Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Persiapan Pernikahan Kevin di Tanjung


__ADS_3

"Sin, hari ini kita siap-siap pulang ke Tanjung", kata Kevin. "Iya, ga kerasa banget", jawab Sinta. Kevin memeluk Sinta, dan Sinta pun merasa malu. "Ga kerasa gimana?", tanya Kevin. "Tahu ah", kata Sinta yang langsung kabur dari pelukan Kevin. Kevin tahu istrinya menghindar dari dirinya. "Tenang saja, selesaikan semua resepsi dulu, baru kita pikirkan bagaimana malam pertama kita", canda Kevin. Sinta langsung memelototi suaminya itu. Namun reaksi merah merona di wajah Sinta terlihat jelas. Sikap malu-malunya itu malah membuat Kevin ingin terus menggodanya.


Sinta mulai beres-beres mempacking barang-barang yang perlu dibawanya selama di Tanjung. "Bawa secukupnya saja, toh juga bukan pindahan rumah", kata Kevin. "Takutnya ga cukup barang yang kubutuhkan, lebih baik berlebih bawaannya", kata Sinta. "Ya yang tahu kondisinya ya kamu, jadi terserah", kata Kevin. Kevin masih dengan santainya rebahan di kasur sambil memperhatikan istrinya yang sibuk mempersiapkan barang-barang keperluannya yang akan dibawa. Beberapa lama kemudian, Sinta sudah selesai dengan urusannya. "Ok ga siap-siap?", tanya Sinta. "Barangku kan sedikit, tinggal sat set set masukin aja semua", jawab Kevin santai. Sinta hanya terdiam mendengar jawaban suaminya itu.

__ADS_1


Kemudian Sinta pun pergi keluar kamar Dan bertemu dengan kedua orang tuanya. "Jadi kalian akan pergi ke Tanjung?", tanya mamanya Sinta. "Iya ma, soalnya minggu ne kan resepsi disana. Kalau mama dan abah ke Tanjungnya kapan?", tanya Sinta balik. "Mungkin hari Jumat atau Sabtu, soalnya acaranya hari Minggu. Tapi kalau kamu ya harus lebih awal, tokoh utamanya kan kalian berdua", jawab Mama Sinta. "Iya ma, ini juga lagi beres-beres, rencananya sore ini. Jadi esok sudah mulai bisa mencek apa saja persiapan yang belum fix", jelas Sinta. "Kamu hati-hati ya, jangan lupa nanti kalau mau pergi, pamit dulu", kata Abah Sinta. "Siap bos", jawab Sinta sambil tersenyum. Mama Abah Sinta senang melihat anak perempuannya juga senang, akhirnya mereka bisa tenang kalau anak perempuannya sudah bisa memiliki keluarga kecil sendiri. Orang tua tentunya mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya. "Kalau kita kangen Sinta, gimana Pa?", tanya Mama Sinta. "Sinta sebentar juga ke Tanjungnya, nanti Masih tinggal sama kita, soalnya kuliahnya masih tersisa 2 tahun lagi. Semoga saja cepat selesai", jawab Abah Sinta. "Kasihan juga Sinta, baru menikah malah harus LDR begini", kata Mama Sinta lagi. "Sudah jadi pilihan Sinta ma, mau menikah saat masih kuliah, papa juga sudah bilang agar Sinta menikah ya setelah selesai kuliah, tapi apa kata Sinta, menikah itu niat baik, jangan ditunda-tunda. Sinta juga sudah berjanji dengan kita akan menyelesaikan kuliahnya walaupun sudah menikah", jawab Abah Sinta menenangkan istrinya. Abah Sinta maklum, seorang ibu dari masih dalam kandungan selama 9 bulan, kemudian merawat dan membesarkan anak perempuannya, sekarang malah merasa kehilangan. "Masih ada adiknya Sinta, baru juga satu yang menikah", goda Abah Sinta. "Ah papa, bikin mama merasa...", jawab Mama Sinta gelagapan. "Mau punya anak lagi?", goda Abah Sinta lagi. Mama Sinta gemes lihat suaminya yang terus menggodanya. "Bukan nambah anak Pa, kita ini zamannya punya cucu", jawab Mama Sinta. "Kalau mau nambah lagi, papa siap kok", goda Abah Sinta terus. "Tahu ah", jawab Mama Sinta sambil meninggalkan abah Sinta yang masih saja menggoda mama Sinta, sampai mama Sinta dibuat kesal. Abah Sinta memang jagonya bikin mama Sinta Salah tingkah.


