Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Sah nya Pernikahan Kevin


__ADS_3

Awalnya Sinta tidak bisa menutupi kegundahannya, karena pasangannya belum juga datang. Namun ternyata dengan adanya keterlambatan itu, Sinta bisa lebih bersabar menunggu kedatangan calon suaminya. Setelah beberapa lama, datanglah Kevin beserta rombongan. Senyum merekah Sinta mulai kelihatan. Proses Pernikahan pun. berjalan. Tidak ada halangan yang berarti. Kevin dengan lancar Dan gagah mengucapkan ijab qabul, hanya dengan satu tarikan nafas, hadirin yang hadir bersorak "sah, sah". Dan akhirnya Pernikahan pun selesai dilaksanakan. Dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.


Undangan sudah berdatangan silih beganti. Sampai akhirnya waktu menjelang sholat Zuhur, pertanda acara sudah mau selesai. Sebagian makanan sudah mulai dirapikan Dan para pengantin pun sudah beristirahat ke kamarnya.


Kevin pun hanya berduaan dengan Sinta. Kevin memandang wajah istrinya itu. Ia pun tersenyum sendiri. Sinta pun dibuat bingung oleh suaminya itu. "Hei Vin, kenapa juga lihat-lihat?", tanya Sinta. Kevin sudah paham betul dengan sifat istrinya itu, cuek tapi sebenarnya perhatian. "Mandangi istri sendiri masa gak boleh, biar dapat pahala, lagian sudah sah", canda Kevin. Sinta tersenyum mendengarnya. "Lucu juga ya kita sudah menjadi suami istri, rasa gimana gitu", kata Sinta. "Apa kami pikir ini mimpi?", tanya Kevin. "Kalau mimpi, mana mungkin kita bisa ngobrol begini berdua di kamar. salah-salah bisa digerebek warga, tuduhan perbuatan tidak-tidak", kata Sinta lagi. "Serius bener tanggapannya", canda Kevin lagi. Sinta pun memasanga wajah ngambek. Kevin tertawa karena merasai istrinya sangat lucu. "Sini", Tangan Kevin sambil memegang tangan istrinya. "Sudah cape jadi Raja Dan ratu sehari, saatnya istirahat saja dulu", ajak Kevin. "Iya", jawab Sinta. Sinta bingung, bagaimana ia tidur, karena ini pertama kalinya ia tidur beesebelahan dengan laki-laki yang merupakan suaminya itu. "Jangan takut, aku juga cape, malam ini kita istirahat saja", jelas Kevin. Entah karena perkataan Kevin, Sinta merasa tidak gelisah lagi. Sebenarnya ia sedikit gugup, karena pertama kalinya satu ruangan dengan laki-laki. Walaupun ia seruangan dengan suaminya sendiri. Perasaan gugup mulai menderanya.

__ADS_1


Kevin pun langsung merebahkan tubuhnga di tempat tidur. Sinta Masih belum percaya, ia sekarang berstatus sebagai istri Kevin. Ditepuk-tepuknya wajahnya, bahkan sampai mencubit tangannya sendiri. "Ternyata bukan mimpi, istri", desah Sinta. Kevin memandang inya dan berkata, "Sudah malam, istirahatlah". Sinta pun merebahkan tidurnya disamping Kevin. Sinta tidak bisa tidur, sekali ia melihat Kevin yang tertidur pulas, namun dirinya seakan-akan Masih memiliki mata burung hantu yang terang benderang, yang tahan untuk tidak tidur semalaman. Diputuskannya untuk membaca buku komik favoritnya, setelah beberapa lama ia mulai bosan, akhirnya Sinta memutar murottal Al Qur'an dengan mendengarkannya melalui headset agar tidak membangunkan suaminya yang sudah tertidur. Tidak dalam hitungan lama, Sinta pun tertidur.


Menjelang Subuh, Kevin ternyata terbangun lebih dahulu daripada suaminya. Ia melihat istrinya tidur sambil dengan headset yang masih terpasang di telinga istrinya itu. Kevin mencoba melepasnya diam-diam dan perlahan agar tidak membangunkan Sinta. "Sepertinya Sinta kelelahan", pikir Kevin.


Sinta cukup mengangguk saja. Dirinya yang baru bangun Masih belum sepenuhnya sadar. Masih menunggu stabil pikiran dan tubuhnya. "Vin, sudah sholat subuh? Kalau belum, bareng yuk", kata Sinta. Kevin tersenyum yang mengisyaratkan iya akan sholat bersama istrinya itu.

