
"Ma", kata Reva. "Iya", jawab Susi. "Reva senang mama datang", kata Reva sambil memeluk Susi. Susi pun balas memeluk anaknya itu. Susi merasakan perasaan tumpah ruah, bahagia bercampur haru menyelimuti perasaan Susi, sampai-sampai tidak sadar air mata Susi menetes. "Mama kok nangis?", tanya Reva. "Mama ga nangis, mama senang bisa bertemu Reva", jawab Susi. Kedua insan itu tertawa.
Setelah membantu menyiapkan barang-barang Reva, Susi pun pamit dengan ibu mertuanya. "Jaga Reva ya", pesan ibu. "Iya Bu", jawab Susi. Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu.
"Om, gimana mama selama di Tanjung?", tanya Reva pada Yahya. Yahya tersenyum. "Reva, kenapa ga tanya mama langsung?", jawab Yahya. "Susah, kalau tanya mama belum tentu di jawab", jawab Reva dengan lugunya gaya khas anak-anak. "Ayo tanya apa, memang kapan mama ga jawab pertanyaan Reva?", jawab Susi sambil mendekatkan duduk Reva. "Kalian ini, daripada tanya rahasia-rahasia, nanti saja ngobrolnya setelah sampai di hotel. Tapi kita makan malam dulu, mau makan apa?", tanya Yahya lagi. "Makan ayam goreng om", jawab Reva. "Kok masih panggil om sih?", tanya Yahya. Reva terdiam dan kemudian memandang ibunya. "Kalau Reva masih panggil om, jadi masih terasa orang asing. Reva bisa panggil Bapak atau Ayah", jelas Susi. "Tapi om bukan Abah Reva, Abah Reva adalah Reza", jawab Reva lagi. Susi jawab, "Betul, Reza adalah Abah Reva, tapi sekarang mama menikah dengan om Yahya, jadi Reva jangan panggil om lagi. Pilih mana? Bapak atau Ayah?". Reva menunjukkan raut wajah seperti berpikir, apa ya panggilan buat om Yahya. Yahya yang melihat kebingungan Reva pun berkata, "Jangan dipaksa Sus, Reva boleh panggil apa saja. Yang penting Reva nyaman". "Reva tahu, Bapak boleh?", tanya Reva. Susi mengangguk. "Om sih oke saja", kata Yahya. "Kok om sebut om lagi, katanya jangan panggil om lagi", kata Reva. Yahya dan Susi tertawa bersama.
__ADS_1
Yahya pun membawa Susi dan Reva ke tempat makan yang seperti diinginkan Reva. "Apakah ini ayam gorengnya?", tanya Yahya. "Waaah om hebat, tahu Reva suka ini", jawab Reva. "Ehem ehem", kata Yahya. "Iya Pak", jawab Reva. Yahya memandangnya, Reva pun tersenyum. "Sudah-sudah, buruan pesan dan kita bisa langsung makan, habis itu bisa istirahat. Biar besok bisa dipikirkan mau pergi jalan kemana ngajak Reva jalan-jalan", kata Susi. Yahya dan Reva pun langsung kompak tangan tanda mereka setuju. Susi yang melihat bingung kapan mereka jadi seakrab begini.
Setelah makan, mereka bertiga pergi ke hotel dimana menginap. "Kenapa kesini ma?", tanya Reva. "Mama kan tinggal disini selama di Banjarmasin, jadi Reva juga tinggal disini selama mama mengunjungi Reva", jawab Susi. "Kenapa ga tinggal dirumah Abah Reza saja ma?", tanya Reva lagi. "Sudah ga bisa lagi Reva, mama sudah menikah lagi. Dan ga bisa tinggal di rumah Abah Reza lagi", jelas Susi lagi. "Ooh gitu, tapi mahal nginap disini", kata Reva lagi. "Ga usah dipikirkan, nanti Reva bisa berenang disini, ada kolam renangnya Lo", kata Susi. "Serius ma?", tanya Reva. "Iya, masa mama bohong", jawab Susi. "Ayo ma, kita berenang", ajak Reva dengan semangatnya. "Berenangnya ga bisa hari ini Reva, sudah malam. Besok pagi ya", bujuk Susi. "Yaah", kata Reva dengan nada sedikit kecewa. "Boleh Reva minta pizza ma?", tanya Reva. "Masih belum kenyang juga?", tanya Susi. Reva diam saja. "Nanti dipesankan, yang penting Reva istirahat ya", kata Yahya.
