
Mereka yang merusak suatu saat diri juga akan rusak,
Cukuplah nikmati kehidupan seseorang dari jarak pandang saja, jika kau iri ambilah pelajaran dari nya bagaimana ia bisa menjadi seperti itu.
Kebahagian tak akan pernah kita rasakan jika kita masih memiliki sifat iri yang tertaman di dalam hati.
Pagi ini, sebelum Bayu berangkat kerja ia memilih mampir ke rumah orang tua nya. Maya dan Darma merasa senang dengan kedatangan anak mereka.
Bayu duduk selayak nya tamu, pria itu juga bingung ingin memulai dari mana arah pembicaraan yang akan ia sampaikan.
"Tumben kamu kesini?" tanya Darma.
"Ada hal yang harus Bayu sampaikan sama mamah." ucap nya mantap.
"Hal apa?" tanya Maya penasaran.
"Berhenti mengusik kehidupan Rindu mah." ujar Bayu lalu menantap wajah kedua orang tua nya.
"Maksud kamu apa?" tanya Maya gugup.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan?" tanya Darma bingung.
"Untuk apa mamah bekerja sama dengan mantan Chandra itu, mah berhentilah mencampuri urusan orang lain."
"Tahu dari mana kamu?" tanya Maya dengan suara ketus.
"Jika Bayu mengatakan Chandra yang bilang pada Bayu sendiri bagaimana?"
"Sudahlah Bayu, kamu diam duduk manis aja, mamah tahu jika kamu masih mencintai Rindu kan?"
"Kamu sebaiknya menurut omongan mamah mu Bay, ini semua demi kebaikan mu." sambung Darma.
"Bukan kebaikan Bayu, tapi kebaikan kalian sendiri." ucap Bayu yang mulai emosi.
"Mah pah, Bayu ini laki-laki dewasa dan Bayu berhak mengatur dan memilih jalan hidup Bayu sendiri."
"Kamu itu anak kami satu-satunya, jadi sudah sepantas nya kamu menuruti semua keinginan kami." ucap Darma dengan nada tinggi.
Bayu membuang nafas kasar, pria itu memilih pergi dari pada bertengkar dengan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Pasti si Hilma itu sudah meracuni pikiran Bayu pah." ucap Maya.
"Iya mah, anak itu tak sebodoh yang kita kira."
Jingga kelabu beramu menjadi satu, rintik hujan turun menyapu debu, jalanan macet membuat Chandra ingin mengumpat namun ia tahan. Pria itu tak sabar ingin bertemu dengan istri nya, namun mata Chandra tiba-tiba saja tertuju pada sebuah cafe yang baru saja di masuki seorang wanita dan pria.
"Dasar siluman, apa gak jijik bergaul dengan banyak laki-laki, mana udah tua lagi." ucap Chandra saat melihat Arana bergandengan tangan mesra dengan pria tua.
Sinar kemilau memberi cahaya pada bumi, hari ini adalah hari bahagia untuk Lintang karena kedua orang tua nya akan bersatu kembali. Gadis itu bahkan tak henti-hentinya menggoda mamah nya yang sudah tersipu malu sejak tadi.
Hanya sederhana, Laras dan Hisyam hanya melakukan ijab qobul di depan penghulu dan beberapa saksi agar mereka sah di mata agama.
Elang, pria itu lebih senang mengabadikan potret kekasih hati yang selalu tersenyum lebar. Nampak malu-malu, Hisyam memasang kan kembali cincin pernikahan yang sudah lama mereka simpan masing-masing.
Tak lupa, Elang memberi kabar bahagia ini pada Rindu dan Chandra. Rindu bahkan menyuruh kakak nya cepat-cepat menikah.
Kini, tinggal lah Elang sendiri di rumah, karena Hisyam sudah pindah ke rumah yang di tempati Laras dan Lintang. Elang menyusuri setiap sudut rumah, pria itu melihat satu persatu foto yang berisi kenangan diri nya dan keluarga nya. Sesekali senyum nya mengembang sesekali wajah nya sendu, Elang mendekap erat foto keluarga kecil nya lalu terlelap di sofa yang berada di ruang keluarga.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
__ADS_1
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