Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
25.Cerita Pagi


__ADS_3

Jangan pernah lepaskan rindu,


biarkan ia memeluk malam,


mengarungi rindu dari segala rindu


di antara seribu cerita berteman kenangan.


Kini Hisyam memeluk potret di mana terdapat gambar Gita dan Narendra, senyum dalam potret membuat hati nya pedih. "Jika aku bisa menekan sedikit saja ego, kita tidak mungkin menjadi seperti ini." lirih Hisyam, Rindu yang melihat penyesalan Hisyam yang begitu dalam membuat wanita itu juga ikut meneteskan air mata.


"Om....." tegur Rindu, Hisyam menoleh kemudian mengusap air mata nya. "Gita dan Narendra sangat beruntung punya anak seperti kalian." ujar Hisyam "Kalian anak baik, sama seperti orang tua kalian."


Rindu hanya tersenyum, "Besok kita ke makam mamah dan papah ya om." ajak Rindu dengan cepat Hisyam mengiyakan.


Jingga fajar mulai menyingsing, kali ini Rindu bangun lebih awal dari biasa nya, karena saat ini ia harus merewat kakak nya yang masih belum bisa berjalan. Rindu memulai aktifitas rumahan seperti biasa nya, wanita itu kini jauh lebih dewasa dari sebelum nya.


"Uluh...uluh....calon istri idaman." tegur Chandra yang tak tahu muncul dari mana.


Rindu kaget, bahkan ia nyaris melempar pakaian yang akan ia jemur ke arah Chandra. "Suka bikin kaget." bentak Rindu namun Chandra hanya terkekeh.


"Kamu udah sarapan?" tanya Chandra.


"Belum, lagian mas Chandra ngapain pagi buta ke sini?"


"Pengen bantu kamu bikin sarapan, lagian kakak mu butuh aku buat pergi ke kamar mandi."


"Kakak tidak selemah itu mas." balas Rindu.


"Tapi, sebagai calon ipar yang baik aku akan membantu dia."


Rindu hanya tertawa geli, menurut nya Chandra adalah pria yang humoris dan senang bercanda.

__ADS_1


Chandra mengikuti Rindu yang menuju dapur, ia menyiapkan semua bahan yang akan ia masak pagi ini.


"Bagaimana, apa om Hisyam betah?"


"Entahlah mas, semalam dia hanya menangis meratapi kesalahan nya."


"Biarkan saja, mungkin ada hal yang dia rahasiakan di masa lalu nya."


Rindu hanya menarik nafas, wanita itu memulai acara masak nya dengan di bantu Chandra.


"Kamu gak kerja mas?" tanya Rindu sambil memotong bawang.


"Kerja, tapi aku akan sarapan di sini setiap hari."


"Bayar mas emang nya gratis." canda Rindu.


"Bayar nya menggunakan cinta ya." ucap Chandra lalu mengedipkan sebelah mata nya.


Rindu dan Chandra tertawa, dari balik pintu dapur Elang yang di bantu tongkat untuk berjalan hanya bisa tersenyum bahagia. Kehadiran Chandra dapat merubah Rindu menjadi lebih dewasa dan Periang.


Chandra tak mengedipkan mata nya saat melihat Rindu mulai lincah memasukan satu persatu bahan yang akan ia masak.


"Jangan menatap ku seperti itu mas." ujar Rindu tanpa menoleh ke arah Chandra.


"Aku gak sabar ingin cepat menikah." ucap nya membuat Rindu semakin gugup.


"Mas mending tunggu di meja makan aja, pasti kak Elang udah ada di situ." pinta Rindu namun tak di idahkan Chandra.


"Kamu ini, selain cantik baik rajin pula memang calon istri idaman hati." goda Chandra.


"Berhenti menggoda ku mas."

__ADS_1


"Kenapa? apa kamu malu?"


Rindu tak menjawab, ia hanya sibuk menata masakan yang baru saja masak. Rindu kemudian memindahkan semua masakan nya ke meja makan, benar saja di meja makan sudah ada Elang dan Hisyam.


"Mau apa dia ini pagi-pagi udah numpang makan di rumah orang." ujar Elang pura-pura tidak tahu.


"Sialan lo." umpat Chandra "Gue mau ketemu my calon istri." ucap nya dengan senyum sumringah.


"Chandra ini, persis Gautama saat masih muda." sambung Hisyam.


"Sama gimana om?" tanya Rindu penasaran.


"Ya sama aja suka gombal sana sini."


Rindu mendelik ke arah calon suami nya, "Buah tidak akan jatuh jauh dari pohon nya." ucap Rindu.


"Gak benar tuh." ujar Chandra membela diri.


Perdebatan kecil selesai, mereka semua mulai memakan sarapan mereka masing-masing.


"Jadi pengen nambah, masakan istri gue mah top banget." ujar Chandra.


"Masih C A L O N ya." ucap Elang penuh penekanan.


Semua hanya tertawa, Chandra sangat suka mengeluarkan bualan-bualan yang bisa membuat Rindu tertawa dan itu lah yang di sukai oleh Elang, sebab Chandra bisa membuat Rindu selalu tersenyum dan tertawa.


Hii...terimakasih sudah mampir di karya pertama oppa, mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan di hati para pembaca. Mohon maaf juga jika dalam setiap penulisan terdapat banyak Typo.


Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya oppa ya😊


Karena Vote kalian adalah semangat oppa😘

__ADS_1


__ADS_2