
Sepenggal Rindu yang aku titipkan pada senja,
Memberi warna di langit yang semula jingga namun kini berubah warna.
Kelabu sendu nampak terhias di ujung petang,
Wahai kekasih hati, mau kah kau seperti langit yang senantiasa setia menerima senja dan mendung apa ada nya.
👉 Ni R
"Apa yang akan kita lakukan Elang?" tanya Hisyam yang tak punya ide.
"Untuk sementara biarkan Elang yang bertemu tante Laras dan Lintang."
"Tapi aku sangat merindukan ke dua wanita ku." ucap Hisyam "Sebenarnya jauh dalam lubuk hati ku, perasaan bersalah ku lebih besar untuk mereka setelah kepergian orang tua mu." sambung nya kembali.
"Elang sangat mengerti dengan perasaan om,"
"Aku harus bersabar." ucap Hisyam.
"Malam ini, Elang di undang untuk makan malam di rumah tante Laras."
"Sayang nya om tak bisa ikut."
Malam yang di tunggu akhir nya datang, Elang terlihat tampan dengan penampilan nya malam ini. Elang menaiki taxi daro hotel ke rumah Laras dengan perjalanan tempuh kurang lebih lima belas menit.
"Wah Elang, kamu dari kecil hingga dewasa memang sangat tampan." puji Laras.
"Elang jadi malu tante." balas Elang tersipu, kini mata nya tertuju pada seorang wanita dengan paras cantik dengan selisih umur tiga tahun dari nya. Ya, Lintang sedang menyiapkan hidangan untuk menyambut tamu yang tidak ia ketahui.
Lintang Anjari
Mata Elang tak berkedip saat melihat Lintang, gadis cantik dan imut itu telah menarik hati nya pada titik ketertarikan. "Dia kah Lintang kecil ku?" batin Elang.
"Hei, kenapa melamun?" tanya Laras sedikit membuat Elang kaget.
__ADS_1
"Apa dia tamu kita malam ini mah?" tanya Lintang menatap Elang.
"Iya, apa kau mengingat nya?" ujar Laras kemudian menghampiri anak nya.
Lintang mencoba mengingat pria yang ada di depan nya, namun sayang ia sangat yakin jika tak pernah mengenal Elang. "Ah, entahlah, Lintang tidak mengenal nya bahkan melihat nya saja baru malam ini."
Elang hanya tersenyum, "Gadis yang sangat jahil dan suka mengikuti kemana pun aku pergi." ucap Elang membuat Lintang terperangah.
"Hei.....kau kah itu?" tanya Lintang tak percaya, "Pria kecil yang suka ku buat kesal itu." sambung nya kembali.
"Menurut mu?"
"Tapi kok bisa,........" ucap Lintang terputus, ia bahkan sangat bingung saat melihat Elang yang tiba-tiba ada di rumah nya.
"Elang dan mamah gak sengaja bertemu di toko kue, ternyata Elang masih mengingat mamah dan kamu dan jadilah mamah mengundang dia kesini untuk makan malam sebelum Elang pulang." jelas Laras membuat Lintang mengerti.
"Apa kau tidak mempersilahkan teman kecil mu ini untuk duduk, aku sudah sangat lapar?" goda Elang.
Mereka semua duduk, ada senyum yang tak bisa di hindarkan dari Elang dan Lintang.
"Liburan atau bisnis?" tanya Lintang.
"Masih seperti dulu, singkat." ucap Lintang.
Laras hanya tertawa, "Kalian ini sudah bertahun-tahun tidak ketemu tapi gak ada rasa canggung sama sekali."
"Mana mungkin Elang bisa canggung jika ketemu Lintang yang suka jahil ini."
"Eh, enak aja masih mending aku lah kamu pria datar." ejek Lintang.
"Eits....aku pria tampan bukan datar."
"Sudah-sudah, baru aja ketemu udah ribut ayo makan."
Mereka akhir nya makan malam bersama, saling betukar cerita dengan canda tawa membuat Elang semakin tertarik pada teman kecil nya. Mata tajam itu sesekali memperhatikan tingkah Lintang yang menurut nya sangat lucu.
"Rindu baru saja menikah."
__ADS_1
"Wah keselip dong."
"Emang nya motor gp."
"Hehe....sama siapa itu...emmm.....aku lupa deh...emmm sama Bayu?" ujar Lintang sambil mengingat.
"Tidak." jawab singkat Elang.
"Loh, bukan nya dulu mereka pernah berjanji saat masih kecil."
Elang menceritakan semua kejadian yang di alami Rindu, membuat Laras dan Lintang sangat geram.
"Buang aja tu laki ke laut." ucap Lintang geram.
"Wah menakutkan." sambung Elang.
"Aku sangat benci pria penipu."
"Dan sekarang, orang tua nya berusaha untuk menyatukan mereka kembali."
"Dasar orang tua gak ada akhlak." umpat Lintang.
"Husss, gak sopan." bentak Laras.
Makan malam selesai, mereka berpindah ke ruang tamu. Lagi-lagi keributan kecil terjadi antara Elang dan Lintang.
"Kau masih sama, sifat jahil mu tak berubah." ucap Elang.
"Tapi kamu suka kan."
Laras hanya menggelengkan kepala, buat Laras sudah biasa menghadapi sikap anak nya yang sangat jahil itu.
Malam semakin larut, Elang berpamitan pulang. Sesampai nya di hotel, Elang langsung di rundung banyak pertanyaan oleh Hisyam. Pria itu mendengarkan semua cerita Elang, membuat mata nya sedikit berkaca-kaca. Hingga tengah malam pun Hisyam masih setia mendengarkan cerita dari Elang, membuat penyesalan dan kerinduan nya berbaur menjadi satu.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