
Jika kau dan aku adalah jodoh yang telah tertulis,
Yakinlah, sejauh apa pun kita pasti akan tetap bersatu.
Debur ombak beriak di garis pantai, siul burung menemani senja dalam jingga. Pasir putih lembut memberi kenyamanan pada kaki, semilir angin menusuk masuk menembus kulit.
Elang berdiri menatap matahari yang telah membulat sempurna itu, wajah nya datang tak bertuan di antara hati yang temaram.
"Hei....sedang apa?" kejut Lintang.
"Menatap apa yang seharus nya di tatap." jawab nya datar.
"Kau kenapa?"
"Tidak kenapa-kenapa, hanya memikirkan nasib cinta yang tak kunjung datang."
"Kenapa tidak mencari nya?"
"Untuk apa di cari, jika Tuhan telah menyiapkan satu untuk ku, aku yakin akan cara nya yang pasti menyatukan ku dengan jodoh ku kelak."
Lintang menarik nafas dalam, wanita itu memejam kan mata nya sejenak untuk menyegarkan otak yang lelah.
"Lintang...." panggil Elang.
"Iya...."
"Jika jodoh ku adalah kamu bagaimana?" tanya Elang serius.
"Jangan bercanda." ujar Lintang terkekeh.
"Aku serius," ucap nya.
Lintang yang semula tertawa lucu kini wajah nya juga ikut serius.
__ADS_1
"Kenapa aku?" tanya Lintang.
"Karena selain Rindu, aku hanya mengenal satu wanita yaitu kamu."
"Aku tidak percaya."
"Kau bisa tanya Rindu atau warga sekitar sini."
"Oh ya..."
"Hmmm....Lintang." panggil Elang sekali lagi, pria itu bahkan memberanikan diri meraih tangan Lintang.
Jantung kedua nya hampir saja lompat keluar, detak irama tak beraturan jelas terdengar dari jantung kedua nya.
"Aku mencintai mu." ucap Elang.
"Sejak kapan?" tanya Lintang gugup.
"Sejak aku membuka kembali kenangan masa kecil kita, aku melihat foto mu di waktu yang lalu."
"Jangan bercanda."
"Jangan main-main soal cinta Elang, kalau sudah membawa hati urusan nya akan beda lagi."
"Aku tidak pernah main-main dalam hidup ku, apa lagi soal masa depan ku." ucap Elang serius, "Maukah kau menatap senja bersama ku hingga kita menua bersama?" tanya Elang.
Lintang diam, gadis itu sebenarnya senang juga bahagia namun ia tak tahu harus menggambarkan nya bagaimana.
"Jawab aku Lintang." punya Elang.
"Dan hari ini adalah senja pertama untuk kau dan aku." jawab Lintang.
"Maksud mu?" tanya Elang bingung.
__ADS_1
"kau artikan saja." ujar Lintang kemudian pergi begitu saja.
Elang mengejar Lintang, "Apa kau menerima cinta ku." tanya Elang setengah berteriak.
Lintang tak menjawab, gadis itu hanya menangkupkan kedua tangan nya berbentuk hati.Elang yang mengerti dengan maksud Lintang langsung melompat kegirangan.
Hari semakin gelap, Elang pulang dengan senyum yang terus mengembang membuat Hisyam bingung.
"Apa kau sudah tidak waras?" tanya Hisyam.
"Eh, calon mertua." ujar Elang membuat Hisyam mengerutkan kedua alis nya.
"Siapa calon mertua mu?"
"Ya om lah siapa lagi."
Semakin tidak mengerti, Hisyam bertanya kembali "Cepat katakan ada apa?"
"Om, apa om merestui jika Elang dan Lintang bersama?"
Hisyam tersenyum paham, "Jika kalian saling menyukai, om hanya bisa mendoakan yang terbaik, lagian kamu anak yang baik pasti cocok untuk anak om."
"Terimakasih om." ucap Elang.
"Jaga anak om, dia sudah cukup menderita selama ini."
"Pasti om pasti." ujar Elang berjanji.
Elang kemudian masuk ke dalam kamar, pria itu langsung memberitahu kabar bahagia diri nya kepada Rindu.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