Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
74.Aku Ingin Bertemu Rindu


__ADS_3

Dengan bimbang Bayu mencoba menimbang kembali permintaan papah nya, pria itu seakan kehilangan muka saat berdiri tepat di depan pintu rumah Chandra.


Dengan memantapkan hati nya, Bayu memencet bel rumah. Tak berapa lama seorang pembantu datang membuka pintu dan mempersilahkan nya masuk.


Chandra yang merasa bingung dengan kedatangan Bayu langsung menghampiri tamu nya.


"Ada apa?" tanya Chandra dengan wajah dingin nya.


"Aku ingin bertemu Rindu." ujar Bayu.


"Untuk apa kau menemui istri ku?"


"Tolong, sebentar saja." mohon Bayu.


Mau tidak mau Chandra memanggil istri nya yang masih berada di dalam kamar. Rindu sejenak terdiam menatap mentan kekasih nya itu.


"Ada apa mencari ku?" tanya Rindu tanpa basa basi.


"Ini soal mamah, bisa kah kau mencabut laporan nya." pinta Bayu.


"Masalah ini tidak ada kaitan nya dengan istri ku, kau bisa menemui kakak ipar ku." ujar Chandra.


"Tapi, Rindu bisa bicara pada kakak nya."


"Setelah membuat kami kehilangan calon anak, kau dengan mudah nya memberi perintah pada istri ku untuk mencabut laporan ." ucap Chandra yang menahan emosi.

__ADS_1


"Bukan begitu maksud ku, aku tahu jika mamah ku bersalah, tapi aku bosan terus di desak oleh papah ku." balas Bayu.


"Mas Bayu, masalah hukum ini aku tidak ingin ikut campur, kakak melarang ku." ujar Rindu membuka suara.


Bayu membuang nafas kasar, pria itu sudah kehabisan kata-kata untuk bicara. Jauh dari lubuk hati nya ia merasa malu dengan Rindu.


"Temui lah kakak, kau tahu sendiri jika kakak ku sangat keras mas."


"Baiklah, aku permisi dulu." ujar Bayu.


Chandra dan Rindu menatap kepergian Bayu, ada rasa iba menyelimuti hati Rindu saat melihat tubuh kurus Bayu.


"Kau kenapa?" tanya Chandra membuyarkan lamunan istri nya.


"Itu kesalahan nya, dia kurang tegas menjalani hidup nya."


Chandra mengajak istri masuk kedalam rumah, sedangkan Bayu merasa frustasi dengan masalah orang tua nya sekarang.


Bayu memutar arah menuju rumah Elang yang sudah ia ketahui dari Chandra sebelum nya.


Pagi ini menjadi pagi yang kalut untuk Bayu, di sisi lain ia ingin berbakti kepada orang tua nya namun di sisi lain hati nya seakan menolak akan perbuatan kedua orang tua nya.


Elang menatap tajam tamu nya pagi ini, pria itu bahkan bisa menebak apa yang di inginkan oleh Bayu.


"Jika kau menginginkan aku mencabut laporan mamah mu, pulanglah." ujar Elang.

__ADS_1


"Ku mohon kak, kasihani mamah sedikit saja."


"Saat mamah mu, menghilangkan calon keponakan ku apa dia merasa kasihan pada adik ku?"


"Tolonglah kak, hanya kakak yang bisa membebaskan mamah ku."


"Bayu, sejak dulu kau dan keluarga mu adalah benalu dalam hidup adik ku, orang tua sejak dulu selalu merusak kebahagian adik ku."


"Aku tahu itu, aku mohon untuk kali ini saja." mohon Bayu dengan suara melas nya.


"Ini bukan yang bertama kali nya aku membiarkan keluarga mu terutama orang tua mu membuat adik ku sakit hati, pergilah aku tidak akan mencabut laporan ku." usir Elang.


Elang menutup pintu, membuat Bayu terdiam kaku merasakan apa yang terjadi pagi ini. Pria itu kemudian pergi ke rumah papah nya.


"Apa kau bilang, mereka tidak akan mencabut laporan nya?" ujar Darma dengan nada tinggi.


"Aku sudah berusaha pah,"


"Awas saja mereka, aku akan membalas semua nya."


"Sudahlah pah, ini pelajaran buat kalian."


"Diam kau Bayu, kau dan mereka sama saja." bentak Darma.


Lagi-lagi Bayu hanya diam mendengarkan amukan papah nya, pria itu ingin menjerit namun ia mencoba menahan hati agar tak terbawa emosi.

__ADS_1


__ADS_2