Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Saatnya Have Fun dengan Anak


__ADS_3

Sehari sudah berlalu, masih tersisa satu hari penuh untuk Susi bisa menemani anaknya bermain. Esok Ia harus kembali ke Tanjung dan mengantar Susi kembali ke rumah Reza.


"Sus, kamu sudah bangun?", tanya Yahya. "Iya mas, tapi Reva belum bangun tuh", jawab Susi. "Biarkan saja Reva tidur, kita Subuh berjamaah yuk", ajak Yahya. Susi mengiyakan. Susi bangun dari tempat tidurnya dan segera bersiap. Setelah selesai shalat, barulah terdengar suara Reva yang memanggil ibunya. "Ma, mama dimana?", tanya Reva. "Mama ga jauh, masih di samping tempat tidur kok", jawab Susi. "Reva kira mama pergi", jawab Reva. "Besok mama pulang, hari ini masih ada waktu buat menemani Reva. Reva mau kemana?", tanya Susi. "Reva masuk sekolah, hari ini kan Sabtu ,ma", jawab Reva. "Kalau izin sekolah dulu saja karena ada mama boleh ga?", tanya Susi. "Boleh saja, tp mama ya yang lapor sama gurunya", jawab Reva. "Nanti mama yang hubungi gurunya ya", Jawab Susi. Akhirnya setelah memintakan izin sekolah buat Reva, Susi pun mengajak Reva dan Yahya untuk sarapan sebelum pergi bersama.

__ADS_1


"Kita mau kemana?", tanya Yahya. "Reva mau main di Mall, teman-teman Reva diajak orang tuanya main disana", kata Reva. "Ayuk, kita kesana. Reva bisa main sepuasnya", jawab Yahya.


Reva dengan senangnya bisa bermain bersama ibunya. "Ma, Reva senang bisa jalan-jalan sama mama. Bapak Yahya baik. Mama sepertinya baik-baik saja disana", kata Reva. "Alhamdulillah Reva, disana baik-baik saja, bagaimana kalau Reva ikut mama tinggal bersama?", tanya Susi. "Reva kasihan sama nenek yang sendirian di rumah kalau Abah Reza pergi bekerja. "Iya, tapi kamu juga sekolah, ga bisa menemani nenekmu terus", jawab Susi. "Tapi setelah pulang sekolah Reva dirumah saja, sesekali saja main sama teman di luar", kata Reva lagi. "Iya, mama juga tidak akan memaksamu ikut mama tinggal di Tanjung kalau kamunya ga mau", jelas Susi. "Masih lanjut mainnya?", tanya Susi. "Masih ma", jawab Reva. "Mama tunggu Reva di tempat duduk sini ya, mama cape menemani Reva muter-muter bermain, ajak aja Abah Yahya tuh", jawab Susi. Yahya tersenyum. "Tumben ga tahan muter-muter, biasanya kalau mau belanja, tahan aja berjam-jam muter", goda Yahya. "Itu beda mas", jawab Susi. Yahya tertawa cekikikan. "Sini biar Papa Yahya yang temani Reva main sampai puas", kata Yahya. "Ayo om", jawab Reva. "Ehem", kata Yahya. "Iya Pak", jawab Reva malu-malu. Sudah berapa kali Ia lupa untuk mengganti sapaannya om untuk Yahya menjadi Bapak. Ternyata tidak mudah membiasakan merubah memanggil dengan sebutan baru. Yahya yang sudah berumur mulai ngos-ngosan. "Masih sanggup lanjut mainnya Reva", kata Yahya. "Sedikit lagi", jawab Reva. "Baterai anak muda memang hebat, ga ada matinya ", kata Yahya. "Baterai apa Pak?", tanya Reva. "Ga papa, kamu lanjutkan saja mainnya", jawab Yahya. Beberapa menit kemudian Reva pun mengajak Yahya istirahat. "Yuk Pak, kita istirahat. Tuh mama duduk disitu", kata Reva. "Luar biasa Sus, anakmu semangatnya 45", kata Yahya. "Anak siapa dulu", jawab Susi bangga. "Masih lanjut Reva mainnya?", tanya Susi. "Ga ma, Reva sudah puas mainnya, boleh makan?", tanya Reva. Yahya tertawa. "Nah, kalau ini Papa Yahya juga mau", jawab Yahya. Mereka bertiga pun tertawa. Susi berharap momen ini tidak segera berakhir. Andai saja Boy juga ada disini, Ia ingin kebahagiaan bisa terus dirasakannya.

