
Rintik hujan membasahi bumi, jendela kaca mengalir air dari pias hujan, Rindu termenung menatap kosong arah luar jendela.
Chandra hanya diam memandang istri nya, pria itu berulang kali mengajak Rindu bicara namun tak sekali pun di respon.
Chandra keluar kamar, pria itu memilih berkumpul dengan semua orang yang berada di ruang keluatag. Wulan menatap sedih pada anak semata wayang nya, wanita itu berusaha menguatkan meski ia tahu hati anak nya hancur.
Wulan kemudian bangkit dari duduk nya, wanita itu masuk ke dalam Rindu lalu menghampiri menantu nya. Wulan mengusap lembut pucuk kepala menantu nya, "Ikhlaskan Rindu, percaya lah jika esok Tuhan akan gantikan dengan yang lebih baik lagi."
"Aku menyayangi nya, aku menunggu nya." hanya itu kata yang terucap.
"Anak adalah rezeki, jika Tuhan mengambil nya kembali berarti dia bukan rezeki mu dan suami mu."
"Aku marah pada orang yang telah menyebabkan ku menjadi seperti ini."
"Mereka semua telah di tangkap polisi, Maya yang telah merencanakan semua nya."
Rindu menatap Wulan," Bukan kah ini semua perbuatan Arana? mantan mas Chandra."
"Iya benar, hanya saja ia di peralat oleh Maya."
Raut sedih jelas nampak di wajah Rindu, wanita itu bahkan tak percaya jika semua ini ada hubungan nya dengan keluarga Bayu.
Semua orang yang sedang berbincang tiba-tiba sedikit kaget dengan kedatangan Bayu dan Hilma.
"Mau apa datang ke sini?" tanya Elang dengan nada dingin nya.
"Aku dan istri ku ingin meminta maaf atas nama mamah ku." ujar Bayu.
"Dengan kata maaf mu juga tak akan mengembalikan apa yang telah hilang." balas Elang.
"Jangan seperti itu, niat mereka baik mas." ujar Lintang menasehati.
Elang melirik ke arah Hilma yang menggendong anak perempuan yang berusia satu tahun lebih.
"Masuklah, Rindu ada di kamar." ucap Elang merendah.
Baru saja melangkah masuk, Chandra yang menatap tajam ke arah Bayu mulai terpancing emosi nya. Tama mencoba menenangkan anak nya.
"Sabar, mereka tidak bersalah." ujar Gautama.
"Tapi tetap saja ada hubungan nya dengan laki-laki itu." balas Chandra.
"Maafkan orang tua ku Chand, aku benar-benar tidak tahu kejadian ini." ujar Bayu.
"Bukan kah aku telah memperingati mu untuk mengawasi ibu mu?" balas Chandra.
__ADS_1
"Kau tahu aku tidak satu rumah dengan nya,"
Chandra mendengus kesal, " Jangan menemui istri ku, aku tidak mengizinkan mu." ucap Chandra.
"Biar aku saja yang menemui nya." sambung Hilma.
Wanita itu kemudian masuk kedalam kamar Rindu, ia masih membawa anak nya yang berapa Abel. Rindu menatap siapa yang baru saja masuk ke dalam kamar nya.
"Mau apa kau?" tanya Rindu ketus.
"Rindu, sabar nak." ucap Wulan lalu memilih keluar.
"Aku tahu bagaimana perasaan mu Rindu,"
"Apa kau ingin mengejek keterpurukan ku?"
"Tidak Rindu, karena aku tahu bagaimana rasa nya menjadi seorang ibu."
Abel, gadis cilik itu turun dari gendongan ibu ny, gadis cilik itu berjalan menuju boneka beruang yang sangat besar milik Rindu. Rindu tersenyum, wanita itu terus menatap Abel yang bermain dengan boneka nya.
"Siapa nama nya?" tanya Rindu membuka suara.
"Abel Gladis Soraya, biasa di panggil Abel."
