Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
76.Rencana Arana


__ADS_3

"Kau lihat kan, jika aku sudah bertindak Chandra akan kalang kabut." ujar Gusti tertawa cengir.


Arana menyunggingkan bibir nya, "Apa yang kau inginkan sebenar nya? Rindu?"


"Aku hanya menginginkan kehancuran nya, soal Rindu, aku tidak ingin barang bekas."


"Lalu, apa tugas ku?" tanya Arana.


"Tugas mu sederhana, hancurkan rumah tangga mantan mu itu." perintah Gusti.


"Tidak semudah itu Gus, Elang sangat menjaga adik nya itu."


"Aku tidak mau tahu, gunakan otak mu." ucap Gusti datar.


Di lain tempat, Chandra dan Gautama sedang sibuk untuk membersihkan nama baik hotel mereka. Cukup melelahkan, karena tak semua orang memberi tanggapan yang bagus.


"Apa kau mempunyai masalah dengan Gusti?" tanya Tama.


Sejenak Chandra berpikir, "Tidak pah, kami teman baik meski tidak terlalu dekat." jelas Chandra.


"Lalu mengapa dia menjatuhkan mu seperti ini, papah yakin jika kamu telah menyinggung nya."


Chandra membuang nafas kasar, pria itu berpikir keras mengingat kesalahan apa yang ia perbuat.


"Chandra ingat pah, jika Gusti adalah saudara sepupu Bayu." ujar Chandra "Apa ada hubungan nya dengan keluarga Bayu?"


"Entahlah, kau harus mencari tahu segera." ujar Tama.


Arana, wanita itu sedang bingung memikirkan bagaimana cara nya masuk ke dalam kehidupan Chandra kembali.

__ADS_1


Sebuah ide muncul dalam otak licik nya.


"Aku akan menumbalkan Gusti." ujar nya lalu tertawa puas.


Rindu, wanita itu sedang cemas memikirkan masalah suami nya saat ini, wanita itu tak henti nya berdoa agar masalah sang suami cepat selesai.


Matahari semakin terik, Chandra masih sibuk dengan pekerjaan nya yang masih menumpuk. Chandra di kaget kan dengan ketukan pintu oleh sekretaris nya.


"Ada apa?" tanya datar Chandra.


"Ada bu Arana pak." ujar Rani memberitahu.


"Mau apa dia?"


"Kata nya penting pak."


"Suruh dia masuk."


"Katakan apa yang penting." pinta Chandra.


"Tidak ada basa basi nya." ujar Arana.


"Aku tidak punya banyak waktu.''


"Aku tahu jika bisnis mu mengalami masalah," ujar Arana.


"Dari mana kau tahu?"


Arana tersenyum miring, "Jika kau mau aku bisa membantu mu tapi ada syarat nya."

__ADS_1


"Aku tahu sekarang, kau pasti bekerja sama dengan Gusti."


Arana mendecih, "Hidup ini realistis, yang menyenangkan itu yang akan ku kejar."


"Katakan apa syarat mu."


"Ceraikan istri mu dan kembali pada ku, dan aku akan membantu mu menghancurkan Gusti."


"Hahaha......." Chandra tertawa masam "Kau sudah tidak waras, aku lebih baik kehilangan segala nya dari pada aku harus kehilangan istri ku."


Wajah Arana berubah masam, "Pikirkan kembali, bukankah semua hotel ChandraWulan di bangun atas jerih payah orang tua mu?"


"Orang tua ku bahkan rela kehilangan segala nya demi membela ku." ucap Chandra penuh penekanan.


Arana semakin geram, "Ayo lah Chan, Gusti itu licik."


"Aku tidak punya masalah dengan nya."


"Kau terlalu bodoh Chan, kau memang menganggap nya tidak punya masalah, tapi dia tidak berpikir begitu."


"Apa maksud mu?"


Arana kemudian menceritakan apa yang telah di ceritakan Gusti kepada nya, Chandra bahkan tidak percaya pada Arana.


"Jangan bohong kau." bentak Chandra.


"Aku tidak bohong, kau bisa menanyakan nya pada kakak ipar mu itu."


"Pergi kau." usir Chandra.

__ADS_1


"Dasar tidak tahu terimakasih." ucap Arana ketus.


Arana keluar dari ruangan Chandra, ia bahkan tertawa licik karena melihat wajah Chandra yang tegang. Sedangkan Chandra langsung menelpon Elang untuk mengajak nya bertemu.


__ADS_2