__ADS_1


"Mau makan apa?", tanya Yahya. "Jangan pesan banyak-banyak, takutnya ga sesuai lidah", kata Susi mengingatkan. Yahya tertawa mendengarnya. "Makan apa Sus?", tanya Yahya. "Makan ramen saja mas", jawab Susi. "Ga coba sushi?", tanya Yahya lagi. "Reva mau sushi Pak", jawab Reva. "Beneran mau?", tanya Yahya lagi. "Iya mau Pak, kata teman Reva rasanya enak", jawab Reva. "Reva pernah makan belum?", tanya Yahya lagi. "Belum, makanya mau coba", jawab Reva. "Jangan menyesal Lo, harus dihabiskan ya", kata Yahya. Susi yang paham maksud Yahya berkata, "Jangan pesan banyak-banyak, mubazir kalau tidak kemakan", kata Susi. "Reva jangan karena omongan teman langsung percaya", jelas Susi. "Makanya Reva mau coba sendiri, kalau ga enak Reva bisa bilang langsung yang bilang kalau masakan Jepang enak", kata Reva. "Ooh begitu", kata Susi. Susi penasaran apa yang dipesan suaminya. "Pesan apa mas?", tanya Susi. "Mas pesan paket bento saja, lengkap ada nasi, beef Yakiniku, tempura dan lain-lainnya", jawab Yahya. "Masih ada lagi Reva?", tanya Yahya lagi. "Yang dibakar-bakar itu apa Pak?", tanya Reva lagi. Yahya tersenyum. "Mau yang itu?", tanya Yahya. Reva mengangguk. "Abah pesankan satu juga ya buat Reva", jawab Yahya. Reva mengangguk dan bertepuk tangan. "Yeaay", kata Reva senang. "Pesan apa lagi mas?", tanya Susi. "Reva mau yakiniku, mas pesankan beef Yakiniku. Terus sebagai cemilan tambahan mas pesankan mochi, dorayaki dan takoyaki", jawab Yahya. "Siapa yang makan sebanyak itu?", kata Susi. "Kalau ga habis, bisa saja dibungkus", jawab Yahya. "Terserah mas lah", kata Susi lagi. Yahya pun menuliskan semua pesanannya. Reva yang sedari tadi sudah penasaran dengan rasa masakan Jepang pun sudah tidak sabar. "Kok lama?", tanya Reva. "Lagi dimasakin Chef nya, tuh keliatan di dapur kaca juru masaknya, lagi sibuk", jawab Susi. "Reba sudah lapar", jawab Reva. "Minum saja dulu sambil menunggu pesananmu", kata Yahya. Reva pun setuju. Tidak berselang lama setelah itu, pesanan pun datang.


"Wow", kata Reva. "Kenapa?", tanya Susi. "Makanannya sepertinya enak", kata Reva lagi. "Coba saja dulu", kata Susi. Reva langsung memakan sushi. Susi penasaran bagaimana rasanya di lidah Reva. "Bagaimana?", tanya Susi. "Sama seperti di film Doraemon, akhirnya Reva bisa makan dorayaki, sushi nya juga enak. Terus yang kenyal-kenyal ini apa ya?", tanya Reva. "Itu mochi", kata Yahya. "Enak juga", jawab Reva. "Jangan cemilan Mulu yang dimakan", kata Susi. "Sabar ma, Reva masih icip-icip sedikit", jawab Reva. Yahya tersenyum melihat kelakuan Reva yang memang lagi masa eksplor. Kali ini eksplor makanan. "Bulat-bulat seperti pentol ini enak banget ma, cobain deh", kata Reva. "Apa seenak itu?", tanya Susi. "Takoyaki memang enak kok", Yahya ikut menimpali. Ia pun ikut memakannya selain memakan bento pesanannya. "Ramen punyamu gimana rasanya Sus?", tanya Yahya. "Untung masih bisa diterima di lidahku mas", jawab Susi singkat. "Ini menu Bakaran pesanan Reva, namanya Yakiniku", kata Yahya. "Kaya makan di film-film", kata Reva. Reva terus saja makan dan tertawa. Yahya berbisik ke Susi, "Syukurlah Reva senang". Susi tersenyum dan berkata, "Setelah makan, kita kembali ke hotel ya, mama sudah cape pengen istirahat", kata Susi. "Iya ma, Reva puas mainnya hari ini, terus sama makan-makannya. Nanti ajak ka Boy makan disini juga ya ma", kata Reva. Susi mengangguk. "Iya, nanti kita ajak makan disini lagi kalau Reva suka", jawab Yahya. "Hore", jawab Reva. Setelah selesai makan, mereka pun menuju hotel untuk beristirahat. Hari yang melelahkan bagi mereka bertiga, namun menambah kedekatan hubungan diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2