
Kau adalah alunan nada yang tak bersuara namun bisa ku rasakan,
Kau adalah nama yang selalu ku sebut dalam doa di sepertiga malam,
Kau adalah nama yang selalu aku lukis di kala senja jingga
Ah....semoga kita segera bersama meski cobaan nya sepanjang garis khatulistiwa.
Rindu masih saja merasa bersalah kepada kakak, wanita itu terus merengek meminta maaf. Pagi ini hanya Rindu yang menemani Elang, karena Chandra harus pergi bekerja mengurus beberapa hotel mereka.
Rindu dan Elang yang sedang bercengkrama tiba-tiba saja terhenti dengan kehadiran seseorang yang membuat wajah mereka berubah.
"Mau apa lo?" tanya Elang dengan raut wajah datar.
Bayu melangkah menghampiri mereka, ia menaruh parsel buah yang ia bawa. "Bagaimana keadaan kak Elang?" tanya Bayu basi-basi.
Rindu dan Elang sama-sama membuang muka jengah, "pergi...." pinta Elang tanpa menatap wajah Bayu.
"Kak, aku minta maaf." ucap nya.
"Pergi ku bilang, gue bukan kakak lo." teriak Elang dengan melempar buah yang di bawa Bayu.
"Pergi Bayu...." bentak Rindu "Kehadiran mu tidak di terima di sini." ucap Rindu dengan wajah penuh kebencian.
"Rindu......." lirih Bayu.
__ADS_1
"Mohon untuk pergi Bayu Pradana." ucap Rindu sekali lagi.
Elang memberontak, ia tidak merasakan sakit nya saat ini, yang ia mau hanya melihat Bayu pergi. Tak lama beberapa perawat dan dokter masuk dan langsung mengusir Bayu.
Wajah dingin Elang masih setia menghiasi wajah nya, Rindu bahkan tak pernah melihat wajah marah dari kakak nya selama ini.
"Kak...." sapa Rindu sambil menggenggam tangan kakak "Kak maafin Rindu." ucap nya dengan derai air mata.
Elang membuang nafas kasar kemudian mengusap rambut adik nya yang tertunduk. "Kamu tidak salah." ucap nya lirih.
"Tapi semua salah Rindu." ucap nya kekeh.
"Tidak Rindu, Laki-laki itu lah yang tidak tahu diri."
Elang dan Rindu menoleh ke arah Chandra,"Dari mana laki-laki itu tahu kalau gue di rawat di sini?" tanya Elang datar.
"Siapa? Bayu?"
"Siapa lagi?"
"Entahlah, dari kemarin dia ada di rumah sakit ini."
"Rindu takut mas?" ucap Rindu "Dia seperti ingin kembali ke dalam kehidupan ku."
"Aku tidak akan membiarkan nya."
__ADS_1
Chandra kemudian pergi, pria itu mencari tahu kenapa Bayu bisa berada di rumah sakit ini. Tak lama Chandra kembali ke dalam ruang Elang.
"Anak nya sedang di rawat di sini." ucap Chandra memberi tahu.
"Pantas saja." ucap Rindu.
"Dia bahkan tak memperdulikan istri dan anak nya."
"Dasar laki-laki tak bertanggung jawab." umpat Elang.
Hari ini juga, Elang di pindahkan ke rumah sakit yang lain.Ia bukan takut untuk bertemu Bayu, hanya saja ia sangat muak melihat pria itu.
Hari ke hari keadaan Elang semakin membaik, dengan segala persiapan Elang dan Rindu memutuskan untuk pulang ke kota mereka. Di temani Hisyam, pria tua itu dengan telaten membantu Elang dan Rindu tidak lupa juga Chandra yang tak mau lepas dari Rindu.
Setelah menempuh perjalanan yang jauh, akhir nya mereka telah sampai di rumah. Rindu sedang menata kamar yang akan di tempati Hisyam, karena pria itu memutuskan untuk tinggal bersama Rindu dan Elang.
Hisyam menelusuri setiap lekuk dari rumah itu, menatap satu persatu foto yang terpajang.
Setitik air mata jatuh membasahi pipi, ia mengingat kembali memori masa lalu saat melihat foto Gita dan Narendra.
Hii...terimakasih sudah mampir di karya pertama oppa, mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan di hati para pembaca. Mohon maaf juga jika dalam setiap penulisan terdapat banyak Typo.
Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya oppa ya😊
Karena Vote kalian adalah semangat oppa😘
__ADS_1