Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Kunjungan Kevin Ke Rumah Suci


__ADS_3

Kevin tidak bisa tidur karena masih memikirkan pembicaraannya dengan abahnya tadi. Apakah ia terlalu keras dengan abahnya. Apakah ia tidak memahami keinginan abahnya agar mempunyai teman hidup lagi. Apakah ia terlalu cepat berpikir kalau Ibu Susi tidak benar-benar tulus. "Aaah, pusing kepalaku. Bagaimana ini", desah Kevin.


Hp Kevin berbunyi, dan ternyata telpon dari Adam. " Iya Dam", sapa Kevin saat mengangkat teleponnya. "Assalamualaikum ka", kata Adam. " Waalaikumsalam", jawab Kevin lemah. "Kok lesu?", tanya Adam. " Lagi galau ne Dam", sahut Kevin. "Apa lagi?", tanya Adam. "Masalah apa lagi kalau bukan urusan abah dengan istrinya Susi itu", kata Kevin. "Kaka fokus ke pernikahan kaka deh, dekat tuh. Masalah abah dibawa santai. Toh abah juga kelihatannya bahagia dengan si Ibu Susi", jelas Adam.

__ADS_1


Perkataan Adam menurut Kevin ada benarnya juga. Buat apa dirinya pusing-pusing ria memikirkan bagaimana kalau abahnya dipermainkan oleh Bu Susi. Saat ini abahnya bahagia saja sudah cukup. "Kata-kata kamu membuat kaka tenang Dam", kata Kevin. " Ya udah, selamat istirahat aja", kata Adam sembari menutup pembicaraan mereka berdua.


Aku harus berpikir positif. Kevin berusaha menyemangati dirinya sendiri kalau semua dugaannya itu tidak akan terjadi. Susi berbeda dari perempuan-perempuan diluar sana yang menikah dengan duda tua hanya karena uang belaka.

__ADS_1


Selesai kerja, Kevin menyempatkan ke rumah Tante Suci. "Ma, Ka Kevin datang", kata Dimas anak satu-satunya Tante Suci. Tante Suci pun keluar menemui ku, " Masuk masuk", katanya. Aku pun masuk ke dalam rumah. Tante Suci mempersilahkan duduk. "Ka, kok cuma sendiri, mana Ka Adam?", tanya Dimas. "Dimas lupa ya, Adam sekarang kuliah di Banjarbaru", kata Kevin. " Oh iya, Dimas lupa ka", kata Dimas. "Dimas tinggal dulu ya ka", kata Dimas lagi. " Mau kemana?", tanya Kevin. "Dimas janjian sama teman, mau main futsal ka", jawabnya. " Ya udah, hati-hati. Jangan kemalaman pulangnya", kata Kevin. Dimas pun pergi meninggalkan Kevin yang duduk di ruang tamu.


Tidak berapa lama kemudian, Suci keluar dengan membawa minuman dan kue. "Tidak perlu repot-repot Tante", kata Kevin. " Mana juga repot, Tante senang dirimu datang berkunjung", kata Suci. "Minum dulu, sama dimakan juga kuenya", kata Suci lagi.

__ADS_1


"Gimana persiapan pernikahan kamu Vin?", tanya Suci. "Baik Tante, semuanya diurus pihak keluarga Sinta", kata Kevin. " Baguslah kalau begitu", jawab Suci. "Apa Tante sudah mengetahui kalau abah sudah menikah lagi?", tanya Kevin. Ia heran Tante Suci yang biasanya selalu perhatian bagaimana kabar di rumah mereka, sekarang malah tidak aktif seperti dulu lagi. Dulu, Tante Suci yang membantu mengurus almarhumah mama selagi sakit saat abah harus bekerja. Sekarang, Tante Suci seperti menghindar. "Iya, Tante tahu", jawab Suci. "Kok Tante santai sih", kata Kevin. "Maksud kamu apa Vin?", tanya Suci. "Tante marah kah, kesal kah, atau gimana. Kok bisa Tante biasa-biasa saja. Kevin sebenarnya maunya Tante yang menikah dengan abah", kata Kevin. Suci tersenyum. " Tak jodoh Vin", jawab Suci. "Gimana Susi, ibu baru kalian?", tanya Suci lagi. "Maksud Tante, apa gimana orangnya?", tanya Kevin balik. Suci mengangguk. Kevin menceritakan kalau dirinya lagi dalam hubungan kurang baik. Apalagi semenjak ada ibu Susi itu. Kevin merasa dirinya sudah tidak diperhatikan oleh abahnya sendiri. Sudah hampir satu bulan, ibu Susi masih dengan santainya tidak mengatur keuangan dengan budget yang ditetapkan abahnya. " Masih penyesuaian Vin", kata Suci. "Penyesuaian apa Tan, abah terlalu memanjakan apa maunya Ibu Susi ini. Padahal dulu abah sangat ketat dengan urusan anggaran belanja ibunya dan anak-anak. Sekarang sudah berubah, apapun keinginan bu Susi langsung diupayakan. Berbeda dengan ibunya dulu. Setiap pengeluaran dijaga ketat", jelas Kevin. "Abahmu mungkin mempunyai pertimbangan lain", kata Suci. "Semoga saja begitu", kata Kevin. "Kevin pulang dulu ya Tan. Kapan-kapan Tante jenguk si abah", kata Kevin. Suci tersenyum. " Iya, sekalian Tante juga mau berkenalan dengan istri abahmu itu", kata Suci. "Masih kalah dengan Tante", jawab Kevin. Suci tidak menjawab celotehan Kevin, namun Suci berencana untuk segera menjenguk kaka iparnya itu. Apakah benar seperti hembusan angin yang sampai ke tempatnya, Susi seperti bidadari, tapi mau bersama Yahya.


__ADS_2