Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
55.Calon Ipar


__ADS_3

"Jika suatu saat lo menyakiti adik gue, gue akan buat perhitungan sama lo." ujar Elang.


"Kakak ipar tenang aja, adik ipar ini tidak akan tergoda dengan barang bekas tak layak pakai."


"Hati-hati dengan Rindu, dia mudah terbawa perasaan."


"Gue tahu itu."


"Arana wanita yang nekat, gue juga kenal dia, dan lo harus hati-hati."


Chandra menarik nafas dalam, pria itu tak pernah membayang kan jika rumah tangga nya akan di uji dengan orang dari masa lalu nya.


"Kalian ngapain di sini malam-malam?" tanya Rindu menghampiri kakak dan suami nya di taman.


"Owh...membahas pekerjaan." jawab Elang berbohong.


"Membahas pekerjaan kok di taman."


"Karena butuh udara segar sayang." kilah Chandra "Ayo masuk kasihan anak kita." ajak nya.


Elang menatap punggung adik nya yang masuk bersama Chandra, pria itu sedikit berbisik pada hati nya.


"Kenapa ujian cinta mu sangat luar biasa Rindu, dulu Bayu sekarang Arana." ucap nya lirih.


Elang merasa sedih dengan keadaan adik nya, sebisa mungkin pria itu tak menampakan kesedihan nya di depan Rindu mau pun Lintang.

__ADS_1


Pagi menjelang, Elang sedang sibuk mempersiapkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Elang.


"Kak, apa kakak yakin akan memulai semua nya?" tanya Rindu.


"Kakak yakin, setelah kakak menikah kakak akan memutuskan untuk pindah dan mengelola hotel peninggalan orang tua kita."


"Kenapa tidak sekarang saja pindah nya?"


Elang menghentikan aktifitas nya, pria itu berpindah duduk di depan adik nya. "Ada yang harus kakak selesai kan dulu Rindu."


"Apa ada hubungan nya dengan om Hisyam?"


"Iya, Lintang tak akan menikah jika orang tua nya tak bersatu kembali, dia ingin merasakan bagaimana rasa nya punya keluarga yang lengkap sebelum menikah."


"Jadi, apa yang akan kakak lakukan?"


Rindu kemudian keluar dari kamar kakak, ia kembali menghampiri Lintang yang masih berada di kamar nya.


"Hai...calon kakak ipar ku." sapa Rindu.


"Hai...juga calon adik ipar ku." balas Lintang membuat kedua wanita itu tertawa.


"Bagaimana, ada kemajuan soap hubungan om Hisyam dan tante Laras?"


"Sedang di usahakan, kamu doa kan saja yang terbaik untuk mereka."

__ADS_1


"Baiklah kakak ipar."


Rindu kembali ke kamar nya, namun ia merasa jengkel karena mendapati suami nya yang masih tidur di balik selimut.


"Mas, bangun." ujar Rindu menggoyangkan tubuh suami nya.


"Hmmmm.."


"Mas bangun, kamu kan janji mau mengantar kakak."


"Jam berapa sekarang?" tanya nya dengan suara khas bangun tidur.


"Jam 7," jawab Rindu singkat.


Mata Chandra tiba-tiba segar, pria itu langsung bangun menuju kamar mandi.


"Sayang, cepat siapin pakaian kerja ku." ucap nya sambil menutup pintu.


Rindu kemudian bergegas menyiapkan setelan jas yang akan di pakai suami nya. Setelah semua nya selesai, Chandra dan Elang langsung berangkat karena mereka sudah telat.


Rindu dan Lintang juga Wulan sedang sibuk membuat kue, berkat kemahiran yang di miliki Lintang, wanita itu dengan cekatan membuat semua kue yang di minta Rindu dan Wulan. Ketiga wanita itu bahkan terlihat seperti ibu dan kedua anak nya. Wulan bahkan sangat bahagia karena ia merasa memiliki anak perempuan, wanita paruh baya itu juga tak mengizinkan Rindu turun tangan, membuat Rindu yang sedari tadi menonton kerja mereka, tangan nya mulai gatal ingin ikut membantu.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘

__ADS_1


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2