagi", kata Yahya. "Dikira mas enak apa melahirkan", jawab Susi. " Mas sih ga memaksa, tapi lucu kan kalau kita punya anak lagi. Mas ga minta banyak kok, satu saja. Biar nanti saat mas pensiun, ada anak yang bisa mas ajak bermain. Karena yang lainnya sudah besar-besar", kata Yahya. "Liat nanti deh, kalau hati ringan bisa saja Susi mau", kata Susi. " Maksudnya keinginan mas ada harapan terkabul?", tanya Yahya lagi. Susi mengangguk saja. "Sudah, sudah, ga usah cemberut membahas anak ini. Mending kita makan dulu", ajak Yahya. " Makan dimana?", tanya Susi. "Kalau ke Tanjung ini, harus makan makanan khasnya dong. Mas ajak kamu makan paliat, apalagi kamu akan menjadi warga sini, jadi harus tahu dan pernah makan paliat ini", kata Yahya. " Kedengarannya enak", kata Susi. "Kamu ga bakal nyesel makan paliat, yang ada bisa nambah nasi terus", timpal Yahya dengan semangatnya. Mereka pun makan paliat di perjalanan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2