Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
30.Bulan Madu&Malam Pertama


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Chandra akan mengajak Rindu bulan madu, pria itu sangat bersemangat karena ia akan pergi liburan bersama orang tercinta.


Chandra mempersiapkan segala keperluan mereka selama liburan, bahkan ia sibuk sendiri dan tak membiarkan istri nya itu lelah.


"Kamu duduk aja." pinta Chandra pada istri nya.


"Kan mau bantu." ucap Rindu kesal.


"Nanti kamu kecapekan, kita kan pengen punya anak secepatnya."


Rindu memanyunkan bibir nya, wanita itu merasa jengkel dengan sikap suami. "Semua serba gak boleh." gerutu Rindu kemudian meninggalkan suami ny. Rindu menghampiri Elang dan Hisyam yang sedang asyik menikmati teh pagi di teras depan rumah.


"Wajah kamu kenapa kok di tekuk?" tanya Elang sambil mengamati wajah adik nya.


"Tahu ah...mas Chandra gak bolehin aku capek-capek, bantu dikit aja dia udah ngomel." adu Rindu pada kakak nya.


Hisyam dan Elang tertawa, terutama Elang, pria itu sangat paham dengan watak sahabat yang sekarang resmi menjadi adik ipar nya.


"Kamu nurut aja, baik buruk nya dia suami mu." nasehat Elang.


Rindu juga merasa jengah dengan ucapan kakak nya, kemudian wanita itu memilih pergi ke pinggir pantai yang tak jauh dari rumah nya.


Udara pagi yang masih segar membuat Rindu membentangkan kedua tangan nya dan memejamkan mata lalu menarik nafas dalam-dalam. Dari belakang tiba-tiba ia di peluk dengan Chandra.


"Membuat ku kaget." ucap kesal Rindu.


"Masih marah?"


"Biasa aja." ucap Rindu sambil melepaskan pelukan suami nya.


"Mau kemana?''


"Cari angin." jawab Rindu yang sudah menyusuri bibir pantai, kemudian di ikuti oleh Chandra.


"Kakak ingin pergi mas." ujar Rindu membuka suara.


"Kemana?" tanya Chandra penasaran.


"Mencari teman masa kecil nya, yang ternyata anak kandung dari om Hisyam."


Chandra terperangah, "Kamu serius?"

__ADS_1


"Ya, nama nya Lintang dia lebih muda dari ku sedikit."


"Baru kali ini, aku mendengar Elang punya teman masa kecil.''


"Memang nya kakak tidak pernah cerita?"


"Tidak, kakak mu sangat tertutup kalau soal wanita."


Rindu juga mengiyakan ucapan Chandra, bahkan selama jadi adik nya Elang, Rindu belum pernah sekali pun melihat kakak nya dekat wanita mana pun.


Sore ini, Chandra dan Rindu sudah siap dan rapi mereka di antar oleh Keluarga masing-masing ke bandara.


"Buatkan mamah cucu yang banyak." pinta Wulan sambil memeluk Rindu, namun Rindu hanya tersenyum kikuk.


"Tenang aja mah pah kakak ipar, aku akan membuat kan kalian seorang bayi lucu yang sangat banyak." sambung Chandra membuat semua orang terkekeh.


Kemudian mereka berpamitan dan langsung masuk ke dalam ruangan salah satu bandara. Mereka hanya bulan madu di dalam negeri, karena Chandra sangat mencintai produk lokal. Bilang aja Chandra pelit🤣🤣🤣


Butuh waktu dua jam untuk mereka melakukan penerbangan, setelah tiba di salah satu bandara di kota M mereka langsung di jemput oleh orang yang sudah mengatur perjalanan mereka.


Di sinilah mereka sekarang, di kamar hotel yang langsung menghadap hamparan lautan luas dari atas bukit.Rindu bahkan tal mengedipkan mata saat melihat pemandangan yang ada di depan nya.


"Negeri ini banyak tempat yang sangat indah, dan bodoh nya aku hanya berdiam dia tanpa mengeksplor keindahan nya." ujar Rindu.


"Omongan menyakitkan mas tapi ada benar nya juga." ucap Rindu kemudian ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang sudah lengket.


Malam ini, Chandra mengajak Rindu makan malam romantis yang sudah ia pesan sebelumnya. Sekali lagi, Rindu merasa takjub dengan sikap suami nya yang sangat romantis.


