Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Kejutan Resepsi Pernikahan Kevin


__ADS_3

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Resepsi pernikahan di Tanjung berjalan lancar. Mama dan Abah Sinta sebagai pendamping disisi pengantin wanita, dan juga Abah dan Mama sambung Kevin berada disisi pendamping pengantin pria. Semua orang berbahagia. Tidak termasuk juga keluarga dekat dan sahabat-sahabat tercinta.

__ADS_1


Menjelang Sholat Zuhur, acara resepsi biasanya sudah mulai melandai. Para undangan sudah hampir semua berhadir, yang tertinggal hanyalah keluarga dekat saja. Tiba-tiba, datang seorang perempuan cantik. Semua orang di acara perkawinan memandang perempuan itu. "Cantiknya", kata salah satu keluarga yang hadir. "Siapa perempuan itu?", tanya yang lain lagi. Akhirnya semua mata tertuju ke perempuan itu, termasuk Adam. Perempuan itu tersenyum kepada Adam, dan Adam pun membalasnya. Kemudian, perempuan tadi langsung menuju pelaminan pengantin, dimana ada Kevin dan Sinta yang menjadi pasangan Raja Ratu sehari.

__ADS_1


Perempuan itu menyapa Kevin. "Hai Kevin, Selamat ya". "Siapa dia?", tanya Sinta. Kevin menggelengkan kepala menandakan dirinya pun tidak mengenal perempuan itu. "Aku ga kenal", jawab Kevin dengan Sinta. Perempuan itu berkata lagi, "Tega betul kau melupakan aku Vin, dulu waktu kuliah kita deket banget, ga terpisahkan. Semua teman kuliah kita tahu seberapa dekatnya kita waktu kuliah dulu", kata perempuan itu. Sinta mulai menahan rasa panas di dadanya. "Bener an ga kenal?", tanya Sinta lagi. "Bener", jawab Kevin. "Maaf mbak, nama mba siapa ya?", tanya Kevin lagi kepada perempuan itu. "Serius Vin, kamu telah melupakan aku. Secepat itu amnesia kamu", jawab perempuan itu. Sebelum Sinta ingin berbicara. Perempuan itu berkata lagi. "Baiklah kalau kau sudah melupakan aku karena perempuan yang kau nikahi ini. Aku juga bisa berkata apa-apa, semoga kau bahagia. Terima kasih atas kenangan indah yang sudah kau berikan kepadaku bertahun tahun ini. Maafkan aku setahun yang lalu meninggalkanmu tanpa pesan karena melanjutkan kuliah lagi keluar negeri", jelas perempuan itu. Sinta berkata, "Vin, apa maksudnya ini? Jelas-jelas kita kenalan sudah dua tahun, kamu berselingkuh dari perempuan ini, atau aku yang jadi perebut alias pelakornya", tanya Sinta. Kevin mulai marah atas dasar apa perempuan ini menuduh dirinya, darimana juga kenalnya. Bahkan membuat istrinya jadi menduga yang macam-macam. "Tidak seperti itu Sin, ada yang tidak beres ini", jawab Kevin.

