Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
32.Sukses


__ADS_3

Sedikit memayunkan bibir nya, Rindu seakan tidak rela meninggalkan kota yang penuh dengan keindahan ini. Chandra berusaha merayu istri nya agar tidak cemberut lagi.


"Kamu kalau cemberut gitu makin cantik deh." goda Chandra namun Rindu hanya diam. "Sayang, kamu kan tahu kerjaan ku banyak."


Rindu memutar bola mata nya, "Kamu kan juga tahu mas kalau aku gak pernah pergi liburan."


"Janji deh kalau ada waktu kita liburan ke tempat yang jauh lebih indah." bujuk Chandra.


Percakapan mereka terhenti saat mendengar suara pemberitahuan untuk memasuki pesawat. Chandra menggenggam tangan Rindu dengan erat.


Dua jam penerbangan, akhir nya mereka telah tiba di kota Rindu. Mereka di jemput oleh Elang untuk kembali ke rumah.


"Gimana?" tanya Elang dari balik kemudi.


"Apa nya ?" tanya balik Rindu.


"Bulan madu nya lah?"


"Sukses luar biar biasa." ucap Chandra girang, namun tidak dengan Rindu. Wanita itu kembali memayunkan bibir nya dengan membuang pandangan nya keluar.


"Kamu kenapa Rindu?" tanya Elang yang melirik dari kaca.


"Liburan ini terlalu singkat." jawab Rindu datar.


Chandra kembali menggoda istri nya, membuat Rindu semakin jengah menghadapi kakak nya dan suami nya. "Kalian ini sama aja suka nya menjahili ku." ucap Rindu kesal kemudian mengubah posisi duduk nya miring menghadap pintu mobil. Lagi-lagi Chandra terus menggoda istri nya ia mentoel-toel pipi istri. Rindu yang kesal akhir nya menarik tangan Chandra kemudian menggigit tangan suamin nya.


"Aaaa....."teriak Chandra langsung menarik tangan nya. "Sayang kau sangat kejam sekarang." ucap nya sambil meniup-niup bekas gigitan istri nya. Elang tertawa melihat kelakuan adik dan ipar nya itu.

__ADS_1


Rindu masih setia dengan posisi nya, wanita itu sangat kesal pada suami nya yang terus saja menggoda diri nya.


Sesampai nya di rumah, Rindu yang kelelahan langsung masuk ke dalam kamar nya. Sedangkan Chandra ikut bersama Elang karena ada sesuatu yang ingin di bicarakan oleh Elang.


"Ada masalah apa?" tanya Chandra penasaran.


"Kemarin ada orang tua Bayu datang kemari, mereka mencari Rindu untuk meminta maaf tapi, gue ngusir mereka. Mereka ingin menyatukan Rindu dan anak nya kembali." tutur Elang membuat Chandra mengepalkan tangan nya.


"Apa mereka kurang puas telah menyakiti Rindu?"


"Semua pasti gara-gara om Tama mengumumkan siapa pemilik Hotel Pandara." ujar Elang.


"Yang gue tahu, orang tua Bayu itu mata duitan." balas Chandra.


"Gue juga berpikir seperti itu."


"Untuk sementara kami akan tinggal di sini dulu, gue gak mau Rindu terpengaruh oleh mereka."


"Kemana?"


"Menemani om Hisyam untuk mencari anak istri nya."


"Gue do'a kan semoga cepat ketemu."


Chandra kemudian menyusul istri nya yang sudah tertidur lelap karena kelelahan. Chandra memilih membersihkan diri nya kemudian ia membangun Rindu untuk makan malam.


"Kenapa kalian tidak mencari pembantu saja sih?" tanya Chandra yang melihat ipar dan istri nya sibuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


"Kami sudah terbiasa mandiri." jawab Elang.


"Tapi gue gak mau lihat istri kesayangan gue kelelahan."


"Lebay." celetuk Rindu.


Hisyam hanya sedikit tertawa melihat ketiga anak manusia itu, memori nya kembali mengingat persahabatan nya. Makan malam selesai, semua orang kembali pada peraduan malam menjemput mimpi masing-masing.


Pagi masih setia dengan gelap nya, namun Elang dan Hisyam sudah sibuk mempersiapkan segala keperluan mereka. Ada rasa debar di hati Hisyam, bahkan ia beberapa kali memegang dada nya.


"Om kenapa?" tanya Elang.


"Om hanya takut," jawab nya singkat "Om takut mereka tidak menerima om kembali."


"Om harus yakin, semua akan baik-baik saja."


Dengan di antar Rindu dan Chandra, mereka akhir nya tiba di bandara. "Om harus tenang." ujar Rindu saat melihat wajah gelisah dari Hisyam.


"Iya om, kalau sudah takdir om bertemu pasti akan bertemu." sambung Chandra.


Setelah berpamitan, Rindu dan Chandra langsung kembali ke rumah karena biji mata mereka masih sangat mengantuk. Namun mereka mampir sebentar untuk sarapan.


Terimakasih sudah mampir ke karya oppa,


mohon maaf jika ada Typo


Oppa tunggu kritik dan saran dari para pembaca karya oppa๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya Oppa ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Karena Vote kalian semangat oppa๐Ÿ˜˜


__ADS_2