
Apakah keguguran yang dialami Susi membuatnya sedih? Jelas, apalagi bagi Yahya yang sangat ingin memiliki anak dari perkawinannya dengan Susi. Yahya berharap, dengan adanya anak di perkawinan mereka maka akan semakin mempererat hubungan suami istri, dan tidak bisa terpisahkan. Namun Yahya tidak ingin memperlihatkan kesedihannya. Ia ingin istrinya kembali ceria. Yahya pun mengajak istrinya di akhir pekan untuk jalan-jalan. Susi awalnya enggan untuk ikut karena masih betah di rumah saja. Namun Yahya tidak menyerah agar istrinya bersedia ikut dengannya jalan- jalan. Akhirnya usaha Yahya tidak sia-sia, sang istri akhirnya bersedia untuk diajak jalan-jalan.
Selama perjalanan, Yahya berusaha mencari topik agar bisa berbincang dengan istrinya itu. Namun hasilnya nihil, istrinya hanya menjawab dengan jawaban iya. Dan terkadang hanya dengan senyuman saja, seolah tidak mendengarkan semua celotehan Yahya.
__ADS_1
Yahya terus bersabar agar istrinya kembali ceria. Ia pun mengajak istrinya liburan kecil-kecilan, walaupun masih di seputaran kota Tanjung juga. Susi yang sedari tadi diam sebenarnya penasaran kemana sebenarnya sang suami mengajaknya. Seketika itu Susi kaget, Yahya sudah memarkirkan mobilnya di halaman parkir Hotel Aston Tanjung. Susi bertanya-tanya, mau apa sebenarnya kesini. Mata Susi pun menoleh ke kanan dan ke kiri, apakah suaminya salah tujuan, tapi masa sih tujuannya ke hotel. Yahya pun turun dari Mobil nya dan berkata, "Kita sudah sampai". "Ini kan hotel mas", kata Susi. "Iya, kita memang mau kesini, malam ini mas mau ajak Susi menginap disini di akhir pekan ini. Kita habiskan weekend disini", jelas Yahya. "Susi ga ada persiapan, mana ga bawa baju", keluh Susi. "Banyak kok jualan baju, nanti mas temani kalo Susi perlu apa, kita beli saja nanti", tambah Yahya. "Boleh belanja mas?", tanya Susi dengan mata yang berbinar-binar. Yahya mengangguk dan tersenyum. Ternyata belanja memang obat bagi para wanita untuk mengurangi beban pikiran. Yahya menggandeng tangan Susi untuk masuk ke dalam hotel.
Hotel Aston Tanjung merupakan salah satu hotel yang nyaman bagi yang bepergian ke kota Tanjung, banyak fasilitas mendukung seperti gym dan perawatan spa. Susi menikmati pemandangan hotel langkah demi langkah menuju kamar hotel setelah check in, ini pertama kalinya bagi Susi ke Hotel Aston. Dan memang rasanya luar biasa bagi Susi. Saat pertama kali masuk hotel ini, kenyamanan yang dirasakannya. Didalam kamar hotel, Susi langsung merebahkan diri di kasur hotel yang empuk. "Enaknya", gumam Susi. Yahya tersenyum saja melihat tingkah istrinya itu. "Ayo kita pergi", ajak Yahya. "Baru juga sampai disini, sudah mau pergi lagi", kata Susi. "Ayo rebahan sini", ajak Susi yang sudah duluan rebahan. "Mas mau ajak kamu jalan-jalan, bukannya tiduran saja", kata Yahya. "Baiklah, ayo pergi", kata Susi. Walaupun Susi tidak bersemangat, iya ikut saja apa permintaan suaminya. Suaminya mengajak masuk ke toko baju. Susi bingung. Yahya langsung meminta Susi, "Ayo pilih baju untukmu, kita ga bawa baju buat menginap di hotel sampai besok. Pilih dan beli saja sesuai keperluanmu. Mas tunggu di kasir saja nanti", kata Yahya