Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
49.Rindu kemana


__ADS_3

"Benarkah?" tanya Orang dari sebrang telpon "Dan aku sebentar lagi akan punya keponakan?"


"Iya...iya berisik lo." balas Chandra.


"Semoga keponakan gue gak menurun ke lo kelakuan nya." ujar Elang.


Rindu tertawa, "Bener tu kak." ucap nya.


"Kalian ini sama saja." ujar Chandra.


Telpon terputus, Elang bahagia saat mendengar kabar dari adik nya yang saat ini sedang hamil. Elang keluar dari toko nya, bahkan senyum nya selalu terukir dari wajah tampan nya.


'' Mau kemana Elang?" tanya Hisyam.


"Eh....om Rindu hamil om Rindu hamil dan aku sangat senang."


"Alhamdulillah, semoga mereka selalu sehat."


"Amin, Elang pergi sebentar om."


"Iya."


Tak jauh Elang pergi, ia malah menemui Lintang yang sedang bekerja di hotel Chandra, pria itu bebas keluar masuk tanpa izin karena semua orang tahu siapa Elang.


"Lintang..." panggil Elang.


"Ngapain kesini." tanya Lintang sambil memegang penggorengan.


Lintang menghampiri Elang, tanpa aba-aba Elang langsung memeluk Lintang girang.


"Lepaskan, aku malu." ucap Lintang "Lihat mereka." ujar nya.

__ADS_1


"Eh...maaf..maaf, aku senang hari ini."


"Kenapa?"


"Rindu hamil dan aku akan menjadi om sebentar lagi."


"Wah, benarkah? selamat kalau gitu."


"Iya, Emmm....ya udah lanjut kerja lagi."


"Dan kau kesini hanya memberi tahu ku soal ini?''


"Lalu apa lagi?"


Lintang menggelengkan kepala nya, wanita itu kemudian diam kaku saat mengingat Elang memeluk nya tadi.


"Hei...kenapa?" tanya Elang.


"Eh...gak kenapa-kenapa, ya udah sana pulang." usir Lintang.


Kilau bulat jingga sudah condong ke arah barat, Wanita yang baru saja positif hamil itu masih bermalas-malasan di atas tempat tidur nya. Chandra juga tidak bergerak, ia terus mengusap-ngusap perut istri nya yang masih datar itu.


"Berhenti mas, itu sangat geli."


"Sayang, anak kita pasti senang di dalam sana."


"Tapi aku merasa geli mas." ujar Rindu yang mulai kesal.


"Ayo lah sayang, anak kita ini pasti senang karena papah nya sangat menyayangi dia." ujar Chandra lalu menciumi perut istri nya.


"Sudah ku bilang geli." bentak Rindu lalu beranjak keluar kamar.

__ADS_1


"Sayang mau kemana?" teriak Chandra.


Tak mendapatkan jawaban, Chandra memilih menyusul istri nya.


"Rindu kemana mah?"


"Ada di kamar mamah dan papah." jawab Gautama.


"Ngapain di kamar mamah dan papah?"


"Sekali lagi kamu mengganggu istri mu, papah yang akan menghajar kamu." bentak Gautama.


"Mah, papah kenapa jadi marah-marah ?"


"Kamu sih, istri kamu lagi hamil jangan Suka di ganggu karena wanita hamil itu sensitif."jawab Wulan.


"Tapi kan Chandra hanya ingin bermain dengan anak Chandra sendiri."


Pletakkk....Gautama melemparkan sandal nya ke arah Chandra. "Pergi sana, jangan ganggu Rindu dia bilang gak bisa tidur seharian ini gara-gara kamu ganggu."


"Kan tidur sore-sore gak bagus."


"Menjawab, kalau di bilangin orang tua menjawab." bentak Wulan.


Chandra lari, ia tahu jika kedua orang tua nya akan memarahi nya habis-habisan kali ini. Chandra memilih melanjutkan pekerjaan nya di ruang kerja, namun pria itu tak bisa fokus pada pekerjaan nya.


"Kalau aku nyusulin Rindu nanti mamah dan papah marah." ucap nya "Ah....tapi aku sangat merindukan istri ku yang cantik itu."


Chandra mondar mandir tak jelas di dalam ruang kerja nya, pria itu tak tahu jika Rindu sudah kembali ke kamar mereka sedari tadi.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2