
Riuh ombak membangunkan pria yang sudah tidak perjaka lagi, ia kemudian memungut pakaian nya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia kembali menghampiri istri nya yang masih tertidur pulas karena kelelahan.
Chandra menatap wajah cantik istri nya yang sangat natural itu, ia bahkan tersenyum-senyum sendiri membayangkan apa yang mereka lakukan semalam.
Rindu menggeliat, dengan terpaksa ia membuka mata yang masih sangat berat itu.Tubuh polos nya yang masih tertutup selimut tebal membuat ia sedikit menutup wajah nya karena malu.
"Berhenti menatap ku seperti itu mas." ujar Rindu malu.
"Kamu sangat cantik sayang." goda Chandra sambil memainkan anak rambut istri nya.
"Aku ingin mandi mas." ucap Rindu kemudian bangun, namun ada rasa perih yang ia rasakan.
"Biar ku gendong." ucap Chandra langsung menggendong tubuh istri nya.
"Turunkan aku mas, aku malu." pinta nya dengan menutup wajah.
Chandra tak menghiraukan ucapan Rindu, pria itu kemudian meletakan istri nya ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat.
"Mandi lah." ujar Chandra kemudian keluar.
Rindu menikmati mandi nya pagi ini, bahkan aroma dari sabun itu membuat ia betah berlama-lama. Setelah puas, ia langsung mengganti pakaian dengan pakaian santai.
Rindu mengerikan rambut panjang nya di bantu Chandra, pria itu sangat memanjakan istri nya.
"Sudah selesai." ujar Chandra "Ayo kita sarapan." ajak nya.
Rindu dan Chandra menikmati sarapan mereka di balkon kamar yang langsung menghadap pantai.
"Kamu tahu Rindu, di sini senja nya sangat indah."
"Benarkah mas?"
"Iya, bahkan kamu bisa menikmati nya dari kamar ini."
"Aku tidak sabar untuk menunggu senja."
"Jangan suka menunggu sayang, itu sangat menyakitkan."
"Emmmm....iya sih mas." ucap Rindu kemudian tertawa kecil.
Di lain tempat, Elang sedang kedatangan tamu yang sangat membuat ia muak luar biasa. Bahkan Elang bersikap acuh pada tamu yang saat ini sedang duduk manis di ruang tamu rumah nya.
"Mau apa kalian?" tanya dingin Elang.
"Kami kesini mau minta maaf." ujar Darma yang datang bersama istri nya.
"Aku tidak butuh maaf kalian." balas Elang.
"Kami menyesal." ucap Maya.
__ADS_1
Elang tersenyum masam, "Penyesalan kalian tidak berguna untuk Rindu."
"Panggil Rindu, kami mau minta maaf." pinta Darma tanpa malu.
"Jangan harap mau bertemu adik ku, dia sedang menikmati bulan madu bersama suami nya."
"Secepat itu kah Rindu melupakan Bayu?" ujar Maya semakin tidak tahu malu.
Elang mulai jengah, "Kenapa? adik ku sangat menderita dengan ulah kalian, jadi untuk apa dia mengingat laki-laki yang tidak ada otak nya itu." ucap Elang geram.
"Apa kalian tidak punya malu datang ke
rumah ku hanya untuk berkata seperti itu." sambung nya kembali.
"Kami kesini hanya ingin meminta maaf, kami salah telah memisahkan Rindu dan Bayu."
"Jangan pernah mengganggu kebahagian adik ku, karena aku tidak akan tinggal diam."
"Itu menurut mu belum tentu dengan Rindu." ucap Darma sombong.
"Apa sekarang kami jauh lebih kaya dari pada menantu mu yang sekarang, sehingga membuat kalian tidak punya malu untuk menyatukan Bayu dan Rindu kembali? hahahha.... jangan mimpi." ucap Elang dengan penuh Emosi. "Pergi kalian." usir Elang.
Dengan perasaan marah, Maya dan Darma keluar dari rumah Elang. Meraka bahkan mengeluarkan umpatan-umpatan yang masih terdengar jelas di telinga Elang.
"Siapa mereka?" tanya Hisyam penasaran.
"Orang tua Bayu om." jawab datar Elang.
"Mereka akan menyatukan Rindu dan Bayu kembali om, aku tidak ingin rumah tangga adik ku hancur."
