
Sudah sering luka, jadi tak usah khawatir apa lagi terus berpikir......
Usia kandungan Rindu memasuki bulan kedua, wanita itu semakin manja dengan siapa pun yang ada di dekat nya. Seperti pagi ini, Rindu meminta langsung suami dan papah mertua nya untuk membuat sarapan. Hal tersebut tentu saja membuat Wulan geli setengah mati. Wanita paruh baya itu tak henti-henti mengejek suami nya.
"Silahkan di makan tuan putri." ujar Gautama sambil menghidangkan nasi goreng.
"Mamah marasa ingin kembali muda lagi." ucap Wulan.
"Dasar....!" umpat Gautama "Ayo di makan menantu ku, coba rasakan masakan mertua mu ini pasti sedap." ucap Gautama dengan bangga.
"Jangan lupakan Chandra pah." ujar Chandra.
"Sudahlah, yang penting keinginan Rindu sudah terlaksana." ujar Rindu "Mari makan." ajak nya.
Mereka akhir nya makan bersama, Rindu sangat memuji masakan suami dan mertua nya yang menurut nya sangat enak.
Sarapan selesai, Chandra dan Gautama langsung pamit untuk pergi bekerja.
Sesampainya di kantor, raut wajah Chandra berubah saat ia mendapati Arana duduk dengan santai di ruang kerja nya.
"Siapa yang mengijinkan mu untuk masuk ke ruangan ku?" tanya Chandra dengan wajah dingin nya.
__ADS_1
"Chan, aku kesini hanya ingin mengantarkan sarapan ini untuk mu." ujar Arana dengan suara manja nya.
"Aku tidak butuh, bawa pulang saja."
"Chandra, ini makanan kesukaan kamu loh." bujuk Arana.
"Sudah ku bilang bawa pulang saja, lagian aku sudah makan dan masakan istri ku jauh lebih enak dari pada masakan siapa pun di luar sana."
"Jangan memuji wanita itu di depan ku Chan.." ucap Arana dengan nada tinggi "Tak ada yang bisa mengalahkan ku."
Chandra tersenyum sinis, "Apa kau sudah tidak punya muka saat bertemu dengan ku?"
"Aku tahu aku salah, tapi bisa kah kita kembali seperti dulu lagi Chand?"
Alana mulai kesal dengan ucapan Chandra, "Kau keterlaluan Chan."
Chandra melemparkan tumpukan kertas tepat ke wajah Arana, pria itu mulai tersulut emosi. "Pergi....!" usir Chandra "Pergi ku bilang, jangan pernah kau temui aku dengan wajah sok polos mu itu."
Arana tak bergerak, wanita itu malah kembali duduk di sofa tamu. Dengan penuh emosi, Chandra menarik kasar lengan mantan nya itu.
"Lepas Chan, kau menyakiti ku." pinta Arana memberontak.
__ADS_1
Chandra tak melepaskan cengkraman nya, membuat semua orang yang berpapasan dengan Chandra merasakan hawa kemarahan dari bos mereka.
Sesampai nya di loby, Chandra langsung mendorong Arana hingga jatuh tersungkur.
"Kau keterlaluan Chandra." ucap Arana marah.
"Sudah ku bilang, jangan pernah mengusik rumah tangga ku. Kau tak ubah nya debu hasil pembakaran yang tak berarti untuk ku lagi."
Arana merasa malu, ia menjadi bahan tontonan semua karyawan Chandra.
"Kalian semua, lihat baik-baik wajah perempuan ini, jika dia mau masuk ke dalam kantor usir saja." ucap Chandra memberi perintah pada semua karyawan. Para karyawan serempak menjawab iya pada bos nya.
Chandra akhir nya masuk, menyisakan Arana yang masih merintih kesakitan di tambah dengan malu yang sangat luar biasa.
"Lihat lah, dulu dia bebas masuk kedalam kantor ini, eh...setelah dia mengkhianati bos kita tanpa malu nya dia mengemis cinta bos kita lagi. Tapi sayang dia sekarang hanya sampah di mata bos kita." ucap salah seorang karyawan dengan suara lantang.
Semua orang yang masih berada di dekat Arana sontak menyoraki wanita itu. Wajah Arana memerah menahan malu karena harga diri nya pagi-pagi sudah jatuh.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