Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
53.Arana


__ADS_3

Chandra pulang dengan wajah lesu, ia tidak langsung menghampiri istri nya namun menghampiri mamah nya. Chandra duduk termenung di depan kedua orang tua, membuat Wulan dan Gautama mesarakan hal aneh dari anak nya.


"Ada masalah apa?" tanya Wulan.


Chandra menatap ke arah Wulan, "Dia kembali." ucap nya lirih.


"Lalu?" tanya Wulan tanpa terkejut mendengar ucapan anak nya.


"Dia menemui ku di kantor mah,"


Wulan mulai kesal, "Jauhi dia, mamah gak mau rumah tangga mu hancur karena dia."


"Papah minta kamu harus bersikap bijak dalam hal ini, Rindu sedang mengandung dan pasti nya sangat sensitif." sambung Gautama menasehati anak nya.


"Lagian, siapa juga yang mau sama dia lagi." ujar Chandra.


"Bagus kalau begitu, mamah percaya sama kamu."


Sebelum menghampiri istri nya yang berada di dalam kamar, Chandra berusaha mengembalikan suasana hati nya menjadi lebih baik lagi.


Chandra membuka pintu kamar nya, pria itu tersenyum saat mendapati istri nya sedang duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambut.


Chandra mengambil alih alat pengering yang berada di tangan istri nya, pria itu mulai menggoda sang istri.


Sinar mentari menghangati bumi, pagi sekali Chandra sudah berangkat ke kantor, membuat istri nya bingung akan sikap suami nya pagi ini.


Chandra masih focus mengengerjakan pekerjaan yang menumpuk di atas meja. Pria itu bahkan belum mengganjal perut nya sedari pagi.

__ADS_1


Chandra malah menyuruh Rani untuk membelikan nya makanan. Pria itu sebenarnya tak ingin berpikir berat namun entah apa yang sekarang mengganggu pikiran nya.


Namun tiba-tiba, wanita itu masuk kembali ke dalam ruangan chandra.


"Siapa yang mengizinkan kau untuk masuk kedalam ruangan ku?" tanya Chandra dengan wajah dingin.


"Chandra, kita perlu bicara sebentar." ucap nya.


"Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan." balas Chandra dengan penuh penekanan.


"Ku mohon Chandra." rengek nya.


"Apa kau sudah di buang oleh pria mu? hingga kau tanpa malu nya kembali pada ku."


"Aku tahu aku salah, tapi ku mohon jangan seperti ini."


"Sudahlah Arana, pergi sejauh mungkin dari hidup ku dan jangan rusak rumah tangga ku dengan kehadiran mu."


Chandra memperlihatkan cincin yang melingkar di jari nya, pria itu bahkan sangat geram karena Arana masih tidak percaya dengan apa yang ia ucap kan.


"Sekarang keluar dari ruangan ku." usir Chandra.


Dengan perasaan marah, Arana memilih keluar dari ruangan Chandra.


"Aku harus membuktikan jika kau telah menikah Chandra, tak ada yang bisa merebut mu dari ku." ucap Arana emosi.


Dengan rencana yang telah ia susun, Arana memilih untuk pergi ke rumah Chandra. Wanita itu bahkan tanpa malu nya masuk meski sudah di larang oleh para pembantu.

__ADS_1


Wulan yang melihat kehadiran Arana langsung mengambil air di dapur dan menyiramkan nya ke wajah Arana yang sedang duduk santai di ruang tamu.


Byuuuuurr.......Arana kaget, ia bahkan terlihat basah kuyup sekarang.


"Pergi kamu." usir Wulan.


"Tante, ini Arana." ucap nya.


"Pergi kamu perempuan gak punya muka gak punya malu." ledek Wulan dengan penuh emosi.


Merasa ada keributan, Gautama dan Rindu keluar dari dalam kamar masing-masing.


"Mamah ada apa kok ribut-ribut?" tanya Gautama.


"Lihat pah, wanita ini tanpa malu menginjakan kaki di rumah kita."


"Siapa dia mah?" tanya Rindu penasaran.


Bukan menjawab, Wulan malah menghampiri Rindu. "Kenalkan, nama nya Rindu istri Chandra dan menantu kesayangan kami." ucap Wulan penuh penekanan.


Arana terperangah tidak percaya, "Tante jangan bohong." ucap nya.


"Tutup mulut dan sekarang keluar dari rumah kami." usir Gautama sambil menarik tangan Arana ke arah pintu. Arana berontak, namun tenaga nya kalah kuat dengan pria paruh baya itu.


Di dalam rumah, Wulan mengajak Rindu masuk ke dalam kamar, wanita itu mencoba menjelaskan tentang siapa Arana. Rindu mulai gelisah saat mendengar cerita mertua nya, wanita itu bahkan menangis karena takut akan kehancuran rumah tangga nya.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2