"Dia cantik dan sangat mirip dengan mas Bayu." ucap nya.
"Yakin lah Rindu, setelah ini kau akan mendapatkan apa yang seharus nya kau dapat kan."
"Aku dan suami ku menanti kehadiran nya, tapi mereka merusak nya."
"Bukan hanya kau yang sedih Rindu, aku mati-matian mempertahan kan rumah tangga ku hanya untuk anak ku."
"Dari awal orang tua mas Bayu memang tak pernah menyukai ku, mereka selalu menghalangi hubungan kami."
"Maafkan aku Rindu, apa yang dulu aku rampas nyata nya tak berjalan seimbang dalam hidup ku."
"Sudahlah, aku tak ingin membahas nya." ujar Rindu.
Obrolan mereka terhenti saat Abel meminta air minum karena haus, "Abel haus sayang?" tanya Rindu, gadis cantik itu hanya mengangguk lalu memeluk ibu nya. "Sebentar tante ambilkan ya." ucap nya tersenyum lalu keluar kamar.
Semua orang kaget melihat Rindu, mereka berpikir yang tidak-tidak, "Sayang apa kau memerlukan sesuatu?" tanya Chandra menghampiri istri nya.
"Abel haus, dia mau minum." jawab Rindu lalu pergi mengambil minum.
Semua orang membuang nafas lega, "Seperti nya istri ku menyukai anak mu." ucap Chandra.
__ADS_1
Rindu datang membawa minuman dan beberapa kue, semua orang hanya diam membiarkan Rindu yang sedang bermain dengan suasana hati nya.
Rindu menyuapi Abel makan kue, wanita itu terlihat gemas dengan tingkah Abel. "Setelah ini kau harus rajin bekerja." ucap Hilma.
"Bekerja apa?" tanya Rindu tak mengeti.
"Bekerja untuk mendapatkan anak kembali." balas Hilma.
"Semoga Tuhan mempercayai ku kembali." ucap Rindu.
"Amin,....Rindu, jika kau menyukai anak ku, kita bisa bertemu kapan pun kau mau, aku ingin kita jadi saudara dan tak ada kata musuh di antara kita." pinta Hilma.
"Benarkah? aku boleh bertemu dengan anak mu?"
"Iya, jadilah teman ku Rindu, mari kita jadikan masa lalu pembelajaran juga kenangan. Aku tidak sejahat yang kau kira Rindu."
"Jalani saja, ada hikmah di balik semua yang terjadi."
Asik mereka mengobrol, membuat Chandra mulai gelisah, pria itu memang tak bisa jauh dari istri nya.
"Lintang, kamu masuk lihat apa yang mereka lalukan." pinta Chandra.
Lintang beranjak dari duduk nya, wanita itu kemudian masuk ke kamar Rindu.
"Rindu, apa kau baik-baik saja?" tanya Lintang.
Rindu menatap aneh pada ipar nya, "Aku baik-baik saja kakak ipar tenang lah, katakan pada mereka aku baik-baik aja." jawab Rindu yang mengerti maksud Lintang.
Lintang keluar, ia memberi tahu Chandra jika istri nya baik-baik saja.
"Kau sangat beruntung Rindu." ujar Hilma.
"Apa nya?"
"Kau memiliki orang-orang yang sayang pada mu terutama kedua mertua mu, tidak seperti aku." jawab Hilma.
"Sabar Hilma, kau pasti akan merasakan nya suatu saat."
"Aku memiliki suami yang tak mencintai ku juga mertua yang tak pernah menghargai ada nya diri ku. Aku berjuang mati-matian demi rumah tangga ku." ujar Hilma dengan mata berkaca-kaca.
Entahlah, Rindu juga merasakan kesedihan wanita yang telah merebut laki-laki yang sangat ia cintai dulu. Namun, jauh dari lubuk hati Rindu telah memaafkan mereka yang telah menyakiti nya. Rindu hanya sedih karena kehilangan anak nya.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