__ADS_1


Setelah sholat subuh, Kevin mengajak istrinya jalan-jalan santai di kota Barabai. Mereka masih disana sehari setelah acara pernikahan. Saat mereka meminta izin dengan keluarga mau pergi jalan berdua. Anggota keluarga yang lain tersenyum sendiri, sepertinya para anggota keluarga yang lain memiliki pemikiran yang diluar kendali Kevin Dan Sinta. Namanya juga baru menikah, pastinya bayangan orang tua Dan yang lain-lain, tentulah sudah melakukan penyatuan jiwa dan rags, apalagi sudah menghabiskan satu malam berdua. Kevin merasa lucu saja banyak orang yang mengharapkan kalau dirinya dan Sinta sudah menghabiskan malam pertama. Tidak bisa dipungkiri mereka sudah sah sebagai suami istri.


"Vin, karena sudah menikah. Apakah aku perlu mengubah panggilanku ke kamu?", tanya Sinta. Kevin langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, tidak ada yang perlu berubah walaupun setelah menikah. Kamu tetap seperti biasanya saja, dan begitu juga aku", jawab Kevin. "Tetap jadi diri kita sendiri kan, okelah", Sinta tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya ke atas, ke bawah, kesamping kanan dan Kiri. Kevin semakin lucu melihat istrinya itu. "Sambil jalan sambil olahraga ya?", goda Kevin. "Melenturkan badan", jawab Sinta. Mereka berdua berjalan santai Dan akhirnya mampir di sebuah warung yang menjual nasi kuning. "Makan ini yuk, sambil menunjuk nasi kuning", ajak Sinta. "Apa kata istri saja", jawab Kevin. Sinta pun mengajak Kevin masuk ke warung Dan mereka menikmati sarapan perdana sebagai suami istri. Kevin berharap semoga Pernikahannya langgeng dan berkah ke depannya.


Selesai makan, Sinta bertanya, "Kita kemana lagi?". "Maunya kemana?", tanya Kevin balik. "Kalau jalan kaki lagi, rasanya sudah cape, kalau mau jalan-jalan boleh kalau naik motor keliling kota Barabai", kata Sinta. "Memangnya mau naik motor?", tanya Kevin. "Biasanya juga naik motor, memang ada yang lain?", tanya Sinta. "Maksudnya, Masih mau jalan-jalan lagi?", tanya Kevin. "Iya lah, kapan lagi. Nanti kan kita LDR karena Sinta masih harus menyelesaikan kuliah dulu baru bisa menyusul tinggal di Tanjung", jelas Sinta. "Iya, kan sudah pernah kita bicarakan. Sinta selesaikan saja kuliahnya, Kevin masih bisa tiap minggu menemui Sinta, pacaran Masih terus dilanjutkan, walaupun sudah menikah", jelas Kevin. "Tadi ya maunya istirahat dulu sehabis jalan-jalan pagi ini. Besok kita harus ke Tanjung, karena resepsi pernikahan disana sudah menanti. Takutnya Sinta cape terus sakit karena jadwalnya padat", kata Kevin lagi. "Nanti sehabis dari pernikahan di Tanjung, kita pisahan kan", kata Sinta. "Sementara, aku tunggu kamu selesaikan kuliahnya. Jadi fokus belajar saja. Dan ingat kalau sudah punya suami. Jangan dekat-dekat sama laki-laki lain", jelas Kevin. Sinta merasa Kevin jadi terlihat tua semenjak menikah dengannya kemarin. "Waaah, paksu sudah mulai mengeluarkan taringnya", ledek Sinta. Kevin pun mencubit pipi istrinya karena gemes dengan istrinya yang lucu itu. "Nah lo, main cubit", ledek Sinta. Kevin yang merasa dikerjai istrinya makin ingin menggoda istrinya, ia pun mengeluarkan jurus pamungkas ingin mencubit istrinya lagi. Sinta yang reaksinya cepat langsung menghindar dan lari meninggalkan Kevin. Kevin melihat dari belakang, kalau istrinya itu ternyata ada sisi yang berbeda. "Ayo kejar", kata Sinta. "Pengen dikejar ya", jawab Kevin. Mereka berdua berkejar kejaran, sampai akhirnya tiba di rumah dengan nafas ngos-ngosan. Abah Sinta yang duduk diluar rumah heran dibuatnya. "Kalian kenapa? Kaya habis dikejar-kejar", tanyanya. Kevin langsung menjawab, "Mengejar anjing yang menggigit bah". "Anjing apaan", seru Sinta sambil berlalu masuk meninggalkan Kevin. Kevin dengan Santainya juga masuk meninggalkan abah mertua yang masih penuh pertanyaan. Namun, beliau teringat kalau dulu pernah muda juga.

__ADS_1


__ADS_2