
Sekuat apa pun kau menolak dia sebagai takdir, jika di takdir kan untuk mu maka akan tetap bersama mu.
"Kenapa kalian begitu sibuk malam ini?" tanya Elang bingung.
"Sudahlah, gak usah banyak tanya." ucap Chandra.
"Sebaik nya kakak cepat bersiap-siap dan sana pakailah pakaian yang membuat kakak terlihat tampan." ujar Rindu sambil mendorong kakak nya menuju kamar.
Elang yang bingung hanya menurut saja dengan ucapan adik nya. Tak berapa lama, Elang keluar kamar, dan langsung menghampiri Rindu dan Chandra di ruang makan.
"Kenapa kalian belum makan, dan apa ini, kenapa banyak makanan?" tanya Elang semakin bingung.
"Sudahlah, sekarang duduk dan kita akan menunggu tamu spesial malam ini." ujar Chandra.
Asik berdebat, tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
"Kakak ipar ku yang paling tampan, bisa kah membuka pintu? karena aku tak ingin beranjak meninggalkan istri ku ini." ujar Chandra, dengan kesal Elang membuka pintu. Mata Elang terperangah saat melihat siapa tamu yang datang.
"Hi........." ucap Lintang sambil mengangkat tangan nya.
Elang masih diam kaku, mata nya tak berhenti berkedip.
"Kak, ada tamu bukan nya di suruh masuk malah di anggurin." bentak Rindu membuat Elang terlonjak.
"Eh, tante ayo masuk." ajak Elang.
"Aku gak di ajak nih?" ujar Lintang.
Elang kikuk, pria itu langsung menarik tangan Lintang masuk ke dalam rumah. Semua orang tertawa melihat tingkah Elang yang kaku, sedangkan Lintang hanya menahan ketawa nya sedari tadi.
__ADS_1
Mereka menuju meja makan, "Kok kalian ada di sini?" tanya Elang heran.
"Tanya aja ama ipar mu itu!" ujar Laras.
"jelaskan." pinta Elang dengan tatapan tajam mengarah ke Chandra.
"Nanti, kita berdua saja." ujar Chandra.
Mereka akhirnya makan, Lintang yang bersikap biasa saja namun berbeda dengan Elang yang bersikap kaku dan gugup.
Saat sedang asik Menikmati makan malam dan saling bertukar cerita, mereka di kagetkan dengan ketukan pintu kembali.
"Siapa yang bertamu?" ucap Rindu kemudian beranjak dari duduk nya untuk membuka pintu.
Rindu membuka pintu, ia sedikit kaget dengan kedatangan Hisyam.
Rindu mengambil alih tas yang di bawa Hisyam, kemudian mereka menuju meja makan. Ketegangan terjadi di meja makan, Laras dan Hisyam sama-sama menampakan wajah kaku mereka.
"Papah kok baru nyampe?" tanya Lintang menghampiri Hisyam.
"Iya." jawab nya singkat, tatapan mata Hisyam terus tertuju pada Laras dari sebrang meja makan.
"Eh om, ayo duduk, om pasti lapar dan lelah." ucap Rindu memecah ketegangan.
Lagi-lagi, Elang di buat bingung dengan apa yang terjadi di depan nya sekarang. "Aku yang mencari mereka kenapa sekarang aku yang di buat bingung." batin Elang.
Mereka akhirnya makan malam bersama, Lintang bahkan melayani Hisyam selayak nya anak yang berbakti.
Tak banyak bicara, Laras dan Hisyam hanya diam, mereka hanya sesekali menjawab jika ada yang bertanya.
__ADS_1
Hari semakin larut, Elang mengantar Lintang dan mamah nya pulang. Lintang berpamitan terlebih dahulu kepada Hisyam sebelum pulang.
Pulang, Elang baru saja tiba di rumah, tanpa permisi ia langsung masuk ke kamar adik nya.
"Masuk gak ketuk pintu." ucap Chandra kesal.
"Jelaskan." pinta Elang sekali lagi.
"Duduk dulu kak." ujar Rindu menenangkan.
Akhirnya Chandra dan Rindu menjelaskan rencana mereka, membuat Elang sedikit kesal dengan adik nya.
"Jangan marah, kakak pasti suka kan?" tanya Rindu.
"Tahu apa kamu?" tanya balik Elang.
"Ngaku aja lo." sambung Chandra.
"Sialan lo." umpat Elang, "Kalau gini ya apa daya gue, gue ikutin aja permainan lo."sambungnya kembali.
Chandra kemudian mengusir Elang keluar dari kamar mereka, dengan terpaksa pria itu keluar dengan keadaan kesal kepada Chandra dan Rindu.
"Rencana mereka bagus juga." ucap lirih Elang sambil tersenyum-senyum.
Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.
Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘
__ADS_1