Sebatas Senja Aku Menunggu

Sebatas Senja Aku Menunggu
63.Gara-gara Kelapa


__ADS_3

Penghujung senja aku bertemu, semoga kita selalu bersatu meski cobaan datang bertamu.....


"Kakak ingin seperti kamu Rindu." ucap Elang di makan malam mereka.


"Seperti Rindu bagaimana kak?" tanya Rindu.


"Konsep pernikahan di pinggir pantai, tapi beda nya kakak menggunakan hotel Chandra.''


"Wah...keren tu." sambung Chandra.


"Kakak ingin mengajak Lintang berdansa di pinggir kolam renang menghadap pantai."


"Terus nanti lo dan Lintang gak sengaja terpeleset nyebur dong." ledek Chandra.


"Sialan lo, mendoakan yang bukan-bukan."


"Maaf kakak ipar bercanda." ucap nya sambil menaikan dua jari.


Makan malam selesai, saat nya Chandra bermanja-manja pada istri nya. Pria itu masih suka tidur di pangkuan Rindu sambil berbicara pada perut yang masih datar itu.


Rindu yang sudah terbiasa dengan tingkah suami nya hanya bisa pasrah.


"Mas, aku ingin minum kelapa muda." ucap Rindu.


"Sudah malam sayang mana ada yang jual."


"Di depan rumah kan ada, kamu bisa memetik nya." ujar Rindu dengan nada merajuk.


Chandra bangun, pria itu mengintip pohon kelapa dari balik jendela kamar mereka.

__ADS_1


"Sayang, itu lumayan loh tinggi nya."


"Ayo lah mas, demi anak kita."


"Suami mu ini gak bisa memanjat." ujar Chandra "Emmm....gimana kalau kakak mu saja yang memenajat, dia pasti bisa nanti yang kupas nya biar suami mu."


Rindu berpikir sejenak lalu mengiyakan ucapan suami nya. Mereka kemudian pergi menuju kamar Elang. Dengan malas Elang membuka pintu kamar.


"Ada apa?" tanya Elang.


"Adik kesayangan mu ini mau minum kelapa muda yang langsung dari pohon nya." ujar Chandra.


"Lalu, apa hubungan nya ama gue?"


"Lo kan tahu jika gue gak bisa memanjat, jadi boleh kan bantu bentar."


Elang kesal, namun ia melihat ke wajah adik nya yang mulai mengeluarkan raut sedih. Dengan terpaksa Elang mengikuti kemauan adik nya.


Elang memandang pohon kelapa yang lumayan tunggu itu, pria itu tak habis pikir dengan kemauan adik nya yang sangat aneh itu. Menurut Elang tak aneh jika Rindu mengidam kelapa muda yang aneh adalah jika ia harus memanjatnya malam-malam.


Dengan cekatan Elang memanjat pohon kelapa itu, lalu ia mengambil beberapa biji buah kelapa yang masih muda. Setelah merasa cukup, Elang langsung turun.


"Untuk beberapa hari." ujar Elang.


"Terimakasih kakak ku sayang." ucap Rindu girang.


Chandra pun langsung mengupas buah kelapa, dengan mata berbinar Rindu langsung meminum habis air kelapa.


"Belum juga lahir, kelakuan nya sama persis ama lo." ledek Elang.

__ADS_1


"Lo akan merasa jika Lintang hamil nanti nya." balas Chandra, pria itu langsung mengajak istri nya masuk kedalam kamar kembali.


"Nah kan, gara-gara kelapa badan gue sakit semua." ujar Elang sambil meregangkan otot nya.


Malam semakin larut, Namum Rindu hanya sibuk membayangkan makanan yang akan ia makan besok.


"Mas,..." panggil Rindu.


"Hmmm...."


"Sudah tidur?"


"Belum, ada apa?"


"Besok aku ingin makan cumi-cumi yang langsung dari nelayan."


"Soal besok kita pikir besok ya, malam ini kita tidur saja."


"Mas, aku serius." rengek Rindu.


Chandra sebenar nya sangat kesal, tubuh nya sangat lelah namun dengan kekuatan cinta ia menuruti semua keinginan istri nya.


"Iya..iya..besok pagi mas carikan."


Rindu bersorak girang, wanita itu terlihat seperti anak kecil yang baru saja dapat janji ayah nya. Elang yang tidak sengaja melintas di depan kamar Rindu hanya bisa tersenyum saraya menggelengkan kepala nya.


"Kau tetap adik ku yang manja Rindu." ucap lirih Elang.


Terimakasih sudah mampir dan membaca karya oppa, terimakasih juga sudah Like Rate Coment and Vote karya oppa.

__ADS_1


Jangan lupa Like Rate Coment Vote karya oppa "Sebatas Senja Aku Menunggu" karena Vote kalian adalah semangat oppa😘


Salam hangat dari oppa untuk kalian para pembaca karya oppa😘


__ADS_2