"Jika Rindu bijak, ia tidak mungkin jatuh dalam lubang yang sama."
"Aku harus bicara pada Chandra om."
"Dan itu harus."
Kembali ke Maya dan Darma, mereka masih saja memikirkan cara untuk menyatukan anak nya kembali.
"Gimana ini pah?"
"Sabar dong papah lagi mikir."
"Jika Rindu menjadi menantu kita, papah bisa menduduki jabatan tertinggi di hotel Pandara dan kita menjadi semakin terkenal pah." ujar Maya.
"Papah juga berpikir seperti itu mah, tapi ada Elang yang akan menghalangi rencana kita."
"Anak itu, mau nya apa coba." ujar Maya tak tahu malu.
Maya dan Darma semakin berambisi untuk menjadikan Rindu menantu nya. Di sisi lain, Hilma menggeram emosi saat mendapatkan informasi dari salah satu orang suruhan nya yang selama ini ia perintahkan untuk memgawasi mertua dan suami nya.
__ADS_1
"Dasar mertua gila harta." umpat Hilma "Aku bahkan selalu menuruti semua kemauan dari mereka tapi apa balasan nya, mereka mengkhianati aku."
Balik ke bulan madu Rindu dan Chandra, hari ini mereka sangat menikmati liburan mereka. Chandra mengajak istri nya berjalan-jalan ke semua tempat yang menurut mereka menarik untuk di kunjungi.
Rindu yang tak pernah pergi berlibur, membuat wanita itu betah berlama-lama menjelajahi setiap tempat yang belum pernah ia pijaki. Dengan senang hati, Chandra menuruti semua kemauan istri nya.
"Mas, apa aku boleh menghabiskan semua uang mu?"goda Rindu.
"Habiskan saja kalau kamu sanggup."
"Suami yang sombong." ledek Rindu.
"Heii....istri ku semakin berani ya.". ucap Chandra sambil mentoel hidung istri nya.
"Aku bahagia mas sangat bahagia terimakasih." ucap Rindu kemudian mencium pipi suami nya.
Chandra yang mendapat serangan tiba-tiba membuat ia mendadak diam bahkan pria itu tersenyum sambil memegang pipi nya.
"Gak usah lebay mas, biasa nya kamu yang suka gitu istri mu ini hanya belajar dari mu." ucap Rindu kemudian kembali menyusuri tepi jalan.
Sesuai janji Chandra, ia mengajak istri untuk melihat matahari terbenam "Benar kata mu mas, senja di sini jauh lebih indah."
"Aku pernah berjanji pada mu bukan, kalau aku akan mengajak mu melihat senja yang lebih indah."
Matahari membulat sempurna, warna merah keemasan berpantulan pada permukaan air laut membuat matahari nampak menjadi dua. Semilir angin menusuk-nusuk kulit membuat Chandra memeluk istri nya dari belakang dengan erat. Rindu menikmati senja ini, bahkan bayangan kesuraman masa lalu seakan lenyap saat mendapatkan perlakuan yang berbeda dari suami nya.
"Lihatlah burung itu mas." ujar Rindu sambil menunjuk dua burung yang terbang bersama.
"Mereka bahkan seperti kita, tidak ingin berpisah." balas Chandra "Lihatlah mereka mencari ikan bersama."
"Senja di kota ini sangat indah."
Rindu tersenyum melihat burung-burung itu, ia bahkan tak pernah membayangkan jika diri nya mendapat suami yang sangat pengertian.
"Semoga dia cepat berada di sini." ujar Chandra sambil mengusap perut Rindu.
"Kau sangat menginginkan nya mas?"
"Tentu, aku bosan menjadi anak tunggal hidup kesepian gak ada saudara dan aku tidak ingin hal itu terjadi pada anak-anak kita."
Senja semakin turun, ia kembali pada malam yang pekat namun dua insan itu tidak kunjung beranjak. Mereka kembali menikmati malam dengan perasaan bahagia. Ah...maklum pengantin baru🤣
Terimakasih sudah mampir ke karya oppa,
mohon maaf jika ada Typo
Oppa tunggu kritik dan saran dari para pembaca karya oppa😊😊
Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya Oppa ya😊😊
__ADS_1
Karena Vote kalian semangat oppa😘