
Setelah tertidur kurang lebih 1 jam. Susi pun terbangun dari tidurnya. Lelah menemani Reva bermain tidak dirasakannya. Ia memandangi wajah Reva yang sedang tertidur pulas. Susi tersenyum senang. Dan disaat dirinya melihat Yahya suaminya yang juga sedang tertidur, namun Susi tertawa kecil didalam hatinya. Yahya tertidur dengan mulut menganga, sepertinya Yahya sedang lelap tidur karena kelelahan. Susi yang tadinya ingin menjahili suaminya, seketika langsung iba dan berkata pada dirinya sendiri, "Biarlah Yahya tidur, besok nanti harus menyetir buat kembali ke Tanjung. Seandainya waktu tidak segera berakhir, mereka bisa tetap berada disini terus", pikir Susi. Susi yang tadinya melamun dalam pikirannya, tetiba terbangun karena Reva yang terbangun dari tidur siangnya. "Jam berapa ma?", tanya Reva. "Bangun tidur kok langsung tanya jam, memangnya kenapa?", jawab Susi. "Reva mau berenang", jawab Reva sambil tersenyum. Susi ingat kalau Reva bisa mandi berenang di fasilitas kamar hotel. "Ga ingin jalan lagi?", tanya Susi. "Mau berenang ma", kata Reva lagi. "Ya sudah, mama siap-siap dulu. Terus kita tunggu Abah Yahya bangun, baru berangkat bersama", jawab Susi. Namun Reva menolaknya, "Biar Papa Yahya tidur ma, kasihan kalau dibangunin. Kita berdua saja berenang". Susi setuju dengan permintaan Reva untuk mereka berdua pergi berenang, namun Susi tidak lupa menuliskan pesan singkat di meja buat Yahya, "Mas, kami berenang di bawah, nanti mas susul ya kalau sudah bangun". Setelah menulis pesan itu, mereka pun pergi berenang.
Selama berenang, Reva lebih banyak tertawa cekikikan. Bahkan rasa dingin air ketika mereka bercebur ke dalam air tidak terasa. Susi yang sudah mulai merasa kedinginan, langsung berhenti berenang dan masih menunggu Reva yang terus saja asyik berenang dan ngobrol sesama penguna kolam renang.
Dari tempat duduknya, Susi bisa mengawasi Reva yang asyik berenang dan bermain bersama teman-teman yang baru di kenalnya karena sama-sama berenang di kolam yang sama. Sambil menunggu Reva berenang, Susi memesan menu cemilan ringan dan minuman buat dirinya sendiri. Susi pun memanggil Reva kalau-kalau Reva haus, tapi Reva tetap asyik saja bermain di air. Tiba-tiba Susi kaget ada yang menepuk bahunya. Saat menoleh siapa yang menepuk bahunya, "Ah ternyata kamu mas, kukira siapa", kata Susi. Yahya menarik kursi dan langsung duduk di samping Susi. "Mas ga ikut berenang? Reva masih bertahan di kolam", Jawab Susi. "Ga, mas melihat saja dari sini, pas kebetulan sudah kesini, karena sebelumnya para anak-anak sudah dapat berenang namun ga juga berhenti. "Mas melihat saja, biar kalian berenang
__ADS_1
Kamunya kapan menemani Reva berenang?", tanya Yahya. "Susi tadi sudah berenang bareng Reva, sehabis itu Reva berenangnya Lama sekali belum juga berhenti. Susi memilih berhenti berenang, sudah dingin banget, ga tahan berendam lama-lama di air. Tapi memang dasar si Reva tahan betul berenang nya", jawab Susi. "Namanya juga anak-anak Sus, kalau sudah senang sama sesuatu ya lupa waktu, nanti diingetin aja kalau hari sudah mau sorean menjelang Magrib, kita kan mau siap-siap makan malam, terus istirahat karena besok harus pulang ke Tanjung", jelas Yahya. "Iya mas, coba Reva mau kita ajak ke Tanjung ya mas", kata Susi. "Pelan-pelan saja, biar Reva menyesuaikan juga", jawab Yahya.
Yahya kemudian duduk memesan makanan. Setelah itu mereka pun ngobrol bareng sambil menunggu anak perempuan itu selesai mandi.
Selang beberapa menit kemudian, Reva datang dan sudah berganti pakaian. "Sudah selesai berenangnya?", tanya Susi. Reva mengangguk. "Ah capenya, laper lagi", jawab Reva. "Baru merasa laper sekarang dari tadi disuruh berhenti berenangnya , lupa waktu", jawab Susi. "Masih seru ma", jawab Reva. "Sudah, sudah, Reva mau makan apa, pesan dulu ya", kata Yahya. "Iya Pak", jawab Reva. Setelah makan bersama, mereka pun kembali ke kamar hotel untuk beristirahat.