Setelah makan malam, Chandra mengajak istri nya untuk berjalan-jalan sebentar. Rindu bahagia, bahkan senyum nya tak sedikit pun luntur dari wajah cantik nya membuat Chandra semakin tergoda.


"Kau sangat menggoda ku sayang." bisik Chandra "Suami mu ini sudah tidak tahan."


Bulu kuduk Rindu bergidik ngeri, wanita itu langsung membayangkan hal-hal yang tak pernah ia bayangkan sebelum nya.


"Jaga sikap mu mas." ucap Rindu gugup.


"Apa yang harus aku jaga sayang, aku suami mu lo." balas Chandra sambil mengedipkan mata sebelah.


"Kau sangat suka mengedipkan mata mas, lama-lama aku akan mencongkel mata mu itu." ucap Rindu ketus.


"Wah, istri ku ini semakin galak membuat aku tak sabar untuk melahap nya."

__ADS_1


Tanpa menghiraukan suami nya, Rindu berjalan sedikit cepat menuju kamar hotel mereka. Rindu tidak marah, hanya saja ia belum mengerti dengan semua nya.


"Sayang, jangan marah." rengek Chandra di belakang istri nya.


Rindu membuka pintu, wanita itu langsung membersihkan riasan wajah nya kemudian berganti pakaian tidur. Namun lagi-lagi, mata Rindu terbuka lebar bahkan mulut nya menganga tak tertutup. Rindu mengangkat pakaian tidur itu, ia sangat kesal melihat nya.


"Pantesan aja aku gak boleh bantu kamu mas." ucap Rindu sambil melemparkan lingerie yang berwarna merah maron itu.


Chandra tertawa terbahak-bahak, "Pakailah sayang." pinta nya.


"Sejak kapan otak mu menjadi kotor mas?" tanya Rindu kesal.


"Sejak aku menikahi wanita cantik seperti kamu." jawab nya tanpa berdosa.


Rindu kemudian membongkar isi koper milik nya, namun sayang sekali tak ada pakaian yang bisa ia pakai untuk tidur malam ini selain lingerie.


"Kemarikan." pinta Rindu "Aku sangat kesal pada mu mas." ucap Rindu kemudian masuk kemar mandi untuk mengganti pakaian nya.


Rindu keluar, mata Chandra membulat sempurna melihat istri nya yang sangat cantik dengan wajah putih nya juga senyum manis nya semanis madu.


"Tutup mata mu mas." ujar Rindu sambil menutup bagian dada nya menggunakan tangan. Namun Chandra tidak menghiraukan ucapan istri nya, ia berjalan semakin dekat membuat Rindu mundur kebelakang.


Chandra tak bersuara, ia terus berjalan hingga membuat istri nya bersandar pada dinding. Chandra langsung mencium bibir istri nya dengan lembut, meski tak mendapat balasan dari Rindu, Chandra berusaha membuat istri nya nyaman akan perbuatan nya. Wajah Rindu yang datar bahkan rona merah nampak jelas terlihat, membuat wanita itu menahan malu nya


Lama mereka berciuman, membuat Rindu mulai kehabisan nafas. "Berbafaslah sayang." ucap Chandra kemudian menggendong istri nya ke atas tempat tidur. Rindu hanya pasrah menuruti semua kemauan suami nya.


Di atas tempat tidur, Chandra kembali mencumbu istri nya, bahkan pria itu tak sedikit pun memberi jeda. "Bolehkah aku meminta hak ku?" tanya lembut Chandra sambil mengecup kening istri nya.


Dengan malu-malu, Rindu mengangguk ia paham yang di maksud suami, wanita itu berusaha menjadi istri yang baik agar tak mengecewakan suami nya.


Di terangi cahaya bulan juga hamparan laut luas yang membentang juga dinding-dinding kamar yang menjadi saksi bisu antara penyatuan dua insan yang sedang berbahagia itu.


Atas ijin Rindu, Chandra memulai aksi nya bahkan pria itu sangat lembut memperlakukan istri nya. Malam ini menjadi malam panjang di antara malam-malam sebelum nya.


Desahan demi desahan dari kedua anak manusia itu membuat nyamuk yang sekira nya melintas menjadi iri.


Terimakasih sudah mampir ke karya oppa,


mohon maaf jika ada Typo


Oppa tunggu kritik dan saran dari para pembaca karya oppa😊😊

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya Oppa ya😊😊


Karena Vote kalian semangat oppa😘


__ADS_2