Sinta masuk ke dalam kamar, dan langsung mengajak bicara Kevin. "Vin, tadi Abah dan mama bilang kalau kita mau pergi harus pamitan dulu", kata Sinta. "Ya iyakah pamitan, masa langsung kabur, apalagi membawa anak perempuan orang, harus izinlah", jawab Kevin dengan santainya. Sinta dibuat kesal. "Aku serius Vin", kata Sinta. "Aku juga serius, benar-benar serius, dua rius malah", jawab Kevin. "Tuh ga serius", jawab Sinta. "Dimananya yang ga serius?", jawab Kevin. Sinta diam, dan malas meladeni suaminya yang sering usil itu. Sinta pun meninggalkan Kevin di dalam kamar sendirian. "Mulai sensitif lagi dia", gumam Kevin di dalam hati.

__ADS_1


Setelah makan siang, Kevin dan Sinta pun berangkat ke Tanjung dan berpamitan dengan orang rumah.


"Jangan diambil hati ya ucapan abah", kata Sinta, memulai pembicaraan didalam Mobil yang mereka naiki menuju Tanjung. "Tenang, suamimu bukan orang baperan kok. Tapi wajar saja, namanya juga Abah ingin anaknya mendapatkan kebahagiaan. Lepas dari tanggung jawab Abah ke suaminya ya ingin anaknya dapat perlakuan istimewa. Tapi bener itu", jawab Kevin. "Bener apa?", tanya Sinta. "Bener, ya bener", jawab Kevin. "Apaan coba", kata Sinta lagi. "Bener kalau kamu memang istimewa", bisik Kevin ke telinga istrinya. Seketika tubuh Sinta merinding. "Kevin, kamu bikin kaget", kata Sinta. Kevin hanya tersenyum, senang melihat rona wajah Sinta yang langsung merah karena malu digoda suaminya. "Dasar usil", cubit Sinta ke paha Kevin. Kevin tidak membalas cubitan istrinya, ia justru tertawa ngakak. Tidak terasa 2 jam perjalanan telah berlalu dan mereka pun sampai di Tanjung.

__ADS_1


Setiba di rumah utama, Kevin dan Sinta disambut Adam dan juga Abah Yahya. Tidak lupa Susi, istri Abah Yahya juga hadir. "Bagaimana perjalanannya Vin?", tanya Abah. "Alhamdulillah lancar", jawab Kevin. "Selamat datang pengantin baru, sudahkah?", sambut Adam. "Sudah otakmu, jangan macam-macam", jawab Kevin. Adam hanya tertawa dengan sikap kakanya, sedangkan Sinta malu digoda terus. "Mereka pasti cape, istirahatlah dulu", kata Susi. Kevin memandang kearah Susi dan tidak berkata apa-apa. Sinta tersenyum. "Wayh, ibu cantik seperti yang dikatakan orang-orang", puji Sinta. "Makasih", jawab Susi. Abah Yahya langsung merangkul istrinya dan berkata, "Istri abah lah", katanya sambil tersenyum bangga. "Apakah persiapan beres?", tanya Kevin. "Lapor, everything is ok. Kaka bisa duduk manis dan tenang saja di hari resepsinya", jelas Adam. "Sip, kalau begitu kami istirahat dulu", jawab Kevin. Kevin menggandeng Sinta menuju kamar tidurnya.


__ADS_2