
Pagi menjelang, seperti biasa Rindu melakukan semua aktifitas nya sebelum pergi ke toko. Wanita itu menunggu Elang bangun karena ia masih penasaran dengan pembicaraan kakak nya dang Hisyam.
"Kak...." sapa Rindu saat melihat kakak nya keluar dari kamar. Kemudian Rindu menuntun kakak nya yang sudah bisa berjalan menuju tempat yang agak sepi.
"Ada apa sih?" tanya Elang kebingungan.
"Hanya penasaran dengan pembicaraan kakak dan om Hisyam."
"Oo...." jawab Elang kemudian menceritakan kembali apa yang di ceritakan Hisyam pada diri. Rindu setengah tidak percaya, namun ia mengingat kembali memori masa kecil mereka.
"Tapi di mana Lintang sekarang?"
"Dulu sebelum pindah sih bu Laras pernah bilang kalau mereka akan pindah ke kota S."
"Terus apa langkah kakak selanjut nya?"
"Setelah kamu menikah, kakak akan membantu om Hisyam untuk mencari anak dan istri nya."
"Apa kakak yakin akan bisa menemukan mereka?"
"Yakin, Lintang juga teman kecil kakak."
Pembicaraan selesai, mereka kembali ke rumah untuk sarapan bersama.
Beberapa minggu kemudian, acara lamaran secara resmi di lakukan keluarga Chandra. Nampak sederhana namun penuh kebahagiaan, Rindu yang di wakilkan oleh Hisyam menerima pinangan dari keluarga Gautama.
Pernikahan mereka akan di laksanakan secara cepat sesuai permintaan Chandra. Dasar Chandra gak sabaran🤣
Tak banyak keluarga yang hadir, hanya beberapa tetangga yang menyaksikan hari lamaran Rindu. Meski begitu ia sangat bahagia, tak di pungkiri juga sebuah kesedihan juga terlintas dalam hati karena saat hari bahagia nya tak di dampingi oleh orang tua nya.
Acara selesai, Rindu memilih menyendiri di tepi pantai seperti biasa.
"Kamu kenapa?" tanya Chandra datang menghampiri.
__ADS_1
"Hanya sedikit sedih." ucap nya.
"Apa yang membuat mu sedih?"
"Aku sangat merindukan mamah dan papah mas."
"Jangan sedih, mereka pasti bahagia melihat kamu akan menikah apa lagi calon mantu nya ini sangat tampan." ucap Chandra dengan bangga.
Rindu tertawa, hati nya sangat lucu sesedih apa pun Rindu kalau mendengar rayuan dari Chandra pasti akan tertawa juga.
Kuncup rayu bunga mengembang, kain berwarna sedikit corak menghiasi bibir pantai kursi tamu di tata sedemikian rapi hiasan cantik di tambah pernak pernik sedikit.
Ya, hari ini senja ini, adalah hari bahagian untuk Rindu meski gugup namun wanita cantik itu tak melepaskan senyum mengembang dari wajah nya.
Setelah acara ijab qobul tadi pagi, kini dengan di apit oleh Elang dan Hisyam , Rindu berjalan dengan sangat anggun menggunakan baju pengantin yang nampak cantik melekat di tubuhnya. Riasan tipis menambah ayu wajah Rindu.
Elang terharu, ia tidak menyangka akan mengantar adik nya untuk sampai ke pelaminan tanpa di dampingi orang tua bahkan sanak keluarga.
Chandra menyambut tangan Rindu, mata tajam nya tak berhenti menatap wanita yang sudah sah menjadi istri nya sekarang.
Semua orang bersorak, berbisik memuji ketampanan dan kecantikan dari ke dua mempelai yang sedang berbahagia itu. Banyak teman dan sahabat yang di undang Elang dan Rindu termasuk Bayu dan keluarganya.
Elang sengaja mengundang Bayu agar pria itu sadar, bahwa perak yang dulu ia buang kini menjelma menjadi permata yang sangat berharga di mata seseorang.
Hilma tersenyum puas, menyaksikan pernikahan Rindu ia sangat bersyukur karena suami nya tak ada kesempatan untuk kembali bersama Rindu. Di samping Hilma, Bayu menatap tidak suka ke arah Rindu dan Chandra yang tersenyum bahagia menyambut tangan para undangan yang memberi semangat.
Bayu bahkan sudah membayangkan jika diri nya yang akan bersanding dengan Rindu.
"Mohon perhatian nya sebentar." pinta Gautama pada semua tamu undangan "Di sini saya akan mengumumkan sesuatu." ujar nya.
"Cepat umum kan." teriak salah satu Tamu.
__ADS_1
"Baik lah, Saya mengumumkan dengan di saksikan para tamu undangan dan hamparan laut luas juga senja berwarna jingga dan tidak lupa Tuhan yang maha kuasa. Tugas saya sudah selesai, saya Gautama akan mengembalikan hak yang dulu pernah di titipan oleh sahabat saya Narendra Pandara yaitu seluruh hotel Pandara akan saya kembalikan kepada menantu saya Rindu Mauzara dan Elang Pandara."
Para tamu tidak percaya, apa lagi para tetangga yang mengetahui seluk kehidupan keluarga Pandara. Bahkan orang tua Bayu tiba-tiba menyesal saat mendengar pengumuman itu.
"Wah ternyata Rindu lebih kaya dari pada Hilma." ucap Maya berbisik pada suami nya.
"Benar mah, papah jadi menyesal tidak merestui mereka."
Hilma sedikit mendengar pembicaraan mertua nya, ia menahan emosi nya. "Dasar mertua tidak tahu diri." batin Hilma "Orang tua dan anak sama aja." sambung nya.
Masih di posisi sama, ada rasa perih di hati Bayu saat melihat wajah cantik Rindu bersanding dengan Chandra. Pria itu sedang menahan emosi apa lagi beberapa tetangga yang mengenali nya terus mengejek ke arah diri nya dan keluarga nya.
"Lihatlah mantan mu mas, dia sangat bahagia sekarang." ucap Hilma berbisik.
"Tutup mulut mu Hilma." bentak Bayu kemudian berlalu pergi.
Bayu berjalan menyusuri bibir pantai, ia mengacak rambut frustasi, berteriak di antara langit jingga dan awan pekat. "Aku begitu bodoh." ucap Bayu "Kamu sekarang bisa bahagia tapi kenapa bukan aku yang menjadi sumber bahagia mu."
Air mata nya mengalir, pria itu terisak mengingat kembali kenangan indah bersama Rindu. "Aku atau kau yang jahat Rindu." ucap nya "Kau menyiksa ku dengan perasaan bersalah seperti ini."
Kembali ke acara pernikahan Rindu, semua orang sedang menikmati suara merdu dari penyanyi yang khusus di undang di tambah beberapa hidangan mewah ala pantai membuat semua tamu betah di acara pernikahan Rindu dan Chandra.
Elang sangat-sangat bahagia menyaksikan adik nya yang selalu tersenyum bahkan pria itu sesekali mengambil gambar dari adik nya.
Terimakasih sudah mampir ke karya oppa,
mohon maaf jika ada Typo
Oppa tunggu kritik dan saran dari para pembaca karya oppa😊😊
Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya Oppa ya😊😊
Karena Vote kalian semangat oppa😘
__ADS_1