
Chandra terus menatap jam tangan nya, pria itu masih menunggu kedatangan Bayu. Tak berapa lama Bayu pun datang.
Mata mereka beradu pandang, sejenak membuat keheningan.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan ku?" tanya Bayu.
"Tolong, awasi ibu mu agar tak merusak rumah tangga ku." pinta Chandra.
Bayu menarik nafas dalam, "Kau mencintai Rindu?" tanya Bayu serius.
"Kenapa tidak, saat ini Rindu sedang mengandung anak kami."
Wajah Bayu pias, pria itu harus belajar mengikhlaskan Rindu bahagia bersama pria lain.
"Tolong bicara pada ibu mu, jauhi Arana dia wanita yang sangat licik."
"Aku dan istri ku tak tinggal bersama orang tua ku lagi, jadi aku jarang bertemu dengan mereka."
"Jangan jadikan semua itu alasan, Rindu berhak bahagia, seharus nya keluarga mu sadar diri karena telah membuang Rindu."
Bayu terdiam, perasaan bersalah mulai menghantui nya kembali. "Aku akan berusaha." ucap lirih Bayu.
"Jangan jadi pria lemah hanya karena kau ingin berbakti pada orang tua mu, aku paham dengan hati mu, karena kita sama-sama anak tunggal." ucap Chandra menasehati. "Ingatlah, jika ibu mu bekerja sama dengan Arana dan usaha mereka berhasil, bukan hanya rumah tangga ku yang hancur tapi juga rumah tangga mu."
"Jaga Rindu, dia wanita baik maafkan aku yang pernah menyakiti nya dulu."
__ADS_1
"Sudahlah Bay, jadikan semua pelajaran dalan hidup mu, dan sekarang bersikap tegas lah pada orang tua mu demi keutuhan rumah tangga kita masing-masing."
Obrolan mereka berlanjut, Bayu yang menceritakan tentang masa lalu nya bersama Rindu di tanggap baik oleh Chandra. Chandra pria dewasa, hal itu yang membuat Bayu merasa kagum akan pria yang ada di depan nya saat ini.
Hari semakin larut, kedua pria itu mengakhiri obrolan mereka.
"Aku harus pulang." ucap Chandra saat melihat jam tangan nya.
"Aku juga." sambung Bayu "Emmm....Chan, boleh aku bilang sesuatu?"
"Katakan lah?"
"Rindu sangat suka martabak manis dengan semua topping yang bertabur menjadi satu, beli lah pasti dia akan senang."
Chandra tersenyum, "Terimakasih." ucap nya kemudian berlalu pergi.
Cukup lama Chandra menunggu, akhirnya pesanan nya sudah jadi, Chandra kemudian membayar dan langsung pulang.
Sesampai nya dia rumah, Chandra langsung mendapatkan wajah masam istri nya yang sudah menunggu sedari tadi.
"Dari mana?" tanya Rindu sinis.
"Bertemu teman." jawab Chandra.
__ADS_1
"Siapa?"
"Emm...siapa aja."
Rindu kesal dengan jawaban suami nya, wanita itu bahkan duduk membelakangi suami nya.
"Gak usah marah, suami mu ini punya sesuatu untuk istri tercinta." bujuk nya lalu menyerahkan bungkusan yang ia sembunyikan sedari tadi.
"Apa ini?" tanya Rindu dengan mengerutkan alis nya.
"Buka saja."
Rindu membuka bungkusan itu, mata nya berbinar dan senyum nya langsung mengembang seperti adonan donat.
"Dari mana mas tahu jika aku menginginkan makanan ini?" tanya nya girang.
"Kekuatan batin kita yang membuat aku tahu sayang." goda Chandra.
Rindu hanya tertawa, wanita itu makan dengan lahap martabak yang di beli suami nya. Chandra sangat senang saat melihat Rindu senang, pria itu lalu mengusap lembut pucuk kepala istri nya.
Rindu akhir nya kenyang, wanita itu bahkan menghabiskan sendiri martabak manis tersebut. Duduk sebentar lalu Chandra mengajak istri untuk tidur.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