Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah
Mengenal Pasangan Lebih Dekat


__ADS_3

"Assalamualaikum Sus, mas pulang", Yahya menyapa Susu dan langsung masuk ke dalam rumah. "Waalaikumsalam mas", jawab Susi singkat. Yahya yang baru pulang kerja melihat Susi yang lagi merapikan barang-barang. Ia pun memiliki ide untuk menggoda istrinya itu. "Ehem-ehem, istri siapa ini rajinnya?", goda Yahya. Tangan Yahya sambil menggelitik tubuh Susi. "Mandi sana mas, pulang kerja malah bercanda", kata Susi dengan muka sebel. Ia masih merasa harus menyusun peralatan barang-barang belanjaannya bersama Yahya. "Iya, iya, nanti mas bantu setelah mas mandi", jawab Yahya. Yahya pun pergi ke kamar mandi meninggalkan Susi yang masih sibuk menata perabotnya. "Akhirnya...", kata Susi. Susi lega karena semua perabot sudah tersusun rapi. Susi yang merasa kecapean langsung merebahkan diri di tempat tidur. Dan tanpa sadar Susi pun tertidur.


Yahya yang baru selesai mandi hanya bisa tersenyum melihat istrinya yang langsung tertidur setelah menyusun perabot di rumah mereka. "Capek sekali sepertinya, mas pergi ke rumah utama dulu ya", kata Yahya kepada istrinya itu. Yahya ini lucu sendiri karena ia sadar, "Kok aku ajak bicara orang yang sedang tidur". Kemudian Yahya berusaha menirukan suara istrinya itu, "Jangan lama-lama ya mas, nanti aku sendirian", kata Yahya sendiri sambil tersenyum sendiri. Paling nanti Susi bingung kemana diriku pergi saat dirinya bangun tidur.

__ADS_1


Yahya langsung menuju ke rumah utama dimana ada Kevin yang baru saja pulang kerja. "Sudah lama pulang dari kantor nya Vin?", tanya Yahya. "Inggih Bah, Kevin baru saja datang. "Ada apa Bah?", tanya Kevin lagi. "Ga ada apa-apa, apa ga boleh Abah menjenguk anaknya sendiri?", tanya Yahya balik. "Kapan saja bolehlah", jawab Kevin. Mereka berdua pun berbicara santai sampai Yahya lupa waktu sudah menjelang Magrib. "Aduh Vin, Abah pulang dulu ya", kata Yahya. "Abah takut kalau istri marah ya?", ledek Kevin. "Abah kesini mah belum bilang sama dia Vin", jawab Yahya. Yahya pun pergi meninggalkan Kevin. "Semoga istri yang dipilih Abah benar-benar tulus", harap Kevin di dalam hati. Kevin sebenarnya menginginkan yang terbaik untuk Abahnya. Namun terkadang saat bahasa lisan tidak sanggup terucap, mungkin dengan perhatian lah rasa sayang itu bisa dilihat.


"Assalamualaikum.. ", kata Yahya. Merasa tidak ada jawaban Yahya langsung masuk rumah dan kaget Susi langsung menyambutnya di belakang pintu. "Astagfirullah... ", kata Yahya. "Kaget ya mas, kok masuk rumah kaya diam-diam gitu. Habis dari mana tadi?", kata Susi. Yahya tersenyum dan berkata, "Ada deh". "Jawab yang serius", kata Susi lagi. "Kalau ga jawab, ga ada makan malam", kata Susi lagi. "Maut ancamannya nih, ga bisa mas biarin. Ga usah curiga mas mu. kemana-mana, cinta mas buat Susi seorang", jawab Yahya. "Gombalmu ga berlaku mas, jawab napa", kata Susi. "Ya udah, mas tadi ke rumah utama, mengunjungi Kevin. Kamu juga bisa kesana, sudah mas kasih kunci rumahnya. Kamu bisa saja kesana sendiri tanpa mas", kata Yahya. "Pasti bicarakan aku kan mas", kata Susi. "Idih, kamu kok jadi sensitif, gimana datang bulannya sudah telat belum? Biar nanti diperiksa, siapa tahu ada bayi", canda Yahya. "Mas...", kata Susi dengan mata yg melotot. "Serius, cuma ngobrol biasa saja. Bahkan ga ada membahas kamu sama sekali", jawab Yahya. "Makanya kalau istri tanya, langsung dijawab, jadi kan ga mikir yang macam-macam", kata Susi lagi. Yahya pun mengangguk.

__ADS_1


"Mas, mengapa mas memilih Susi, padahal banyak kandidat yang dipilihkan buat mas", kata Susi. "Mas merasa cocok, dan mungkin sudah jodohnya kali", kata Yahya. "Terus, kamu sendiri mengapa mau sama mas yang tua ini?", tanya Yahya. "Tebak", jawab Susi. Ah kamu ini, sudah jadi istri masih saja misterius", canda Yahya. Susi tersenyum. Yahya sungguh bahagia, pernikahan kedua nya tidak seperti yang ditakutkan orang-orang. "Sering-seringlah kamu bertemu Kevin", kata Yahya. "Iya", jawab Susi.. "Kalau ga percaya, Susi bisa tanya langsung sama Kevin", kata Yahya. "Sudah sudah mas, iya Susi percaya", Susi pun menyudahi pembicaraannya dengan Yahya.


Menikah dengan Yahya merupakan keputusan yang tepat, tapi Susi juga perlu waktu untuk menyesuaikan dengan keadaan di sekitar mas Yahya. Sedikit banyak Susi memahami betul kalau sosok dirinya akan sering disandingkan dengan almarhumah Fatma, istri Yahya sebelumnya. Dan juga cinta Yahya terhadap Fatma cukup besar, sampai Susi pun masih cemburu kalau Yahya sering membicarakan Fatma, padahal kenapa juga cemburu, Fatma sudah tidak ada di dunia ini, yang ada saat ini adalah Susi yang menemani Yahya. Sedangkan Yahya juga perlu memahami masa lalu Susi yang pernah gagal dalam pernikahan, sehingga bagi Susi itulah hal yang perlu dilakukan Yahya. Menerima dengan ikhlas bagaimanapun pasangan kita, baik dan buruk sifatnya, terkadang kita hanya mau baiknya saja, tapi tetap saja itulah pasangan kita. Pasangan juga mencerminkan kita, sesekali kita perlu berkaca bahwa jangan hanya menyalahkan pasangan ja tanpa melihat situasinya.

__ADS_1


__ADS_2