__ADS_1
Susi memandangi Reva yang sudah tertidur pulas, lebih cepat dari jadwal anak seusinya yang biasanya tidur jam 9 malam. Yahya kemudian menyadarkan istrinya yang masih termenung. "Lagi memikirkan apa?", tanya Yahya. "Besok kita pulang mas", jawab Susi. "Nanti juga kita bisa ke sini lagi bertemu Reva", jawab Yahya. Yahya tahu apa yang dipikirkan istrinya, pastinya tidak rela meninggalkan Reva lagi. "Sabar, nantinya kita coba pengaruhi anak-anak agar mau tinggal bersama kita", kata Yahya yang berusaha menenangkan istrinya itu. Susi pun setuju.
Keesokan paginya. Reva berseru, "Yeay, hari Minggu". "Memangnya kenapa hari Minggu?", tanya Susi. "Kalau hari Minggu Abah Reza akan ajak Reva jalan-jalan, ayo kita pulang ma ke rumah Abah Reza", ajak Reva. "Kita sarapan dulu sebelum pergi, mamamu juga mau berkemas sekalian nantinya mau pulang", jawab Yahya. "Pulang? Mama mau pulang kemana?", tanya Reva. "Mama kan ga bisa lama-lama disini, Abah Reza besok Senin sudah harus masuk kerja. Rencananya hari ini mama dan Abah Yahya pulang ke Tanjung", jelas Susi. "Ah iya, Reva lupa karena senang mama disini", kata Reva. "Nanti mama akan jenguk Reva lagi", kata Susi. Susi pun segera berkemas dan mempersiapkan barang-barang dirinya dan Reva. Karen setelah ini, Susi dan Yahya akan mengantar Reva pulang. Sebelum pulang, Susi pun mengajak Reva untuk sarapan dulu. Reva senang bisa liburan sama mamanya, terlihat dari raut wajahnya yang senang dan makan dengan lahap. "Reva jangan sedih ya kalau mama pulang", kata Yahya. "Iya Pak, Reva mengerti, kalau rumah mama di Tanjung, tinggal bersama Pak Yahya", jawab Reva. Mereka pun melanjutkan menikmati sarapan yang sudah merupakan fasilitas hotel tempat menginap. Setelah sarapan, mereka pun pergi dari hotel itu.
Di perjalanan, mama Susi menanyakan apakah ada yang mau dibeli Reva. Reva menjawab kalau dirinya ingin membeli roti, buat dibawa ke rumah Abah Reza. Yahya setuju ide Reva. "Beli roti dimana?", tanya Yahya. "Disana saja Pak", kata Reva sambil menunjuk ke salah satu tokoh roti. Reva pun memilih roti yang mau dibelinya sebagai oleh-oleh pulang sehabis jalan-jalan dengan Abah Yahya dan mama Susi. Setelah itu mereka mengantar Reva ke tempat Reza.
__ADS_1
Sampai di tempat Reza, Reva langsung memeluk Abah Reza dan langsung bilang pergi kemana saja selama pergi dengan mama. "Syukurlah kamu senang. Istirahatlah, tapi jangan lupa sapa nenekmu yang nanyain kamu terus", kata Reza. "Biar mama nemenin kamu", kata Susi.
Sekarang tinggal Reza dan Yahya berdua di ruang tamu. "Bagaimana kabar di Tanjung?", tanya Reza. "Alhamdulillah baik", jawab Yahya. "Aku senang bisa melihat Susi bahagia tertawa lepas seperti itu", kata Reza. "Terima kasih atas dukungannya", jawab Yahya. "Susi wanita yang baik, tapi jangan sampai ia terpengaruh dengan omongan orang lain. Itu yang bisa merubah Susi. Kamu harus selalu memperhatikan Susi", kata Reza. "Tentu saja sebagai suaminya aku akan memperhatikan itu", jawab Yahya. Reza tersenyum. Dan tidak lama kemudian Susi datang. Yahya bertanya, "Sudah selesai?". Susi mengangguk. Yahya pun berpamitan kepada Reza kalau dirinya dan Susi akan pulang ke Tanjung hari ini. Reza mendoakan agar perjalanan mereka selamat sampai tujuan. Semua akan berakhir indah kalau semua bersedia melepaskan dan membiarkan sesuatu pergi asalkan bahagia.