
Sudah kau sampaikan rindu ku???
Jika belum, sampaikan lah jika rindu ku sedang bertambah.
"Kau kenapa?" tanya Chandra yang melihat istri nya termenung.
Wajah Rindu sayu, kesedihan mendalam seperti sedang menghampiri nya malam ini.
Berdiri di balkon kamar, sambil menatap malam pekat. "Kapan Tuhan mengembalikan apa yang dulu dia ambil mas?? ujar Rindu.
Chandra menghela nafas, ia sudah tahu arah pembicaraan istri nya. "Sabar lah sayang, semua butuh proses."
"Kakak ipar ku sudah mengandung mas." ucap nya lirih.
"Sebab itu kau sedih?" tanya Chandra.
Wanita itu kemudian memeluk suami nya, lagi-lagi hanya air mata jawaban nya. Chandra, tubuh yang lelah kini semakin lelah menghadapi kesedihan istri nya, namun pria itu tak ingin terlihat lemah.
Pagi menjelang, bergegas Chandra berangkat ke kantor untuk membereskan masalah yang ada. Siang ini, kedua pria tampan sedang duduk dengan sorot mata tajam menatap satu sama lain. Seringai senyum menghiasa bibir Chandra, saat menghadapi pria di depan nya.
"Apa yang membuat mu menjadi seperti ini?" tanya Chandra pada Gusti "Kenapa kau menusuk ku dari belakang?"
__ADS_1
Gusti sedikit tertawa, "Apa yang kau maksud?" tanya nya tak mengerti.
Chandra melemparkan bukti saat anak buah Gusti berusaha mengahsut para tamu yang akan masuk ke dalam hotel milik nya. Tegang, sedikit tegang wajah Gusti namun ia bisa menguasai diri nya kembali.
"Entah kenapa aku sangat benci melihat kesuksesan mu dan kebahagian mu." ucap Gusti sinis.
"Aku sudah memecat dan memberi pelajaran pada anak buah mu, ku harap hentikan permainan mu selagi aku meminta nya dengan baik-baik." ujar Chandra memberi peringatan.
Chandra pergi, Gusti yang sangat kesal dengan ucapan Chandra langsung menghubungi Arana. Tak butuh waktu lama Arana datang menemui Gusti.
"Ada apa?" tanya Arana yang baru saja duduk.
"Sialan, Chandra berani memperingati ku." ujar Gusti sambil mengepalkan tangan nya.
"Apa kau mencoba membela nya?"
"Tidak, aku hanya memberitahu mu jika dia pria yang teliti dan tidak suka bertele-tele dalam menyelesaikan masalah." tutur Arana.
"Lakukan saja tugas mu." perintah Gusti kemudian pria itu pergi.
Arana menatap sinis kepergian Gusti,"Aku akan menjadikan mu umpan agar aku bisa masuk kembali ke dalam hidup Chandra." batin Arana lalu memilih pergi.
__ADS_1
Anak buah Chandra begitu cekatan, dalam waktu singkat mereka sudah bisa menangkap orang suruhan Gusti untuk menyebarkan hoax tentang Hotel milik keluarga Gautama.
"Bawa mereka pada media dan buat mereka mengaku di sana." perintah Chandra.
Hanya berselang satu jam dari perintah, berita panas mengenasi persaingan bisnis antara Chandra dan Gusti tersebar. Bahkan dalam waktu singkat semua yang menginap di hotel Gusti langsung berpindah ke hotel Chandra.
Gusti kesal dan marah, pria itu membanting apa saja yang ada di dekat nya. "Balas semua perbuatan nya, dan bebaskan anak buah ku." perintah Gusti pada assisten nya.
Sedikit mengendurkan dasi nya, Chandra bisa bernafas lega pria itu kemudian langsung pulang ke rumah untuk memberitahu istri nya.
Kembali ke Gusti, pria yang masih kesal itu langsung pergi menemui Arana.
"Ada apa?" tanya Arana.
"Katakan, apa kelemahan Chandra? kau pasti tahu karna kau bersama nya cukup lama."
"Ada, Rindu." jawab singkat Arana.
"Apa hubungan nya dengan istri nya?"
"Chandra sangat mencintai Rindu, kenapa kau tidak melakukan sedikit hal untuk membuat Chandra spot jantung?" ujar Arana.
__ADS_1
Gusti mendelik, pria itu kemudian berpikir sejenak mencerna kata-kata Arana. "Kau benar, aku harus melangkah jauh demi kehancuran nya."
Arana tersenyum puas, dengan ada nya Gusti wanita itu berharap bisa menghancurkan rumah tangga Chandra agar ia bisa memiliki Chandra kembali.