
Ikhlaskan, melepaskan memang berat namun lebih berat jika kita tetap memberi nya ruang di hati.....
Rindu dan Hilma keluar, wanita itu menggendong sendiri gadis cilik anak dari mantan nya.
"Rindu...." sapa Bayu, Rindu menoleh mata nya memancarkan hal yang tak bisa di baca oleh semua orang. "Maafkan mamah." ucap Bayu lirih.
"Maafkan aku, aku belum bisa." ucap Rindu lalu menyerahkan Abel ke Hilma. Wanita masuk kembali ke dalam kamar, Chandra yang melihat istri nya langsung mengikuti Rindu masuk.
Chandra memeluk istri nya yang kembali terisak, pria itu mencoba memberi pengertian kembali.
"Apa salah ku pada mereka mas?" tanya Rindu dalam pelukan suami nya.
"Sabar, semua ada hikmah nya."
"Baru saja aku merasakan bahagia tapi kenapa mereka dengan mudah nya menghancurkan nya."
"Jangan seperti ini Rindu, hati ku sakit melihat kau bersedih." ucap Chandra dengan mata berkaca-kaca.
"Kita akan pulang besok."
"Aku tidak mau, aku masih ingin di sini." ujar Rindu " ku mohon mas." pinta nya.
"Baiklah, untuk mu apa pun."
Elang merasa lega saat melihat Chandra bisa menenangkan adik nya, pria itu menjadi pendiam sejak kejadian yang menimpa Rindu.
__ADS_1
"Jangan menyalahkan diri atas apa yang terjadi." ujar Lintang.
"Rindu telah banyak mengalami kesedihan selama ini, aku hanya ingin melihatnya bahagia apa itu salah?"
"Tidak, kau kakak yang baik, semua ini cobaan."
Elang merebahkan diri ke bantalan paha istri nya, pria itu mencoba mencari kedamaian atas apa yang terjadi.
Senja Jingga menyapa, deru ombak datang silih berganti memberi suara, pasir putih lembut memberi nyaman pada pijakan kaki.
Rindu menatap kosong ke arah laut lepas, wanita itu senang menatap senja meski ia tahu sekarang hati nya sedang duka.
"Siapa lagi yang kau tunggu di senja ini?" tanya Chandra memeluk istri nya dari belakang.
"Di senja ini aku berdoa agar Tuhan memberi ku kepercayaan kembali."
"Senja mengajari ku akan satu hal mas."
"Apa itu?"
"Dia datang memberi warna, meski pergi tanpa bersuara, namun ia berjanji akan datang kembali dengan warna yang jauh lebih indah. Begitu juga dengan apa yang terjadi saat ini, aku mengambil hikmah jika yang pergi pasti akan di janjikan suatu yang indah dari sebelum nya. Namun hanya satu kunci untuk mendapatkan yang indah itu. Kau tau apa itu mas?"
"Apa itu?"
"Ikhlas, aku harus mengikhlaskan apa yang telah terjadi mas."
__ADS_1
Chandra tersenyum lalu memeluk istri nya erat, pria itu bangga akan ketabahan dan kesabaran istri nya.
"Terimakasih telah menjadi istri ku, aku sangat beruntung."
"Aku juga mas, kau sekali pun tak pernah mengeluh dan marah dalam menghadapi ku."
Semakin erat memberi kehangatan, mereka menikmati senja dengan penuh makna mendalam. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu membuat Rindu menjadi wanita yang lebih dewasa lagi.
Sinar mentari menghangati bumi, Rindu sudah memulai aktifitas seperti biasa nya. Dengan di bantu Lintang, Rindu menyiapkan sarapan pagi ini.
Meraka berempat sarapan bersama karena Hisyam dan Laras memilih tinggal di rumah pemberian Chandra.
"Kau butuh liburan Rindu." ujar Elang.
"Kakak yang butuh liburan, kalian harus pergi bulan madu." balas Rindu.
"Kakak hanya ingin melihat kamu bahagia."
"Rindu juga, cepatlah buatkan Rindu keponakan yang lucu." ucap Rindu namun hati nya sangat sakit.
"Sayang, kakak mu benar, kau butuh waktu untuk menyegarkan diri."
"Terserah kalian saja." ucap Rindu malas.
"Bagaimana jika kita pergi bersama-sama." ujar Lintang memberi ide.
__ADS_1
Semua menatap ke arah Lintang, "Kak Lintang benar, kita akan pergi sama-sama." ujar Rindu.
Chandra dan Elang hanya bisa mengiyakan para istri mereka, kedua pria itu hanya ingin melihat istri mereka bahagia.