
Rindu dan Chandra tiba di salah satu restoran yang berada tak jauh dari rumah sakit, Chandra memesan beberapa makanan. Pria itu sebisa mungkin menghibur Rindu meski hanya di balas dengan sebuah senyuman.
"Makan lah." ucap Chandra.
Rindu hanya menatap makanan yang sudah terhidang di atas meja, "Kakak juga belum makan mas sejak kemarin malah." ucap nya sedih.
"Kakak mu akan sadar mungkin sebentar lagi, kamu bisa memesankan makanan yang enak untuk nya tapi kamu makan dulu." bujuk Chandra.
Rindu mulai makan, namun tak ada semangat dari wajah "Apa mau aku suapi?" goda Chandra membuat mata Rindu membulat "Kenapa?" tanya Chandra.
"Aku bisa sendiri." ucap nya kemudian makan dengan lahap.
"Apa kamu masih mencintai nya?" tanya Chandra tiba-tiba.
Rindu menghentikan aktifitas, wajah sayu itu menatap pria yang ada di depan nya. " Dia hanya luka yang tak akan kembali bertahta di hati ini lagi." jawab Rindu serius.
"Apa kau serius?"
"Apa aku pernah berbohong pada mu?" tanya balik Rindu "Kau dan aku adalah dua orang yang pernah terluka kemudian kita di pertemukan untuk saling menyembuhkan luka."
Chandra tersenyum puas dengan ucapan Rindu, hati nya sedikit lega namun tak di pungkiri ia sangat takut akan kehilangan seseorang yang sangat ia cinta.
"Aku harap kau adalah jawaban dari segala doa ku Rindu." lirih Chandra namun masih terdengar jelas oleh Rindu.
__ADS_1
"Terimakasih sudah menyebut nama ku dalam doa mu mas."
Mereka selesai, kemudian langsung kembali kerumah sakit. Rindu bergegas masuk, namun binar wajah nya berubah saat melihat pria dengan balutan luka itu duduk berselonjor di atas brankar.
"Kakak...." ucap Rindu girang "Kakak sudah sadar "
"Benarkan kata ku, kakak mu akan sadar jika kamu membawakan nya makanan enak." ucap Chandra sedikit terkekeh.
"Jangan menangis lagi, kakak baik-baik aja." ucap Elang saat melihat adik nya mengeluarkan air mata "Wajah mu jelek jika kamu menangis terus."
Rindu menghapus air mata nya, "Maafkan Rindu kak."
"Sudah lah, apa pun yang penting adik kakak bahagia."
"Tapi, gak ada yang jaga kakak tante."
"Biar Chandra yang menemani nya, sebaik bya kamu ikut om dan tante pulang, lagian om Hisyam juga ikut pulang." bujuk Gautama.
Mau tidak mau, Rindu memilih ikut tak di pungkiri jika tubuh nya sangat lelah dan butuh istirahat.
Kini hanya ada Elang dan Chandra, " Tadi kami tidak sengaja bertemu dengan Bayu." ucap Chandra.
"Di mana?" tanya Elang penasaran.
__ADS_1
"Di rumah sakit ini."
"Lantas?"
"Dia akan merebut Rindu kembali."
"Dan gue tidak akan membiarkan pria itu bersanding dengan adik Rindu."
"Gue harap semua akan baik-baik saja." ucap Chandra frustasi.
"Maafin gue Chand, seharus nya pernikahan kalian dua minggu lagi dan gara-gara gue semua nya harus di undur."
"Udahlah semua ini udah takdir kali, mungkin ini yang di nama kan cobaan sebelum menikah."
"Apa Bayu tahu kalau gue di rawat di sini?" tanya Elang.
"Gue rasa tidak."
Mereka terus mengobrol, ke dua pria itu kembali mengingat kenangan masa lalu saat masih remaja. Gelak tawa terdengar di setiap sudut ruangan bernuansa putih abu-abu. Namun dari balik pintu yang tak terkunci, Bayu sedang menguping pembicaraan mereka. Entah tahu dari mana kalau Elang sedang di rawat tapi ia sangat bersyukur karena ini adalah kesempatan Bayu untuk bertemu dengan Rindu.
Hii...terimakasih sudah mampir di karya pertama oppa, mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan di hati para pembaca. Mohon maaf juga jika dalam setiap penulisan terdapat banyak Typo.
Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya oppa ya😊
__ADS_1
Karena Vote kalian adalah semangat oppa😊