Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
46.Pindah


__ADS_3

Cinta yang terlambat......


Kau pasti pernah merasakan nya bukan?


Pyarrrr.......bunyi vas bunga pecah berserakan, Maya emosi, ia tak menyangka jika Bayu bisa melawan nya hingga sejauh ini.


Hilma yang benar-benar menarik saham keluarga nya membuat perusahan milik Darma goyah.


"Papah sih gak becus ngurus anak." ujar Maya dan jelas mendapatkan tamparan di wajah nya.


"Jaga mulut mu mah, selama ini papah selalu menurut dengan apa yang mamah ucapkan." bentak Darma.


"Papah menampar mamah? papah tega." ucap Maya kemudian langsung pergi meninggalkan suami nya.


Darma juga pergi, ia menemui Bayu yang sekarang sudah menjabat di perusahaan milik keluarga Hilma.


"Papah mohon Bay, bujuk istri mu untuk mengembalikan saham nya." pinta Darma memelas.


"Pah, apa papah tidak punya malu memohon untuk seperti ini, papah tahu jika Bayu juga tidak punyak hak di sini."


"Bay, ayo lah Bay, apa kamu tega melihat perusahan papah bangkrut dan jatuh miskin?" sekali lagi Darma memohon.


"Sudahlah pah, kalian sebagai orang tua hanya mementingkan harta dari pada kebahagian anak kalian sendiri." ujar Bayu sedikit menahan emosi.


Darma marah, pria itu merasa tersinggung dengan ucapan anak nya sendiri. Dengan raut wajah marah, Darma meninggalkan ruangan Bayu.


"Bagaimana sayang?" tanya Chandra.


"Aku hanya mengikut apa pun yang kau ucapkan mas, kau kehutan sekali pun aku akan ikut." jawab Rindu.

__ADS_1


"Aku serius sayang, kau kan tahu jika kita harus mengurus beberapa hotel di sana."


"Mas, sudah ku bilang aku akan ikut, kau suami ku imam ku dan tautan hidup ku, sudah selayak nya aku menurut dengan mu."


"Kalau begitu, besok lusa kita akan pulang, mamah dan papah pasti akan senang."


Rindu tersenyum melihat suami nya yang seperti anak kecil, pria itu bahkan tak tahu malu nya berjoget ria di depan Rindu.


Hari ini mereka sudah siap, dengan di antar Elang dan Lintang ke bandara dan tak lupa berpamitan dengan Laras dan Hisyam, mereka langsung berangkat.


Cukup melelahkan, mereka akhir nya tiba di rumah mewah milik keluarga Chandra. Rindu di sambut langsung oleh kedua mertua nya, wanita itu memeluk haru mamah Chandra.


"Rindu sangat merindukan pelukan seorang ibu." ucap nya.


"Kamu boleh memeluk mamah jika kamu mau sayang." ujar Wulan.


"Anak kurang ajar kamu, sama orang tua gak sopan."


"Bercanda mah." elak Chandra.


"Ya udah, sebaiknya kalian istirahat sana pasti sudah capek."


Chandra mengajak istri nya masuk kedalam kamar, dan ini adalah pertama kali nya Rindu masuk ke kamar suami nya setelah menikah.


"Wow....kamar mu luas mas beda sama kamar ku." ujar Rindu sambil berkeliling.


"Mau luas mau sempit yang penting kalau tidur aku bisa memeluk mu." balas Chandra.


"Otak mu hanya ada kata mesum saja mas."

__ADS_1


"Eh, emang ada yang salah dengan ucapan ku?"


"Tidak ada." jawab Rindu singkat kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Rindu selesai mandi, ia masih menggunakan handuk dengan juntaian rambut yang masih basah.


"Sayang, apa kau menggoda ku?"


"Siapa yang menggoda mu?" tanya balik Rindu.


"Lalu.........." ucap Chandra terputus karena Rindu langsung menyerobot ucapan suami nya. "Karena di kamar mandi hanya ada handuk ini mas, dan tolong jaga pikiran kotor mu itu." ujar Rindu sedikit marah.


"Salah lagi." ucap lirih Chandra.


Jika hati ku ada dua, sudah pasti yang satu nya milik mu, oh begitu kata nya.


Aku pernah meminta cinta namun luka yang aku dapat.


Aku pernah berharap bahagia namun kecewa yang aku rasakan.


Sungguh kau pemain handal dalam urusan hati.


Kau menanam benih yang aku sirami dengan dengan kasih, namun apa yang tumbuh? duri pengkhianatan bertabur perih.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘

__ADS_1


__ADS_2