Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
56.Siapa kau?


__ADS_3

Siang menjelang, Rindu, Lintang dan Wulang pergi ke pusat perbelanjaan. Dengan kekuatan uang, Wulan mengajak menantu ke sayangan nya membeli semua barang yang menurut Wulan bagus.


"Mertua mu gila belanja." bisik Lintang dan Rindu hanya tertawa cengir.


Setelah puas berbelanja, Wulan mengajak Rindu dan Lintang untuk mencari tempat makan. Mereka memesan makanan sesuai dengan selera masing-masing. Dari sudut cafe, seorang wanita nampak kesal melihat keakraban Wulan dengan Rindu.


"Aku harus bisa mengambil hati tante Wulan lagi." ucap nya.


Saat sedang asik memperhatikan, Arana di kagetkan dengan tepukan pundak dari seorang wanita paruh baya.


"Siapa kau?" tanya Arana "Apa kita saling mengenal?"


"Kita mungkin tidak saling mengenal, namun aku sangat yakin jika tujuan kita sama." ucap nya.


"Apa maksud anda?"


"Apa kau sedang memperhatikan para wanita itu?" tanya Maya sambil menunjuk ka arah meja Rindu yang berjarak agak jauh.


"Dari mana kau tahu?"


Maya kemudian duduk di depan Arana, "Dia dulu calon menantu ku, tapi sayang di rebut dengan laki-laki yang bernama Chandra." ucap nya berbohong. "Lalu, apa masalah mu dengan mereka?" tanya Maya.


"Chandra adalah tunangan ku, kami hampir menikah tapi gagal." jawab Arana.


"Kenapa?"


"Karena aku lebih memilih menikah dengan kekasih ku yang lain dari pada Chandra."

__ADS_1


"Hebat juga kau, setelah menikah kau mengeruk harta suami mu lalu kau mencampak kan nya dan sekarang kau ingin kembali pada Chandra." tutur Maya.


"Hidup realistis, yang kaya itu yang ku puja." ujar Arana sombong.


"Bagaimana kalau kita bekerja sama?" tawar Maya.


"Apa untung nya untuk ku bekerja sama dengan wanita tua seperti mu?"


"Jika Rindu bercerai dengan Chandra, kau bisa kembali pada laki-laki itu dan aku bisa menikahkan Rindu dengan anak ku."


"Kau seperti sedang mengejar berlian yang sudah kau buang." ledek Arana.


"Tarik ucapan mu, kau dan aku sama saja." ucap sinis Maya.


Maya dan Arana langsung menyusun rencana, kedua wanita itu bahkan menguntit kemana pun Rindu, Lintang dan Wulan pergi.


"Apa kau dengar ucapan mereka?" tanya Maya.


"Ini akan memudahkan kita untuk melancarkan semua rencana kita."


" Rencana kotor apa yang wanita tua ini pikirkan?" tanya Arana dengan nada mencibir.


"Kau lihat saja nanti." balas Maya.


"Tapi tunggu, siapa wanita yang jauh lebih muda itu?" tanya Arana.


"Aku tidak tahu, jangan perdulikan dia target kita hanya Rindu."

__ADS_1


Hari semakin sore, Wulan mengajak kedua wanita nya untuk pulang. Di rumah, Chandra yang sedang kalang kabut mencari keberadaan istri nya mulai merasa emosi.


"Mamah mengajak Rindu ku kemana pah?" tanya Chandra gelisah.


"Mana papah tahu." jawab Gautama cuek.


"Sudahlah Chan, paling juga bentar lagi mereka pulang." sambung Elang.


"Gue chat gak balas gue telpon gak di angkat mau nya apa coba?" gerutu kesal Chandra.


Tak berapa lama, yang di tunggu akhir nya pulang.


"Sayang, kamu dari mana aja?" tanya Chandra bernafas lega.


"Jalan-jalan sama mamah dan Lintang." jawab Rindu santai.


"Terus, kenapa gak jawab telpon aku?" tanya nya dengan nada marah.


"Mode hening." jawab Rindu dengan senyum lebar nya.


"Mamah juga, besok-besok bilang Chandra dulu kalau mau keluar, biar yang di rumah gak khawatir." omel nya pada sang mamah.


"Eh...siapa juga yang khawatir, lo aja dari tadi gelisah." sambung Elang.


Melihat istri nya kelelahan, Chandra langsung mengajak Rindu masuk ke dalam kamar untuk istirahat sebentar sebelum mandi dan makan malam.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2