kepada istrinya. Susi tersenyum, didalam hatinya Susi senang sekali sambil berpikir ada apa dengan suaminya yang tetiba membelikan baju untuknya. Perempuan mana yang tidak suka belanja. Setelah memilih beberapa saat, Susi pun keluar dengan belanjaannya yang lumayan wow. Wow banyaknya. Yahya ikut tersenyum. "Katanya ga mau, ternyata banyak", goda Yahya. "Khan bebas pilih", kata Susi sambil balas tersenyum. Setelah menyelesaikan pembayaran, Susi dan Yahya pun meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Hari semakin sore, Yahya mengajak Susi balik ke hotel. Setelah beristirahat sebentar, Yahya mengajak istrinya makan di restoran hotel. Susi yang senang diajak suami refreshing di hotel, juga mikir, kok bisa menginap di hotel, padahal rumah juga masih di lokasi yang sama. Kalau liburannya jauh dari rumah terus menginap di hotel ya wajar, tapi ini malah menginap di hotel dengan jarak rumah dengan hotel masih satu lokasi yang sama. Tapi paling tidak, tidur di hotel sebagai salah satu hiburan untuk istrinya Susi biar tidak bosan di rumah terus.
Setelah makan, Susi dan Yahya jalan-jalan mengelilingi hotel untuk melihat pemandangan sekitar hotel. Karena hotel Aston terletak di pinggir jalan utama Mabuun, sehingga askes nya mudah. Kamar yang dipilih Yahya adalah kamar yang menghadap pemandangan kolam renang. Saat melewati kolam renang, Susi berkata, "Sayang ya mas, Susi masih belum bisa berenang karena baru keguguran", dengan nada suara lirih. Yahya melihat wajah istrinya yang kecewa. "Khan masih bisa di waktu yang lain, kalau Susi mau menginap disini lagi nanti", hibur Yahya. "Benar ya mas?", tanya Susi lagi. Yahya mengangguk. Susi senang mendengarnya.
__ADS_1
Akhirnya setelah puas berkeliling, Susi dan Yahya kembali ke kamar. "Besok mas ajak Susi ke Tanjung Bersinar Park", kata Yahya. "Rasanya Susi pernah kesana sekali dengan mas juga", jawab Susi. "Iya benar, nanti kita kesana lagi besok. Kalau di akhir pekan, biasanya rame disana", tambah Yahya. "Iya mas, Susi suka dengan suasananya yang rindang karena banyak pepohonan dan ada arena bermain untuk anak-anak. Tapi sayangnya, anak kita sudah ga ada mas", kata Susi. "Tuh kan sedih lagi, soal anak kita bicarakan berkali-kali pun tidak akan kembali. Kita perbanyak doa saja agar diberi anak lagi sama Allah", kata Yahya untuk menghibur istrinya.
"Kamarnya enak, bersih dan harum lagi. Bikin betah lama-lama", kata Susi. "Itu sudah standar hotel", kata Yahya. "Ada kok hotel yang ga bersih", celetuk Susi. "Hotel apa?", tanya Yahya balik. "Ga tahu", jawab Susi. Yahya hanya geleng-geleng kepala saja. "Kenapa mas?", tanya Susi lagi. "Mas ga habis pikir, kamu bilang ada hotel yang ga bersih, tapi mas tanya hotel apa malah Susi bilang ga tahu. Ya mas aneh", jelas Yahya. "Hotel apa yang ga bersih?", tanya Yahya lagi. "Hotel murah", jawab Susi sambil tertawa. Sudah lama Yahya tidak melihat istrinya tertawa lepas seperti itu. Yahya dalam hati berkata, "Tidak masalah keluar uang banyak demi kebahagiaan istri. Sebanding dengan hasil yang diharapkan". Kesedihan akan hilang dengan seiringnya waktu berjalan, dan akan berganti dengan kebahagiaan yang baru.
__ADS_1