
Percayalah, Rasa benci akan kalah dengan yang nama nya rasa cinta-----
"Kenapa mamah hanya diam?" tanya Lintang "Apa mamah masih mencintai papah?"
"Entahlah Lintang, hati mamah sangat sakit, mamah yang menemani papah mu saat terpuruk. Mamah menghibur nya menemani nya namun apa yang mamah dapat? dia mengacuhkan mamah dan kamu."
"Tapi mamah membuat nya semakin jatuh pada penyesalan yang paling dalam."
Laras hanya diam, hati nya bimbang.
"Mau kemana kamu, gak kerja?" tanya Laras saat melihat Lintang mengambil tas slempang nya.
"Lintang meliburkan diri, Lintang akan menemui papah."
Lagi-lagi Laras hanya bisa diam, ia tak bisa melarang anak nya untuk bertemu dengan Hisyam.
Lintang menysuri jalanan kota dengan menaiki taxi, kemudian taxi tersebut berhenti tepat di ujung gang. Lintang berjalan membawa beberapa bungkusan.
"Apa benar ini kontrakan nya?" batin Lintang, kemudian ia memberanikan diri mengetuk pintu yang berwarna putih tersebut.
Hisyam membuka pintu, tubuh nya kaku saat mendapati siapa tamu yang datang.
"Lintang..." ucap nya lirih.
"Apa Lintang boleh masuk pah?"
Hisyam menggeser tubuh nya, ia membiarkan anak nya masuk.
"Papah sudah makan?" tanya nya.
"Belum." jawab singkat Hisyam.
Lintang mengeluarkan semua isi dari bungkusan yang ia bawa, dengan cekatan ia menghidangkan semua makanan nya.
"Ayo makan pah."
__ADS_1
Hisyam menurut, ia mulai memakan makanan dengan sangat lahap.
"Kamu tidak marah sama papah?" tanya Hisyam gugup.
"Tidak pah, apa pun masalah papah di masa lalu, biarkan itu menjadi urusan papah dan mamah."
"Terimakasih nak." ucap Hisyam dengan mata berkaca-kaca.
"Makan lah yang banyak pah." ujar Lintang dengan senyum manis nya.
Selesai, Lintang membereskan semua sisa makanan. Setelah selesai Lintang mengajak papah nya untuk pergi ke taman terdekat.
"Papah senang bisa bertemu dengan mu Lintang." ucap nya sambil menjatuhkan bobot tubuh nya di kursi.
"Lintang juga pah."
"Papah harus berterimakasih pada nya." ujar Hisyam.
"Siapa yang papah maksud?" tanya Lintang sambil mengerutkan kedua alis nya.
Lintang terperangah, "Apa hubungan nya dengan Elang dan dari mana papah kenal Elang?" tanya Lintang penasaran.
Hisyam kemudian menceritakan semua nya, tak ada yang di tutupi oleh Hisyam.
"Apa kamu marah?" tanya Hisyam.
"Tidak, Lintang malah senang jika semua baik-baik saja."
Mereka akhirnya menghabiskan waktu di taman, saling bertukar cerita dan melepas rindu.
"Kenapa kita tak jadi pindah mas?" tanya Rindu bingung.
"Aku punya rencana untuk kakak mu."
"Rencana apa?" tanya Rindu penasaran.
__ADS_1
"Aku akan menarik Lintang bekerja di hotel kita,"
"Apa kau yakin Lintang akan mau mas?"
"Pasti, aku akan memberinya penawaran dengan gajih yang tinggi."
"Aku hanya berharap semoga kakak bisa menemukan orang yang tepat."
"Jangan kau adik nya, aku sebagai sahabat nya saja tak pernah sekali pun melihat dia berkencan dengan wanita."
"Benar kata mu mas."
"Apa kakak mu penyuka jeruk sama jeruk?" racau Chandra, dan jelas saja mendapatkan pukulan dari istri nya.
"Jaga mulut mu mas." bentak Rindu.
"Aku hanya bercanda sayang."
Chandra kemudian merebahkan diri dengan berbantalkan paha istri nya, "Kapan dia ada di sini ya?" tanya Chandra sambil mengusap perut istri nya.
"Berdoa saja, Allah pasti sedang menyiapkan yang terbaik untuk kita."
"Aku tidak sabar untuk menjadi seorang ayah." ujar Chandra.
"Kau akan lebih malas bekerja lagi jika anak mu lahir mas,"
"Aku kan hanya ingin dekat kamu sayang, pergi semenit saja rasa nya sudah rindu."
Rindu menjulurkan lidah untuk meledek suami nya, "Usus ku seakan ingin keluar jika kau mengeluarkan kata-kata gombalan mu mas." ujar Rindu.
Chandra mencubit pipi mulus istri nya, mereka saling bercanda meski terkadang candaan Chandra melewati batas kesabaran Rindu.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