
Katakan pada cinta bahwa hati senantiasa menerima
Katakan pada luka meski kecewa selalu mendera tapi hati tetap menerima
Jika cinta butuh perjuangan maka perjuangkan lah
Tapi jika cinta mu di abaikan maka pergilah.
Sayup senja kembali menyapa jiwa, kilau silau menarik hati memberi kedamaian, pria tua itu duduk di atas pasir putih menatap langit jingga.
"Pah...." sapa Lintang dan Hisyam menoleh.
"Lintang, kau tidak langsung pulang nanti mamah mu marah."
"Gak kok, mamah tahu jika Lintang suka ke pantai sebelum pulang ke rumah." ucap nya lalu ikut duduk di samping papah nya.
"Papah suka senja?" tanya Lintang.
"Papah sangat suka, karena senja memberi papah ketenangan meski hati papah sedang kacau."
"Kau juga menyukai nya?" tanya balik Hisyam.
"Iya pah, tapi senja di sini berbeda dari yang lain pah."
"kenapa bisa beda."
"Senja di sini indah pah, dan senja di sinilah Elang menyatakan perasaan nya."
"Papah sudah tahu."
"Papah merestui kami?"
"Dia anak yang baik, alasan apa yang membuat papah tak merestui kalian."
"Terimakasih pah."
"Menikahlah segera." pinta Hisyam.
__ADS_1
Lintang menatap ombak yang datang silih berganti, "Lintang boleh meminta sesuatu pah?"
"Katakan lah."
"Sebelum Lintang menikah, mamah dan papah harus bersatu kembali." pinta Lintang dengan wajah serius.
Hisyam terdiam mendengar permintaan anak nya, pria itu bingung harus menjawab apa.
"Pah, sebelum Lintang menikah, Lintang hanya ingin merasakan punya keluarga yang lengkap pah."
"Jauh dari lubuk hati, papah ingin bersatu kembali dengan mamah mu. Tapi, apa mamah mu akan menerima papah kembali."
"Pah, kalian berpisah hanya karena kesalahpahaman dan kurang nya komunikasi di antara kalian."
"Papah bingung."
"Jangan bingung, nanti Lintang akan bantu papah."
"Terimakasih nak."
Anak dan ayah itu lalu menikmati senja berdua, mereka saling bertukar cerita memberi semangat satu sama lain. Elang yang sedari tadi berada di situ mengurungkan niat nya untuk menghampiri kekasih hati.
"Sayang katakan kau ingin makan apa? kasian anak kita belum makan sesuatu apa pun dari siang."
"Mas, aku tidak lapar dan jika aku lapar aku pasti akan menyuruh mu memasak atau membeli nya."
Kalah, Chandra kalah dari istri nya yang sejak dua hari lalu berubah menjadi lebih kejam itu.
Malam semakin larut, Chandra masih belum bisa memejamkan mata karena ia masih khawatir melihat istri nya belum makan. Yang di khawatir kan malah tidur dengan nyenyak nya di balik selimut tebal nya.
Jam menunjukan pukul dua malam, Chandra baru saja memejamkan mata namun ia langsung di kagetkan dengan suara sang istri.
"Sayang ada apa?" tanya Chandra sambil mengucek mata nya.
"Mas, aku ingin makan soto ayam dan jus alpukat." ucap Rindu membuat Chandra terperangah.
"Sayang ini sudah malam, besok saja."
__ADS_1
"Lihat diri mu mas, dari siang mengoceh tidak jelas karena aku belum makan sekali nya aku mau makan bilang nya besok aja mau mu apa?" rajuk Rindu.
"Bukan begitu sayang, ini sudah larut mana ada yang jual soto ayam."
"Aku tidak mau tahu, ini permintaan anak mu."
"Ah...benarkah? ini permintaan anak ku." ujar nya lalu mengusap perut istri nya.
"Hemmmm."
Bergegas Chandra mengambil jaket dan kunci mobil, ia langsung pergi mencari soto ayam permintaan istri nya. Menjelang subuh, baru lah Chandra pulang membawa pesanan sang istri.
"Chandra, dari mana kamu subuh gini?" tanya Wulan.
"Menantu kesayangan mamah ngidam soto ayam dan aku mencari nya dari jam dua malam."
"Owh...wajar lah." ujar Wulan "Cepat sana kasian istri mu pasti sudah ileran."
Sebelum ke kamar, Chandra membuat jus alpukat terlebih dahulu, lalu memindahkan soto ayam tersebut.
"Sayang bangun lah." ujar Chandra.
Rindu bangun, "Mana pesanan anak mu mas?"
"Itu di atas meja."
Rindu langsung bergerak, ia bahkan langsung menyantap soto ayam tersebut.
"Hanya karena soto ayam." ucap Chandra.
"Kau mau mas?" tawar Rindu.
"Tidak, makan lah habiskan biar anak kita senang."
Chandra menemani istri nya makan, pria itu senang melihat Rindu makan dengan lahap bahkan hingga habis tak tersisa.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
__ADS_1
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