Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
33.Seperti Bayi


__ADS_3

Sejauh apa pun kau melangkah, jika kata Allah dia takdir mu akan menjadi milik mu.


Namun bila sekeras apa pun mengejar jika bukan milik mu tak akan pernah menjadi milik mu.


"Katakan pada orang tua mu yang tidak tahu diri itu untuk tidak berkhianat di belakang ku." ucap Hilma yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"Jaga ucapan mu Hilma, apa maksud mu mengatai orang tua ku seperti itu?"


Hilma berdecih geram, wanita itu melemparkan beberapa lembar foto saat orang tua Bayu berkunjung ke rumah Rindu.


"Kau tahu mas, mereka dengan tidak tahu malu nya pergi ke rumah mantan mu itu dan berusaha untuk menyatukan kalian kembali."


Bayu menatap foto itu, hati nya mulai merasa sangat malu dengan kelakuan orang tua nya.


"Aku tidak tahu soal ini." ujar Bayu, "Apa kau mematai orang tua ku?"


"Kalau ia kenapa? apa kamu ingin marah?" tantang Hilma yang mulai emosi. "Kata kan pada orang tua mas, jangan menjadi manusia yang gila akan harta dan kekuasaan." ucap nya kemudian berlalu pergi.


Bayu terduduk di atas tempat tidur, pria itu menangkupkan kedua tangan nya menutup wajah.


"Apa yang akan di lakukan mamah dan papah lagi, apa mereka tidak puas menghancurkan kebahagian ku." lirih nya kemudian Bayu membuang sembarangan sumua bantal.


Di lain tempat, di sebuah kota kecil Elang dan Hisyam baru saja tiba, mereka menyewa salah satu hotel di pusat kota.

__ADS_1


Hisyam duduk termenung di balkon hotel, wajah tua itu menatap lekat pemandangan yang ada di depan.


"Om...." sapa Elang "Kenapa ?"


"Bagaimana kita mencari mereka?" tanya nya pasrah.


"Kalau memang sudah takdir kita bertemu pasti akan ada jalan nya om."


Hisyam hanya membuang nafas kasar, pria tua itu kembali menyesali masa lalu nya.


"Elang," panggil Hisyam "Jangan jadi laki-laki pecundang dan egois untuk kebahagian mu sendiri, karena semua itu akan sia-sia."


"Elang belum pernah merasakan yang nama nya jatuh cinta om, sejak mamah dan papah meninggal, Elang hanya focus merawat dan mengurus Rindu."


"Kau anak yang baik." ucap Hisyam sambil menepuk pundak Elang.


"Apa sih mas aku risih!" ujar Rindu yang mulai kesal.


"Mau mau itu." ucap nya dengan senyum semanis mungkin.


"Itu apa?" tanya Rindu bingung dengan permintaan suami nya.


"Mas mau kamu mengganti pakaian mu dengan................" ucap Chandra terputus.

__ADS_1


"Tidak, aku bisa masuk angin memakai nya."


"Ayo lah sayang." rengek nya.


"Jangan seperti bayi mas."


"Apa? kamu mau bayi." ujar Chandra menggoda.


Rindu memukul pelan lengan suami nya, "Sejak menikah, otak mu isi nya kotor semua."


Chandra terkekeh, ia sangat suka menggoda istri nya bahkan sampai marah sekali pun Chandra akan terus menggoda Rindu.


Rindu merebahkan diri kasut empuk milik nya, Chandra yang tak ingin lepas dari istri nya selalu mengikuti apa yang di lakukan Rindu.


" Jika kamu terus seperti ini, sebaik nya kita betukar jenis kelamin saja." ucap Rindu semakin kesal.


Bukan nya marah, Chandra malah tertawa terbahak-bahak hingga berguling-guling di atas kasur.


"Mas, aku mau tidur." bentak Rindu seketika tawa Chandra terhenti.


Chandra memeluk istri nya, semarah apa pun Rindu pada suami nya ia akan luluh dengan rayuan maut Chandra. Malam ini mereka tidur berpelukan, memberikan kehangatan antara tubuh mereka.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca oppa😘


__ADS_2