Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
41.Pindah


__ADS_3

"Mamah tidak mengizinkan kalian keluar dari rumah ini." bentak Maya penuh emosi.


"Iya, papah juga."


"Mamah gak bisa ngelarang kami, kami punya rumah tangga sendiri." balas Bayu.


"Ini semua pasti ulah Hilma." ujar Maya.


"Kalau iya kenapa?" tanya Hilma dengan sikap tenang.


"Kamu pasti sudah mempengaruhi Bayu iya kan?" tunjuk Darma tepat di wajah Hilma.


"Mamah dan papah tidak berhak mengatur rumah tangga kami, kalian hanya menjadikan mas Bayu boneka kalian saja."


"Tutup mulut mu Hilma." bentak Maya.


"Tolong berhenti mengatur hidup ku mah, Bayu juga ingin bahagia."


"Kamu anak mamah dan papah satu-satunya, jadi kamu harus menurut dengan semua omongan mamah."


"Cih...." Hilma mendecih "Kalian bukan seperti orang tua, kalian hanya menuntut mas Bayu atas kebahagian kalian sendiri dan kesenangan kalian sendiri. Apa kalian pernah memikirkan perasaan anak kalian? aku tahu aku salah telah memaksa untuk menikah dengan anak kalian, tapi kalian telah keterlaluan memanfaatkan anak kalian sendiri." tutur Hilma.


Maya dan Darma terdiam, "Bayu wajib membuat kami bahagia karena dia anak yang sudah ku lahirkan dan ku besarkan." ucap Maya tiba-tiba.


"Mah, Bayu mohon."


"Diam kamu Bayu." bentak Maya "Apa kamu akan membela wanita yang tak pernah kamu cintai ini?"

__ADS_1


"Jaga ucapan mamah, tanpa atau izin mamah dan papah kami tetap akan pindah dari sini." ucap Bayu tegas kemudian berlalu pergi. Bayu menarik keluar semua barang yang sudah tertata rapi di dalam koper.


"Ayo kita pergi." ajak Bayu pada istri nya.


"Bayu, apa-apaan kamu ini?" teriak Darma.


Hilma mengambil anak nya di dalam kamar, wanita itu kemudian mengikuti langkah suami nya. Tepat di depan pintu, langkah Hilma terhenti. "Aku akan menarik semua saham ku di perusahaan kalian, agar kalian sadar jika harta dan tahta bukan segala nya."


Maya menggeram kesal, wanita paruh baya itu tak percaya jika ia akan kalah pada menantu nya sendiri.


"Bagaimana ini pah?"


"Entahlah, papah harus bicara dengan orang tua Hilma."


"Apa yang ingin papah bicarakan, orang tua Hilma pasti sudah tahu semua ini."


Mobil Bayu memasuki kawasan rumah mewah, pria itu seakan tak percaya dengan alamat yang di beri istri nya.


"Apa kau tak salah alamat Hilma?" tanya Bayu.


"Tidak mas, aku sudah lama membeli rumah ini."


"Sejak kapan?" tanya Bayu sambil menurunkan barang-barang mereka.


"Sejak aku melihat mu di acara perjamuan itu, aku memimpikan memiliki mu sebagai suami dan aku ingin membangun rumah tangga dengan rumah impian ku ini." ucap Hilma malu-malu.


Mereka masuk, beberapa pembantu membantu membawakan barang-barang mereka.

__ADS_1


"Kau wanita baik Hilma, aku akan belajar mencintai mu dan melupakan Rindu." batin Bayu.


Kembali ke rumah tangga Rindu dan Chandra, mereka sangat menikmati hari-hari sebagai suami istri. Sikap Chandra yang manja membuat Rindu semakin jengah.


"Seharusnya aku yang bermanja pada mu mas." ucap Rindu kesal.


"Kau istri ku sayang kau wajib memanjakan ku."


Lagi-lagi Rindu kalah dalam berdebat, wanita itu hanya merasa geli jika melihat suami nya seperti bayi.


"Dasar pemalas." ledek Elang yang baru saja keluar kamar.


"Aku bukan pemalas kakak ipar, hanya saja jika meninggalkan istri ku ini aku cepat rindu." balas Chandra.


"Kapan rencana kalian pindah?"


"Kemungkinan besok lusa."


"Rindu masih ingin menikmati senja di pantai ini." sambung Rindu.


Sambil menikmati camilan sore, mereka banyak mengobrol sambil bercanda satu sama lain.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘

__ADS_1


__ADS_2