__ADS_1


Setelah Kevin dekat dengan mereka berdua. Sinta melotot kearah Kevin. "Teganya kamu Vin, harusnya kamu jujur padaku siapa dia. Silvia sudah mengatakan semuanya, kalian dulu sewaktu kuliah sepasang kekasih. Dan belum resmi putus, kamu malah langsung serius berhubungan denganku dan sekarang menikah. Sekarang bagaimana sikap kamu?", tanya Sinta. "Sikap seperti apa yang kamu maksud?", jawab Kevin ke Sinta. "Hei perempuan yang bernama Silvia, aku ga kenal kamu. Dimana kita ketemu, bisa-bisanya kamu mengarang cerita yang ga benar?", todong Kevin kepada Silvia. Silvia tertawa, ia tidak menduga kalau Kevin serius menanggapi leluconnya. Namun Silvia tetap tenang. "Aku ga masalah kamu ga ingat aku, aku kesini menghadiri pernikahan mu untuk memberikan restuku saja, kamu silahkan saja lanjutkan pernikahanmu dengan Sinta. Aku ga ada maksud menghalangi dan membuat onar", jawab Silvia. "Lagian aku kesini datang dengan bendera damai", jelas Silvia. "Beneran ga kenal Vin, ingat-ingat lagi. Mantan kok dilupain, cantik lagi", kata Adam. "Betul, perempuan secantik ini, apalagi mantan, kalau jadi aku pasti susah lupa", kata Sinta. "Kamu istriku Sin, kamu jangan meragukan aku", jelas Kevin. "Gimana ga ragu, jelasin dong", jawab Sinta. "Jelasin apa, ga kenal", jawab Kevin yang tetap ngotot dengan pertahanan pembelaan dirinya. "Sepertinya masalah ini ga perlu diperpanjang, semoga kalian berbahagia", kata Silvia sambil beranjak pergi. "Jangan pergi dulu", kata Sinta. "Mau mengakui atau tidak?", tanya Sinta kepada Kevin. "Apa yang harus diakui? Ga ada apa-apa, kenal juga enggak", jawabnya. "Mba Sinta, kamu beruntung. Tolong jaga Kevin ya, dia kutitipkan kepadamu. Ini pertemuan pertama dan terakhir ku denganku mba Sinta. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian. Aku merestui kalian", kata Silvia lagi. "Vin, minta maaf", desak Sinta. "Ga, sama aja aku mengakui kenal sama dia. Ga kenal ya ga kenal", kata Kevin yang tetap dengan pendiriannya. Sinta kesal dan meninggalkan Kevin menuju tempat pelaminan. "Ka, jangan pergi", pinta Adam. Sinta berbalik. Silvia tertawa. "Dam, kita cerita aja ya", kata Silvia. "Terserah kamu deh, aku sudah ga bisa menahan tawaku sih", jawab Adam. "Gini lo, ja Kevin memang benar ga kenal sama aku. Sebenarnya aku temennya dia", jelas Silvia sambil menunjuk Adam. Adam tertawa cengengesan senang bisa mengerjai kakanya Kevin. Kevin langsung memukul pundak adiknya tersebut, "Ya ampun Dam, candaanmu kali ini keterlaluan, istriku hampir percaya dan termakan drama kalian", kata Kevin. Sinta pun malu. "Tapi kaka jadi tahu kalo istri kaka, mba Sinta benar-benar sayang lo", tambah Silvia. "Itu bonusnya jadi kerjaan kalian ini, kamu Sil dapat apa sehingga mau saja mendukung candaan Adam", tanya Kevin. "Ga ada ka, iseng doang", jawab Silvia. "Ya ampun, ga mungkin. Kaka curiga kalian pasangan kan?", timpal Sinta. "Ya gak ka, temenan aja kita", jawab Silvia merasa terpojok. "Benar kata Silvia, kita temenan aja kok. Tapi ga tahu kalau ke depannya jodoh ya bisa jadi. Sekarang ini ya fokus kuliah, Masih panjang perjalanan. Kalau menikah sekarang, istriku ku kasi makan apa? Aku ja Masih dibiayai orangtua", jelas Adam. "Dewasa juga adik kaka ini", sahuti Kevin. "Ada tanda-tanda tuh Sil, siap-siap dilamar", canda Sinta. Silvia tidak memberikan komentar, karena takut akan panjang cerita kalau terus dirinya respon. Lebih baik diam untuk saat ini. Sebenarnya Silvia sendiri memang menyukai Adam sejak masih SMA yang sama, namun ia memilih untuk berteman saja. Apalagi memang Adam tidak pernah menanggapi cewek-cewek centil yang menggodanya tersebut. Itulah yang membuat daya tarik bagi Silvia, kalau Adam bukanlah laki-laki yang mudah digoda perempuan sembarangan. Kita lihat saja nanti apakah mereka berjodoh nantinya.

__ADS_1


__ADS_2