Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
65. Kekacauan


__ADS_3

Malam ini semua tamu sudah datang memadati tempat resepsi, Rindu terlihat cantik dengan gaun setengah kaki, begitu juga dengan Chandra yang menggunakan tuxido hitam agar lebih sepadan dengan istri nya.


"Istri ku memang sangat cantik." puji Chandra.


"Suami ku juga sangat tampan." puji balik Rindu.


"Aku akan menunggu di tempat acara, karena aku dan papah harus menyambut tamu yang datang." ucap Chandra.


"Iya mas, sebentar lagi aku akan turun."


Chandra kemudian pergi terlebih dahulu, sedangkan Elang dan Lintang yang sudah berada di pelaminan dengan senyum mengembang dari kedua nya. Gaun santai yang di gunakan Lintang memberi kesan elegan pada wanita itu.


Semua orang nampak menikmati jamuan yang telah di hidang kan di pesta tersebut.


Maya dan Arana nampak celingukan mencari keberadaan Rindu, mereka bahkan menyisir satu persatu tamu yang masuk.


"Chandra sudah di sini, tapi ke mana Rindu?" ujar Arana.


"Tunggu sebentar lagi, tetap di sini jangan sampai mereka melihat kita terutama Chandra."


Tak jauh dari Maya dan Arana bersembunyi, Rindu yang baru saja datang langsung menghampiri suami nya yang berada di depan.

__ADS_1


"Cepat..." perintah Maya.


Arana mengikuti Rindu yang berjalan mengitari kolam renang, Dengan sengaja Arana menyandung kaki Rindu, membuat Rindu terjungkal lalu jatuh ke kolam renang. Tubuh Rindu menghantam bibir kolam, bunyi debur air membuat semua mata tertuju ke arah Rindu. Chandra dan Elang langsung berlari ke arah Rindu, mereka langsung menceburkan diri. Rindu merintih kesakitan, memegang perut nya membuat semua orang khawatir.


Arana dan Maya langsung kabur begitu saja, kedua wanita itu tertawa karena rencana nya berhasil. Darah segar menaglir deras, Rindu semakin berteriak menahan sakit, wajah pucat seketika terlihat dari wanita itu.


Chandra dan Elang langsung membawa Rindu ke rumah sakit, tak terasa mengalir bulir bening dari sudut mata kedua pria itu.


"Bertahan lah sayang." ucap Chandra, namun Rindu terus menggeram kesakitan.


Wulan dan Gautama juga Hisyam berada di mobil yang berbeda, mereka juga khawatir dengan keadaan Rindu.


Sesampai nya di rumah sakit, Rindu langsung mendapatkan penangan medis dari dokter.


Chandra tak menjawab, pria itu hanya sibuk mondar mandir di depan pintu UGD, ia bahkan menyalahkan diri nya sendiri yang telah meninggalkan istri nya begitu saja.


"Sabar, Rindu pasti baik-baik aja." ujar Elang, namun sebenarnya hati Elang juga ikut hancur.


Baju basah bahkan dingin nya angin malam sudah tak di rasakan Chandra dan Elang. Mereka bahkan tak henti-henti nya berdoa agar Rindu dan bayi nya selamat.


Tak lama kemudian, Dokter yang menangani Rindu keluar, "keluarga Pasien." panggil Dokter.

__ADS_1


Chandra langsung maju, "Saya suami nya, bagaimana keadaan istri dan anak saya?" tanya Chandra.


"Istri bapak selamat, tapi mohon maaf karena janin yang ada di dalam kandungan tidak bisa kami selamatkan." ucap Dokter.


Seketika tubuh Chandra melemas, pria itu terduduk lemas tak percaya dengan apa yang di ucapkan dokter. Begitu juga dengan Elang, pria itu bahkan menangis meratapi nasib adik nya.


Tama dan Wulan memeluk anak nya memberikan semangat dan kekuatan.


"Chandra begitu menantikan nya mah pah, kenapa dia pergi?" ujar nya dalam isak tangis.


"Sabar nak, sabar...sebaiknya kamu temui Rindu dia yang seharusnya kita beri semangat dan kekuatan." tutur Wulan.


Chandra mengusap air mata nya kasar, pria itu bangkit lalu masuk menemui istri nya yang masih tertidur karena pengaruh obat bius.


Tangis Chandra tumpah di samping istri nya, pria itu mengusap perut yang sudah tak berisi.


Elang, ia tak sanggup untuk masuk kedalam menemui adik nya, pria itu duduk lemas menangis. Hisyam mencoba menenangkan pria yang baru saja menjadi menantu nya itu.


Acara yang semula berjalan lancar dan nampak semua orang bahagia kini telah kacau bahkan menjadi duka.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2