Setelah mandi yang cukup lama, Reva pun keluar dari kamar mandi. "Lama banget mandinya, senang main airnya?", tanya Susi. Reva hanya tertawa. "Tuh pizza Reva sudah ada di meja, bisa dimakan kok", kata Yahya. "Assyiik, pizza datang. Aku akan memakan mu. Terima kasih Bapak", kata Reva. Yahya tersenyum. "Kamu jangan memanjakannya", kata Susi. "Biasa saja, kapan lagi ya Reva?", tanya Yahya kepada Reva. Namun Reva tidak ada respon balik, Ia asyik melahap pizza nya sampai-sampai tidak mendengar kata-kata Yahya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama memakan pizza, Reva merasa kekenyangan. "Aduh perut Reva penuh", kata Reva sambil menunjukkan perutnya yang besar. Kemudian Reva tertawa. "Reva sini", ajak Susi agar Reva duduk di sampingnya. "Ada apa ma?", tanya Reva. "Kita telepon sama-sama kakakmu", jawab Susi. "Telepon kak Boy ma?", tanya Reva lagi. "Iya, mama juga kangen sama dia, tapi sekarang baru bisa jenguk Reva, mungkin kalau sekolah sudah liburan, mama bisa ajak Boy ke Tanjung", jelas Susi. "Ayo ma, cepet!", desak Reva. "Semangat sekali", kata Susi. "Reva juga kangen kakak, soalnya Abah Reza ga pernah ngajak-ngajak Reva kalau mau telepon kakak Boy.
Susi pun mulai menelepon Tia. Dengan sabar Susi menunggu sampai teleponnya diangkat. "Assalamualaikum Sus", sapa Tia. "Tante, Tante, ini Reva", kata Reva. "Jawab dulu salam tantemu, malah nyelonong aja si Reva", kata Susi. "Waaah lagi kumpul ya", kata Tia. "Tunggu pasti nyari Boy, ia lagi di kamarnya. Aku kesana dulu ya, ini gimana teleponnya, tutup dulu nanti telepon lagi atau bagaimana?", tanya Tia. "Ga papa sambil jalan saja kamu ke kamar Boy, sekalian kami juga bisa lihat keadaan rumah di Palangkaraya", jawab Susi. "Okelah kalau maunya begitu, jadi Boy lagi di kamar, karena baru selesai makan malam. Biasanya juga Boy habis makan malam, ngadem di kamarnya", jelas Tia. Tia sambil jalan berbicara menuju kamar Boy. Di depan kamar Boy, Tia berkata, "Boy, ini Tante Tia". "Iya Tante", jawab Boy. "Ada apa Tante?", tanya Boy. "Lihat... Siapa ini?", kata Tia sambil menunjukkan telepon dengan Susi dan Reva. Mata Boy terbelalak kaget. "Mama, Reva", kata Boy. "Kaka", seru Reva. "Gimana disana Boy?", tanya Susi. "Senang deh dijenguk mama kan Reva?", kata Boy. "Disini baik ma, Boy cocok saja disini", tambah Boy. "Syukurlah kalau betah disana", kata Susi. Mereka bertiga pun bercanda ria di telepon. Tidak terasa sudah mau satu jam telepon. "Nantinya mama juga akan jenguk Boy", kata Susi. "Janji ya ma", kata Boy. "Iya", jawab Susi. "Sudah dulu ya Boy, istirahat yang cukup jangan banyak begadang", pesan Susi. "Iya ma", jawab Boy. "Tia, titip Boy ya", kata Susi. "Tenang ka, Boy aman, Tia gitu loh", kata Tia dengan bangganya. Terkadang Tia memang sosok yang lucu, namun narsis nya ga ketolongan juga. "Bye Tia, Assalamualaikum", kata Susi menutup teleponnya. "Nanti kalau mama jenguk kak Boy, Reva juga diajak ya ma", kata Reva. "Iya, anggap saja sekalian liburan kitanya. "liat juga kapan ada jam kosongnya", jawab Susi.
Yahya pun masuk. Susi yang baru menyadari kalau suaminya baru datang habis keluar dari kamar hotel bertanya, "Mas darimana?". "Mas duduk di lobi hotel saja sambil pesan minum", jawab Yahya. "Mas kalau jalan jangan sendirian, kita juga mau ikut", jawab Susi. "Besok kan bisa", jawab Yahya. Yahya pun menjelaskan, kenapa dirinya tidak mengajak Susi dan Reva, karena Yahya merasa Reva dan Susi perlu waktu berdua melepas kangen. Susu pun memahami keinginan suaminya itu. "Kalau ngobrolnya sudah mau selesai, jangan lupa istirahat ya", jawab Yahya "Biar badan ga cape", jawab Yahya lagi. "Mas tidur di bed satunya, kalian tidur bareng saja", kata Yahya. Susi dan Reva mengangguk setuju saja.
__ADS_1