
Jangan pernah merindu kepada yang tak pantas di rindu...
kau berharga dan berhak bahagia....
"Maaf pak, bulan ini jumlah penginap menurun drastis." ujar Sekretaris Chandra.
"Bagaimana bisa, bukan kah pelayanan hotel kita sangat memuaskan."
"Saya sudah menyelidiki nya pak, ada yang menyebar rumor jelek tentang hotel kita." ujar Rani.
Chandra terkejut tidak percaya, "Apa kau yakin soal itu?"
"Yakin pak, mereka mengatakan pelayanan hotel kita sangat buruk."
"Brengsek, siapa yang sudah berani bermain dengan ku?" ujar Chandra yang mulai emosi.
"Dan satu lagi pak,"
"Katakan."
"Hotel di seberang sana sangat ramai pak, penginap yang sudah masuk ke halaman hotel kita tiba-tiba tidak jadi masuk dan memilih menginap di sana." ujar Rani.
"Jangan seuzon Rani, itu akan menjadi fitnah."
"Bapak bisa mencek nya sendiri jika bapak tidak percaya, semua karyawan mengetahui nya." jelas Rani.
Rani kemudian keluar, Chandra memijat pelipisnya sambil menatap gedung tinggi di seberang gedung nya.
__ADS_1
"Apa kau berbuat selicik itu Gusti?" ujar Chandra berpikir.
Chandra memilih pulang pria itu sedang butuh hiburan saat ini. Chandra melewati setiap lorong hotel, sepi sangat sepi, hanya ada satu dua tamu yang menginap.
"Bagaimana bisa hotel sebesar ini sangat sepi." batin Chandra.
Chandra yang berniat pulang, malah memilih pergi menemui Emang kakak ipar nya. Mereka bertemu di sebuah cafe.
"Kau kenapa?" tanya Elang.
Chandra melepas jas nya, "Hotel ChandraWulan sangat sepi, semua karyawan bahkan mengira jika Gusti main belakang."
"Apa kau yakin?"
"Entahlah, aku tidak yakin."
"Gusti teman kita mana mungkin dia menusuk kita." ujar Elang.
"Apa yang akan kau lakukan adik ipar? kau tahu aku tidak berpengalaman soal hotel."
"Aku akan mencari tahu terlebih dahulu."
"Aku akan membantu mu."
Chandra hanya bisa membuang nafas kasar, masalah demi masalah datang silih berganti membuat Chandra merasa lelah.
Tidak seperti biasa nya, Chandra pulang sangat larut membuat Rindu merasa khawatir. Rindu bahkan memayun kan bibir nya saat suami nya masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Sayang, maafkan aku pekerjaan ku banyak." ujar Chandra.
"Kau tahu ini jam berapa mas?" tanya Rindu kesal.
Chandra menarik nafas," aku tahu sayang, besok aku akan menceritakan masalah nya."
Rindu hanya mengiyakan ucapan suami nya, "Mandilah kemudian istirahat." ujar Rindu.
Chandra kemudian pergi mandi, setelah selesai ia ikut berbaring di samping istri nya. Hanya dengan melihat istri nya Chandra bisa melupakan semua masalah nya saat ini.
pagi menjelang, semua orang sudah berada di meja makan untuk memulai sarapan nya. Chandra sedikit tidak bernafsu.
"Chandra kau kenapa?" tanya Wulan.
"Tidak apa-apa." jawab nya singkat.
"Katakan Chand." pinta Tama.
"Masalah hotel pah, salah satu hotel kita sedang mengalami kesulitan." ujar Chandra.
"Bagaimana bisa, bukan kah hotel kita selalu ramai." sambung Wulan.
"Entahlah, aku masih menyelidiki nya." ujar Chandra.
"Siapa yang telah berkhianat?" tanya Tama.
"Bukan siapa yang berkhianat pah, tapi ini hanya permainan bisnis." tutur Chandra.
__ADS_1
"Papah akan membantu mu, biar bagaimana pun papah telah membangun semua hotel dari nol dan papah tidak terima jika ada yang berusaha menjatuhkan nama ChandraWulan."
Seakan kehilangan nafsu makan, Tama langsung pergi meninggalkan meja makan kemudian di susul oleh Chandra. Rindu merasa khawatir namun ia tak bisa berkata.