Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
37.Bukan Tembok


__ADS_3

Dua hari sebelum kepulangan Elang, Lintang memilih ambil cuti demi menemani pria masa kecil nya untuk pergi mengelilingi kota tersebut. Tak lupa, Hisyam mengikuti mereka dari jarak jauh, pancaran bahagia dari raut wajah tua nya sangat terlihat jelas mana kala ia menyaksikan anak gadis nya tubuh besar menjadi gadis yang cantik juga periang.


Di rumah Rindu, wanita itu kembali merasa sangat kesal karena terus di goda oleh Chandra. Seperti pagi ini, Rindu menjemur pakaian namun dengan jahilnya Chandra menaruh kembali pakaian yang sudah tergantung itu ke dalam keranjang.


"Berhenti mengganggu ku mas." bentak Rindu.


"Kau sangat cantik pagi ini sayang." goda Chandra "Apalagi saat ini kamu menggunakan baju daster."


"Jaga mata mu mas." ucap Rindu sinis.


"Hei, aku suami mu apa yang harus aku jaga."


"Jangan-jangan di luar sana mata kamu suka berkeliaran melihat wanita sexy apa lagi mulut mu itu sangat manis."


Chandra memeluk istri nya dari belakang, "Aku hanya milik mu, aku hanya tergoda dengan istri ku tidak untuk wanita lain."


"Cihh.....Laki-laki sangat pandai bermain kata." ledek Rindu.


"Sama aja wanita juga."


"Kalian para lelaki yang bermulut manis pantas di masukin karung yang berisi buaya."


"Jahat sekali istri ku ini." ucap Chandra sambil mencubit pipi Rindu.


Chandra mengikuti langkah istri nya masuk ke dalam Rumah, "Kau tidak bekerja mas? bisa-bisa bangkrut semua hotel kita jika kau terus bermalas-malasan."


"Aku hanya perlu mengecek nya seminggu sekali sayang, jangan khawatir uang suami mu ini tidak akan habis meski pun aku memiliki banyak istri."


Pletakkkkk........Chandra mendapatkan bogem di perut nya, ia merintih kesakitan. Chandra tak menyangka jika istri nya bisa sadis juga.


"Jaga bicara mu mas, ini masih pagi." bentak Rindu.


"Aku hanya bercanda sayang, tapi kamu malah memukul ku."


"Awas saja jika kamu berani memiliki istri lagi mas, aku akan mencincang mu lembut lalu daging mu akan ku berikan pada buaya darat yang kelaparan." ucap sinis Rindu.


"Sayang aku hanya bercanda, aku minta maaf."

__ADS_1


Chandra terus merengek meminta maaf pada istri nya, bahkan pria itu seperti bayi yang terus menarik ujung baju istri nya.


Pria dan wanita itu tak ada lelah nya saat menyusuri jalan kota, mereka terlihat saling bercanda satu sama lain. Meski baru ketemu tapi Elang dan Lintang tak malu untuk saling berbicara.


Elang mengajak Lintang duduk di kursi taman yang berada di tengah kota. "Apa kau sudah punya kekasih?" tanya Elang sembarang.


Lintang terkekeh, "Aku hanya sibuk bekerja dan membantu mamah, tak ada waktu untuk mengurusi hal semacam itu."


"Hebat." puji Elang "Emmm....bolehkan aku jatuh cinta?" batin Elang.


"Lalu, kenapa tante Laras tak menikah lagi?" pertanyaan yang di pendam Elang akhir nya keluar juga.


"Mamah masih sangat mencintai papah, tapi sayang cinta nya juga berimbang dengan benci."


"Cinta dan benci hanya memiliki garis tipis, lalu kenapa tak mencoba menerima nya kembali?"


"Mamah pernah cerita, jika mamah sangat kecewa saat papah masih mengingat wanita yang bernama Gita tapi mamah aja gak pernah kenal dan ketemu dengan wanita yang bernama Gita."


Deg.....jantung Elang berdetak tak beraturan, batin Elang mengatakan jika Laras menceritakan semua nya pada Lintang.


"Tapi nama nya sama dengan nama tante Gita ya? mamah kamu." ucap Lintang semakin membuat Elang gelabakan.


"Bisa jadi."


"Tapi, jika suatu saat papah mu datang menemui kalian bagaimana?"


Lintang terdiam, hati nya kembali perih jika mengingat diri nya besar tanpa seorang ayah.


"Entahlah, bahkan mamah tak tahu di mana dia berada."


"Kau merindukan papah mu?"


"Jauh dalam hati ku, aku sangat merindukan nya tapi ada rasa perih jika mengingat ia tak pernah mencari kami."


"Jika sebenarnya dia mencari kalian namun tidak pernah ketemu bagaimana menurut mu?"


"Aku tidak yakin jika dia mencari kami."

__ADS_1


"Kau harus yakin, nyawa seorang ayah ada pada anak perempuan nya."


"Aku hanya tidak ingin ibu kembali menderita dengan perbuatan nya."


"Mungkin dia punya alasan sendiri."


"Jika alasan nya hanya karena wanita itu, semua tak berguna."


"Kau harus belajar menerima penjelasan dari nya jika suatu saat dia datang pada kalian."


Lintang hanya diam, mata nya mulai berkaca-kaca dan Elang tahu akan hal itu.


"Jangan sedih, nanti cantik nya hilang." goda Elang.


"Apaan sih, lebay."


"Senyum.....iiiiii." Elang menarik ke atas ujung bibir Lintang.


"Berhenti mengganggu ku, nanti pacar mu marah jika mengetahui nya."


"Aku tak pernah mengenal wanita selain Rindu dan kamu." ucap Elang.


"Bohong."


"Aku serius." balas Elang dengan wajah serius, tatapan mata nya bertemu dengan mata cantik Lintang. Membuat Lintang mulai merasakan hal aneh yang merasuki hati nya.


"Berhenti menatap ku." ucap Lintang kemudian membuang muka.


"Kau sangat cantik Lintang, jadi wajar saja jika aku menatap mu."


"Berhenti menggoda ku pria datar."


"Astaga, aku bukan tembok."


Elang dan Lintang saling melempar ejekan dan candaan, membuat ke dua nya nampak serasi seperti sepasang kekasih. Namun dari balik pagar dengan tumbuhan hijau, ada hati yang sedang patah dan merasa kecewa pada diri nya sendiri. Ya, Hisyam menangis dalam diam saat ia mendengar sendiri pembicaraan Elang dan Lintang anak nya.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2