
Nyata nya, mengikhlaskan sesuatu jauh lebih baik dari pada menyimpan nya sebagai dendam.......
Hari yang sibuk, kedua pasangan suami istri itu sedang berkemas untuk pergi berlibur, sedikit raut wajah Rindu terlihat murung membuat Chandra merasa khawatir.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya pria yang sedang sibuk itu.
"Aku hanya merasa bersalah mas,"
" Apa yang membuat mu merasa bersalah? coba katakan pada suami mu ini."
"Aku baru saja berduka mas, lalu aku pergi berlibur." jelas Rindu.
Chandra membuang nafas kasar, " Sayang, jika kau terus memikirkan nya, kau akan jauh lebih sedih. Jika kau sedih Tuhan tidak akan percaya pada kita lagi."
"Lalu, aku harus bagaimana?"
"Bukan kah kau telah mengikhlaskan yang sudah pergi? lalu kenapa kau masih bersedih? bukan keikhlasan nama nya jika kau masih menyimpan keraguan di hati mu."
Rindu terdiam, wanita itu memeluk suami nya." Maafkan aku mas, aku hanya memikirkan kesedihan ku tanpa memikirkan kesedihan mu."
"Sudahlah sayang, yang lalu biar berlalu, sekarang mari kita buat bahagia rumah tangga kita."
Rindu kembali bersemangat, wanita itu kemudian membantu suami nya untuk berkemas.
__ADS_1
"Kemana kita akan pergi mas!?" tanya Lintang.
"Ke tempat yang indah." jawab Elang.
"Aku ikut saja mas, asal jangan kau bawa aku ke dalam jurang." ujar Lintang.
"Kalau ke jurang hati mu boleh kan?" goda Elang.
Lintang mencibir, wanita sangat malu dengan godaan suami nya.
Begitulah drama di kamar masing-masing, mereka saling membantu dan bercanda saat berkemas.
Sore hari nya, mereka berangkat ke bandara bersama-sama dengan tujuan berbeda.Rindu kesal karena mereka liburan terpisah.
"Sayang sudahlah, biarkan mereka berdua, mereka juga butuh privasi." bujuk Chandra.
"Kamu kan tahu jika mereka masih hangat-hangat nya, paham dikit lah."
"Terserah kamu mas, awas aja jika tempat nya jelek." ancam Rindu.
Cukup melelahkan, karena Rindu dan Chandra ternyata pergi berlibur ke negara tetangga.
Rindu hanya menikmati penerbangan nya dengan tidur.
__ADS_1
Negara yang di kenal dengan patung singanya adalah tujuan Chandra, pria itu sengaja mengajak istri nya pergi ke negara itu karena ia tahu jika Rindu belum pernah pergi ke luar negeri.
"Kau tahu mas, aku selalu mengimpikan liburan seperti ini." ujar Rindu lalu menghempaskan tubuh nya di atas kasur hotel.
"Apa kau senang?"
"Tentu, sejak papah dan mamah meninggal, kakak tak pernah mengijinkan aku untuk pergi kemana pun."
"Kakak yang jahat." ucap Chandra sambil menggelengkan kepala nya.
"Mulut mu mas, asal ngomong aja." ujar Rindu kesal.
"Bercanda sayang."
Merasa lelah, Rindu dan Chandra memilih untuk tidur karena mereka tiba di hotel sudah cukup larut.
Sedangkan Lintang dan Elang memilih liburan di dalam negara, mereka memilih pergi ke tempat yang bantak tempat wisata nya.
Elang memandang wajah istri nya yang tertidur sangat pulas.
"Kau sangat cantik, teman kecil ku dan kini telah menjadi teman hidup ku." ucap lirih Elang lalu ikut berbaring di samping istri nya.
Temaram jingga sudah nampak dari arah timur, Elang masih betah dengan mimpi indah nya. Lintang, wanita itu terus mengabsen inci demi inci wajah tampan suami nya.
__ADS_1
Dengan ragu wanita itu menyentuh setiap bagian yang ada di wajah suami nya.
"Kau suka wajah ku sayang?" ujar Elang dengan mata masih terpejam,Lintang gelagabakan malu. Wanita itu kemudian bangun dan langsung pergi ke kamar mandi. Sedangkan Elang tertawa puas melihat wajah memerah dari istri nya.